1. Early Life and Education
Albert Benjamin Simpson memiliki masa muda yang dibentuk oleh latar belakang keluarga yang ketat dan pengalaman iman awal yang mendalam, yang kemudian menjadi dasar bagi pelayanannya yang inovatif.
1.1. Childhood and Family Background
Albert Benjamin Simpson lahir pada 15 Desember 1843 di Bayview, dekat Cavendish, Pulau Prince Edward, Kanada. Ia adalah putra ketiga dan anak keempat dari James Simpson Jr. dan Janet Clark. Keluarga Simpson dan Clark adalah salah satu keluarga pendiri Cavendish pada tahun 1790. Penulis Harold H. Simpson, melalui riset silsilah keluarga, menemukan bahwa Albert B. Simpson memiliki leluhur yang sama dengan Lucy Maud Montgomery, penulis terkenal dari seri buku Anne of Green Gables. Lingkungan masa kecilnya dicirikan oleh tradisi Presbiterian Skotlandia dan Puritan yang sangat ketat.
1.2. Education and Early Faith
Pendidikan teologis Albert Simpson dimulai di Knox College, Universitas Toronto, Toronto, Kanada, tempat ia belajar teologi. Pengalaman pertobatan imannya yang signifikan terjadi pada tahun 1859, selama Kebangunan Rohani 1859 di bawah pelayanan Henry Grattan Guinness, seorang evangelis tamu dari Irlandia. Simpson menghabiskan beberapa waktu di daerah Chatham, Ontario, sebelum melanjutkan studinya. Pengalaman rohaninya yang mendalam ini, ditambah dengan didikan Calvinis yang ketat, membentuk fondasi keyakinan dan panggilan pelayanannya di masa depan. Ia lulus dari Knox College pada tahun 1865.
2. Presbyterian Ministerial Career
Setelah menyelesaikan pendidikan teologinya, Albert Benjamin Simpson memulai karir pelayanan Presbiteriannya, namun kemudian mengalami perubahan teologis yang membawanya pada keputusan untuk meninggalkan gereja Presbiterian.
2.1. Early Pastorates
Setelah lulus dari Knox College pada tahun 1865, Albert Benjamin Simpson ditahbiskan di Gereja Presbiterian Kanada, yang merupakan salah satu kelompok Presbiterian terbesar di Kanada sebelum merger setelah kepergiannya ke Amerika Serikat. Pada usia 21 tahun, ia menerima panggilan untuk melayani sebagai pendeta di Gereja Presbiterian Knox di Hamilton, Ontario, sebuah gereja besar yang kemudian ditutup pada tahun 1971.
Pada Desember 1873, saat berusia 30 tahun, Simpson meninggalkan Kanada dan menjadi pendeta di gereja Presbiterian terbesar di Louisville, Kentucky, yaitu Gereja Presbiterian Chestnut Street. Di Louisville, ia pertama kali memiliki gagasan untuk mengkhotbahkan Injil kepada orang biasa dengan membangun tabernakel sederhana. Meskipun sukses di Gereja Chestnut Street, Simpson merasa frustrasi karena keengganan jemaat untuk mendukung upaya evangelisasi yang lebih luas.
2.2. Ministry in New York and Theological Changes
Pada tahun 1880, Simpson dipanggil untuk melayani di Gereja Presbiterian Thirteenth Street di New York City. Di sana, ia segera mulai menjangkau dunia dengan Injil. Dalam waktu kurang dari setahun setelah melayani di New York, ia jatuh sakit. Kondisi kesehatan Simpson, yang sering terganggu sejak kecil, membuatnya terus-menerus mencari jawaban dalam iman.
Pada Agustus 1881, ia secara pribadi mengalami penyembuhan ilahi dari masalah jantung yang dideritanya. Pengalaman ini sangat dipengaruhi oleh pemahaman dan pengajaran tentang Roh Kudus dari tokoh-tokoh seperti William Booth, Dwight L. Moody, Johann Christoph Blumhardt, dan Dr. Charles Cullis. Simpson sendiri tidak sepenuhnya yakin sampai ia menemukan dasar doktrinal yang kuat dalam Alkitab. Setelah yakin, ia mengalami pengalaman rohani yang mendalam di hutan pinus, merasakan kekuatan dan kehadiran Kristus yang menghasilkan penyembuhan fisiknya.
