1. Masa Muda dan Latar Belakang
Chan Yuen Ting memiliki latar belakang yang kuat dalam bidang akademis dan kepelatihan, yang membentuk fondasi awal kariernya di dunia sepak bola.
1.1. Kelahiran dan Latar Belakang Keluarga
Chan Yuen Ting lahir pada 7 Oktober 1988 di Hong Kong, yang saat itu masih berada di bawah kekuasaan Hong Kong Britania. Minatnya terhadap sepak bola mulai tumbuh sejak masa remaja, khususnya setelah ia sangat mengagumi mantan pemain tim nasional Inggris, David Beckham. Meskipun orang tuanya awalnya menginginkan Chan untuk mengejar karier yang lebih stabil di luar bidang olahraga, ia tetap teguh pada pilihannya untuk berkecimpung di dunia sepak bola.
1.2. Pendidikan dan Awal Karier
Chan Yuen Ting menempuh pendidikan tinggi di Universitas Tionghoa Hong Kong, tempat ia meraih gelar sarjana di bidang geografi pada tahun 2010. Selama periode kariernya di klub Pegasus dan Southern, ia melanjutkan studinya dan berhasil memperoleh gelar master di bidang ilmu olahraga dan manajemen kesehatan.
Setelah lulus dari universitas, posisi profesional pertamanya adalah sebagai analis data untuk Hong Kong Pegasus FC (yang saat itu dikenal sebagai TSW Pegasus FC), sebuah peran yang ia jalani selama tiga tahun sejak 2010. Sebelum ditunjuk sebagai pelatih kepala Eastern Sports Club, ia bekerja sebagai asisten manajer di beberapa klub Liga Primer Hong Kong lainnya, termasuk Pegasus FC dan Southern District FC. Selain itu, Chan Yuen Ting juga pernah memegang peran kepelatihan di tim nasional wanita Hong Kong untuk sepak bola dan futsal. Ia juga merupakan mantan pemain tim nasional wanita Hong Kong. Di tingkat klub non-profesional, ia juga pernah bermain untuk sebuah tim yang berasal dari Sha Tin. Selama masa kepelatihannya di Pegasus FC, Chan berhasil memimpin tim U-18 mereka meraih tiga trofi.
2. Karier Kepelatihan
Perjalanan karier kepelatihan Chan Yuen Ting ditandai dengan berbagai penunjukan penting, serta keberhasilan yang fenomenal dan tantangan yang ia hadapi dalam menembus dominasi pria di dunia sepak bola.
2.1. Periode Pertama di Eastern SC (2015-2017)
Periode pertamanya di Eastern Sports Club merupakan puncak pencapaian awal karier Chan Yuen Ting, di mana ia berhasil mencetak sejarah dalam sepak bola profesional pria.
2.1.1. Penunjukan dan Musim Perdana yang Bersejarah
Pada Desember 2015, Chan Yuen Ting ditunjuk sebagai pelatih kepala Eastern Sports Club di Liga Primer Hong Kong, menggantikan Yeung Ching Kwong. Penunjukan ini menjadikannya pelatih wanita pertama dalam sejarah liga tersebut. Di bawah kepemimpinannya, Eastern SC menunjukkan performa yang luar biasa sepanjang musim 2015-16. Tim tersebut hanya mengalami satu kekalahan dari lima belas pertandingan sejak Chan mengambil alih. Keberhasilan ini membawa Eastern SC meraih gelar juara Liga Primer Hong Kong musim 2015-16.
Dengan kemenangan tersebut, Chan Yuen Ting mencetak sejarah sebagai wanita pertama di dunia yang melatih tim sepak bola profesional pria dan memenangkan gelar juara di liga top suatu negara. Pencapaian monumental ini secara resmi diakui dan dicatat oleh Guinness World Records. Sebulan setelah penunjukannya, Eastern juga berhasil memenangkan Hong Kong Senior Challenge Shield 2015-16, menambahkan trofi lain ke daftar pencapaian mereka.
2.1.2. Debut di Liga Champions AFC
Pada tahun 2017, Chan Yuen Ting kembali mencetak sejarah dengan memimpin Eastern SC dalam pertandingan Liga Champions AFC 2017 melawan Guangzhou Evergrande. Momen ini menjadikannya wanita pertama yang melatih sebuah klub sepak bola pria dalam kompetisi kontinental papan atas. Meskipun Eastern SC tidak berhasil meraih kemenangan dalam debutnya di Liga Champions AFC dan kemudian kalah dari Kawasaki Frontale di pertandingan keenam, partisipasinya tetap menjadi tonggak penting dalam sejarah sepak bola.