Pada Oktober 1881, ia mengadopsi pandangan baptisan orang percaya sebagai simbol komitmen dan dibaptis dengan pencelupan di gereja Baptis. Setelah mendiskusikan perubahan keyakinannya di gerejanya, ia memutuskan untuk meninggalkan Gereja Presbiterian, mencari kebebasan untuk mengejar visi pelayanan yang lebih luas dan teologi yang berkembang.
3. Formation of Evangelical Ministry and Christian and Missionary Alliance
Setelah meninggalkan Gereja Presbiterian, Albert Benjamin Simpson memulai pelayanan injil independennya dengan fokus pada misi global, yang kemudian berpuncak pada pendirian Christian and Missionary Alliance (C&MA) yang berpengaruh.
3.1. Independent Ministry and Publishing Activities
Pada tahun 1881, Albert Benjamin Simpson memulai pelayanan injil independennya di New York City. Pelayanan ini difokuskan pada banyak imigran baru dan massa yang terabaikan di kota tersebut, mencerminkan kepeduliannya terhadap kaum terpinggirkan.
Selain pekerjaan evangelisasi yang aktif di gerejanya, ia juga terlibat dalam aktivitas penerbitan. Pada tahun 1882, ia menerbitkan jurnal misi bernama The Gospel in All Lands, yang merupakan jurnal misi bergambar pertama. Simpson juga mendirikan dan mulai menerbitkan majalah bergambar berjudul The Word, Work, and World. Pada tahun 1911, majalah ini dikenal sebagai The Alliance Weekly, dan kemudian menjadi Alliance Life, yang merupakan publikasi resmi dari Christian and Missionary Alliance di Amerika Serikat dan Kanada.
3.2. Establishment of Training Institutions
Sebagai bagian dari visi pelayanannya, pada tahun 1882, Simpson memulai kelas pelatihan informal dengan tujuan menjangkau "orang-orang yang terabaikan di dunia dengan sumber daya gereja yang terabaikan". Kelas-kelas ini dirancang untuk melatih para pendeta dan misionaris.
Pada tahun 1883, program pelatihan formal telah dibentuk, dan para pendeta serta misionaris dilatih dalam konteks multikultural. Sekolah ini menjadi cikal bakal Nyack College dan Alliance Theological Seminary, yang memainkan peran penting dalam pembentukan pemimpin misi dan pendeta yang terfokus pada misi global.
3.3. Founding of the Christian and Missionary Alliance
Albert Benjamin Simpson dan keluarganya pindah ke rumah baru mereka di sudut 44th Street dan 8th Avenue pada tahun 1889, yang disebut Tabernakel New York. Tempat ini menjadi basis tidak hanya untuk pelayanan evangelisasi di kota, tetapi juga untuk pekerjaan misi globalnya yang terus berkembang.
Pada tahun 1887, ia mendirikan Christian and Missionary Alliance (C&MA) sebagai gerakan misi interdenominasi yang bertujuan untuk evangelisasi global. Pada awalnya, C&MA tidak didirikan sebagai denominasi gereja, melainkan sebagai gerakan terorganisir untuk evangelisasi dunia. Fokus utamanya adalah misi, dengan Simpson menekankan bahwa pemenuhan tugas misi dunia sangat penting untuk kedatangan kembali Kristus. Gerakan ini mendapatkan dukungan pesat di Amerika Utara dan saat ini memiliki banyak cabang di Amerika Serikat dan Kanada, serta memimpin dalam evangelisasi global.
4. Core Theology and Teachings
Albert Benjamin Simpson mengembangkan pemikiran teologis yang unik dan ajaran inti yang membentuk fondasi Christian and Missionary Alliance.
4.1. The Fourfold Gospel
Pada tahun 1887, Simpson memulai serangkaian khotbah yang dikenal sebagai "Injil Empat Lipat" (Fourfold GospelBahasa Inggris atau Full GospelBahasa Inggris) di New York. Menurut Simpson, konsep ini mewakili empat aspek pelayanan Yesus Kristus:
- Yesus sebagai Juruselamat (Jesus our SaviorBahasa Inggris): Penekanan pada salib Kristus dan pengampunan dosa melalui iman.
- Yesus sebagai Pengudus (SanctifierBahasa Inggris): Hidup kudus melalui kuasa Roh Kudus yang berdiam di dalam orang percaya.
- Yesus sebagai Penyembuh (HealerBahasa Inggris): Keyakinan akan penyembuhan fisik dan rohani melalui Kristus.
- Yesus sebagai Raja yang Akan Datang (Coming KingBahasa Inggris): Pengharapan akan kedatangan kembali Kristus dan kerajaan-Nya.
Injil Empat Lipat dilambangkan dalam logo C&MA: Salib (Juruselamat), Bejana (Pengudus), Panci (Penyembuh), dan Mahkota (Raja yang Akan Datang). Simpson mengembangkan penekanan khusus ini dalam pelayanannya melalui fokus mutlaknya pada Kristus dalam doktrin dan pengalaman.
4.2. Doctrine of Divine Healing
Sejak kecil, Simpson sering diganggu oleh penyakit. Pengalaman pribadinya mengalami penyembuhan ilahi pada Agustus 1881 sangat memengaruhi teologinya. Ia percaya bahwa ia mengalami penyembuhan ilahi setelah memahami bahwa hal itu adalah bagian dari berkat tinggal dalam Kristus sebagai Hidup dan penyembuhan.
Ia sangat menekankan penyembuhan ilahi dalam Injil Empat Lipatnya dan biasanya mengabdikan satu pertemuan seminggu untuk pengajaran, kesaksian, dan doa tentang penyembuhan. Meskipun pengajaran semacam itu mengisolasi dia (dan C&MA) dari gereja-gereja Protestan arus utama yang tidak menekankan atau bahkan menolak penyembuhan, Simpson tidak berkompromi dengan keyakinannya.
4.3. Views on Sanctification and the Higher Life Movement
Albert Benjamin Simpson sebagian besar berteologi Keswickian, yang mengajarkan doktrin pengudusan penuh yang digembar-gemborkan oleh Gerakan Hidup yang Lebih Tinggi (Higher Life movementBahasa Inggris). Simpson dipengaruhi oleh karya William Boardman, penulis The Higher Christian Life, sebuah buku yang juga memengaruhi gerakan Keswick.
Namun, Simpson menyimpang dari pengajaran Keswickian tradisional dalam pandangannya tentang pengudusan progresif dan penolakan terhadap "suppressionism" (penekanan atau penindasan terhadap sifat dosa). Ia menolak perfeksionisme Wesleyan-Methodist dan tidak menerima suppressionism gerakan Keswick. Meskipun ada kesamaan, doktrin pengudusan Simpson memiliki kekhasannya sendiri, tidak menduplikasi soteriologi Keswick atau Wesleyanisme. Ia menekankan bahwa meskipun sifat dosa tidak dapat dihilangkan sepenuhnya dalam kehidupan ini, kuasa Kristus yang bangkit akan lebih dari cukup untuk memungkinkan orang percaya menganggap sifat dosa sebagai musuh yang ditaklukkan dan bertindak seolah-olah itu sudah dikalahkan. Warisan C&MA lebih menegaskan kehidupan dan pekerjaan, percaya bahwa tindakan di dunia membuat perbedaan dan bermakna.