2.2. Pengunduran Diri dan Kembali ke Eastern SC (2017-2019)
Setelah periode pertamanya yang gemilang, Chan Yuen Ting menghadapi berbagai tantangan yang mengarah pada keputusan untuk mundur dan kemudian kembali melatih Eastern SC.
Pada Mei 2017, Chan Yuen Ting mengundurkan diri dari posisi pelatih kepala Eastern SC. Alasan utama pengunduran dirinya termasuk tingkat stres yang tinggi, kegagalan tim meraih trofi selama musim 2016-17, dan keinginannya untuk menyelesaikan kursus Lisensi Pro AFC. Ia berhasil memperoleh Lisensi Pro AFC serta Lisensi Futsal Level 2 AFC, yang merupakan sertifikasi kepelatihan tertinggi.
Setahun kemudian, pada 18 Juli 2018, Chan kembali ditunjuk sebagai pelatih kepala Eastern SC. Namun, periode keduanya di klub tersebut tidak berlangsung lama. Ia kembali mengundurkan diri kurang dari tujuh bulan kemudian, tepatnya pada 4 Februari 2019, setelah tim hanya meraih satu kemenangan dalam sepuluh pertandingan terakhir, menandakan periode performa yang kurang memuaskan.
2.3. Peran Kepelatihan Lain
Selain tugasnya di Eastern SC, Chan Yuen Ting juga telah mengemban berbagai peran kepelatihan lain yang menunjukkan jangkauan keahliannya.
Saat ini, Chan Yuen Ting menjabat sebagai pelatih kepala Jiangsu L.F.C.. Selain itu, ia pernah memegang peran kepelatihan bersama tim nasional wanita Hong Kong di tingkat asosiasi sepak bola dan futsal. Di awal kariernya, ia juga berhasil memimpin tim U-18 Pegasus FC meraih tiga trofi, menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan bakat muda.
3. Penghargaan dan Kehormatan
Sepanjang kariernya, Chan Yuen Ting telah menerima berbagai penghargaan dan kehormatan, baik di tingkat klub maupun secara individu, yang menggarisbawahi kontribusinya yang signifikan dalam dunia sepak bola. Ia juga dianugerahi Bronze Bauhinia Star, sebuah penghargaan bergengsi di Hong Kong.
| Kategori | Penghargaan | Tahun |
|---|---|---|
| Klub | Liga Primer Hong Kong (sebagai Pelatih) | 2015-16 |
| Hong Kong Senior Challenge Shield (sebagai Pelatih) | 2015-16 | |
| Hong Kong Community Cup (sebagai Pelatih) | 2016 | |
| Individu | Pelatih Terbaik Hong Kong | 2016 |
| Pelatih Wanita Terbaik AFC | 2016 | |
| 100 Wanita BBC | 2016 | |
| Bronze Bauhinia Star | Diberikan (tahun tidak spesifik) |
4. Warisan dan Pengaruh
Chan Yuen Ting memiliki dampak yang mendalam terhadap sepak bola dan masyarakat, terutama dalam mempromosikan kesetaraan gender dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Sebagai wanita pertama yang memimpin tim profesional pria meraih gelar juara liga dan melatih di kompetisi kontinental papan atas, Chan telah memecahkan batas gender yang kuat di dunia sepak bola. Keberhasilannya menjadi bukti bahwa kemampuan dan keahlian tidak dibatasi oleh gender, dan ia telah membuka pintu bagi lebih banyak perempuan untuk berkarier di posisi-posisi kepelatihan tertinggi dalam olahraga yang didominasi pria.
Chan juga mengungkapkan harapannya bahwa kesuksesannya akan mendorong investasi yang lebih besar dalam pengembangan sepak bola di Hong Kong. Ia tidak hanya menjadi simbol bagi perempuan di Asia, tetapi juga secara global, menginspirasi pelatih wanita lainnya, termasuk di Jepang, untuk terus berjuang dan mencapai impian mereka di lapangan hijau. Warisannya adalah contoh nyata dari kegigihan, inovasi, dan keberanian dalam menghadapi tantangan, serta menjadi mercusuar bagi kesetaraan dan inklusi di dunia olahraga.
5. Kehidupan Pribadi
Di luar lapangan, Chan Yuen Ting dikenal memiliki beberapa aspek kehidupan pribadi yang menarik perhatian publik.
Chan Yuen Ting dikenal dengan julukan 牛丸NiuwanBahasa Tionghoa atau Cowball. Julukan ini mencerminkan karakteristik atau kepribadiannya yang dikenal luas di kalangan penggemar dan media. Ketertarikannya pada sepak bola, seperti yang telah disebutkan, berawal dari kekagumannya pada David Beckham saat ia masih remaja, yang menjadi pemicu awal perjalanannya di dunia olahraga.