4.4. Vision for the Church and Hymnody
Dalam bukunya tahun 1890, A Larger Christian Life, Albert Benjamin Simpson membahas visinya untuk gereja:
"Dia [Yesus] menunjukkan kepada kita rencana untuk gereja Kristen yang jauh lebih dari sekadar perkumpulan teman-teman yang serasi untuk mendengarkan setiap minggu ceramah intelektual dan hiburan musik serta menjalankan mekanisme pekerjaan Kristen secara proksi; melainkan sebuah Gereja yang dapat sekaligus menjadi ibu dan rumah bagi setiap bentuk bantuan dan berkat yang Yesus datang berikan kepada orang yang hilang dan menderita, tempat lahir dan rumah jiwa, mata air penyembuhan dan pembersihan, rumah perlindungan bagi anak yatim dan yang tertekan, sekolah untuk pembudidayaan dan pelatihan anak-anak Allah, gudang senjata di mana mereka dilengkapi untuk pertempuran Tuhan dan pasukan yang melawan pertempuran itu dalam nama-Nya. Sungguh pusat populasi di dunia yang menyedihkan dan penuh dosa ini!"
Visi ini menekankan peran gereja sebagai pusat pelayanan holistik, bukan hanya tempat ibadah pasif. Simpson menyumbangkan lebih dari 120 himne atau lagu pujian Kristen. Tujuh puluh tujuh di antaranya muncul dalam buku himne C&MA tahun 1962, Hymns of the Christian Life, yang ia ikut edit bersama R. Kelso Carter. Visi misinya diilustrasikan oleh lirik-lirik himnenya, "The Missionary Cry":
"Kedatangan Tuhan semakin dekat.
Anak Manusia akan segera muncul,
Kerajaan-Nya sudah dekat.
Tetapi sebelum hari yang mulia itu tiba,
Injil Kerajaan itu, kita
Harus berkhotbah di setiap negeri."
4.5. Relationship with Pentecostalism
Pada awal abad ke-20, banyak anggota Alliance mulai mengadopsi keyakinan Pentakostalisme sebagai hasil dari pengalaman bahasa roh dan manifestasi rohani lainnya yang meluas dalam gerakan Alliance dan pada pertemuan-pertemuan Alliance.
Meskipun Simpson tetap menjadi pendukung kuat doktrin baptisan Roh Kudus yang merupakan pengajaran sentral dalam evangelikalisme akhir abad ke-19, ia menjadi kritis secara publik terhadap berbagai praktik dalam gerakan Pentakosta yang ia anggap berlebihan. Secara khusus, Simpson secara terbuka menantang pengajaran Pentakosta yang muncul bahwa "berbicara dalam bahasa roh" adalah satu-satunya bukti yang dapat diterima dari baptisan dengan Roh Kudus.
Terlepas dari kritik publiknya, dalam kehidupan rohaninya yang pribadi, Simpson mencari karunia bahasa roh. Meskipun ia tidak pernah berbicara dalam bahasa roh, ia memang, selama pencariannya, memiliki pengalaman ekstatis lain yang seringkali menjadi sasaran kritik atas ekses Pentakosta, seperti pengalaman yang ia gambarkan dalam jurnal pribadinya, mengatakan, "Roh datang dengan baptisan tawa kudus selama satu jam atau lebih dan saya menunggu semua yang Dia belum berikan dan manifestasikan."
5. Death
Albert Benjamin Simpson meninggal dunia pada 29 Oktober 1919. Penyebab kematiannya tidak disebutkan secara eksplisit dalam sumber, namun ia dikenal memiliki riwayat penyakit sejak kecil. Istrinya, Margaret L. Henry, meninggal beberapa tahun kemudian pada tahun 1924. Keduanya dimakamkan di kampus Nyack College di Nyack, Rockland County, New York.
6. Legacy and Influence
Kehidupan dan pemikiran Albert Benjamin Simpson meninggalkan dampak yang mendalam pada generasi mendatang dan membentuk institusi yang terus melanjutkan visinya.
6.1. Global Impact of the Christian and Missionary Alliance
Hingga saat ini, Christian and Missionary Alliance (C&MA) yang didirikan oleh Simpson telah memainkan peran penting dan memiliki pengaruh yang besar dalam gerakan evangelisasi dunia. C&MA terus menjadi pemimpin dalam penyebaran Injil secara global, dengan fokus pada penginjilan di daerah-daerah yang belum terjangkau. Organisasi ini telah berkembang menjadi sebuah denominasi yang aktif di banyak negara, melanjutkan semangat misi dan pelayanan holistik yang ditekankan oleh Simpson.
6.2. Institutions and Memorials
Beberapa institusi dan monumen didirikan di seluruh dunia untuk menghormati nama Albert Benjamin Simpson, menandakan dampak dan warisannya yang berkelanjutan:
- Simpson University di Redding, California, Amerika Serikat.
- Albert B. Simpson School di Lima, Peru.
- A. B. Simpson Alliance School di Zamboanga City, Filipina.
- Sekolah Tinggi Teologi Simpson di Ungaran, Indonesia.
- Simpson Memorial Church di Jamalpur, Ahmedabad, India, yang didirikan pada tahun 1923 dan merayakan seratus tahunnya dari 1 Mei 2023 hingga 30 April 2024.
Institusi-institusi ini melanjutkan warisan Simpson dalam pendidikan, misi, dan pelayanan gerejawi di berbagai belahan dunia.
7. Works
Albert Benjamin Simpson adalah seorang penulis yang produktif, menghasilkan banyak buku dan himne yang mencerminkan pemikiran teologisnya dan visinya untuk misi.
- Wholly Sanctified (1880)
- The Gospel of Healing (1885; edisi baru dan diperbesar 1890)
- The Self Life and the Christ Life (1886)
- Divine Emblems in the Book of Genesis (1888)
- Divine Emblems in the Book of Exodus (1888)
- The Fourfold Gospel (1888; edisi ke-3 direvisi 1890)
- Hymns and Songs of the Four-Fold Gospel, and the Fullness of Jesus (1890)
- A Larger Christian Life (1890)
- The Life of Prayer (1890)
- The Christ of the Forty Days (1890)
- The Names of Jesus (1892)
- The Love Life of the Lord (edisi ke-3 direvisi 1895)
- The Holy Spirit' or 'Power From on High,' Volume I (1895)
- The Holy Spirit' or 'Power From on High,' Volume II (1895)
- Christ in the Tabernacle (1896)
- Days of Heaven Upon Earth: A Year Book of Scripture Texts and Living Truths (1897)
- Hymns of the Christian Life, Numbers One and Two (1897)
- Present Truths or the Supernatural (1897)
- Danger Lines in the Deeper Life (1898)
- But God: The Resources and Sufficiency of God (1899)
- Heart Messages for Sabbaths at Home (1899)
- The Sweetest Christian Life (1899)
- Service for the King (1900)
- The Apostolic Church (1900)
- Divine Emblems in Genesis and Exodus (1901)
- The Cross of Christ (1910)
- When the Comforter came; thirty-one meditations on the Holy Spirit--one for each day in the month (1911)
- Life More Abundantly (1912)
- The Coming One (1912)
- Michele Nardi: The Italian Evangelist; His Life and Work (1916)
- The Gentle Love of the Holy Spirit
Kompilasi Anumerta:
- Songs of the Spirit: Hitherto Unpublished Poems and a Few Old Favorites (1920)
- Missionary Message (1925)
- Standing on Faith and Talks on the Self Life (1932)
- Walking in the Spirit: A Series of Arresting Addresses on the Subject of the Holy Spirit in Christian Experience (1952)
8. Biographical Works
Beberapa karya biografi dan penelitian telah ditulis untuk mendokumentasikan kehidupan dan pelayanan Albert Benjamin Simpson.
- The Life of A.B. Simpson oleh Albert E. Thompson (1920; dicetak ulang 1960)
- Wingspread: Albert B. Simpson-a Study in Spiritual Altitude oleh A. W. Tozer (1943)
- A. B. Simpson and the Pentecostal Movement: A Study in Continuity, Crisis, and Change oleh Charles Nienkirchen (1992)
- The Heart of the Gospel: A. B. Simpson, the Fourfold Gospel, and Late Nineteenth-Century Evangelical Theology oleh Bernie A. Van De Walle (2009)
- A.B.: The Unlikely Founder of a Global Movement oleh David P. Jones (2019)
- A.B. Simpson and the Making of Modern Evangelicalism oleh Daryn Henry (2019)