1. Early Life and Education
1.1. Birth and Family Background
Coluccio Salutati lahir pada 16 Februari 1331, di Stignano, sebuah komune kecil dekat Buggiano (sekarang Provinsi Pistoia, Tuscany). Beberapa sarjana, seperti Augusto Campana dan Mario Martelli, berpendapat bahwa tanggal lahirnya mungkin pada tahun 1332, berdasarkan surat-surat di mana Salutati menulis tentang usianya sendiri. Ayahnya tinggal di pengasingan di Bologna setelah kudeta Ghibelline di Buggiano. Setelah situasi di Buggiano menjadi lebih aman dan menjadi bagian dari Republik Firenze, keluarganya kembali ke sana.
1.2. Education and Early Influences
Salutati menempuh studi di Bologna. Selama masa mudanya dan saat bekerja sebagai notaris di Buggiano, ia mengejar studi sastra dan menjalin kontak dengan para humanis Firenze terkemuka seperti Giovanni Boccaccio dan Francesco Nelli. Ia adalah seorang koresponden yang mengagumi Petrarch, dan pengaruh Petrarch sangat besar dalam mendorongnya untuk menabur benih kebangkitan klasik dan model kehidupan klasik.
Kemahiran dan penguasaan bahasa Latin klasik yang luar biasa dalam surat-suratnya kepada para sarjana Firenze membuatnya dijuluki "Ape of Cicero" (Scimmia di CiceroneBahasa Italia), sebuah julukan yang menyiratkan pujian atas kemampuannya meniru gaya Cicero. Ia menghabiskan sebagian besar gajinya untuk mengumpulkan koleksi sekitar 800 buku, sedikit lebih sedikit dari koleksi milik Niccolò de' Niccoli, seorang humanis sezamannya.
2. Career
2.1. Early Public Service
Setelah kembali ke Buggiano, Salutati bekerja sebagai notaris dan kemudian menjabat di berbagai kota di Italia. Pada tahun 1367, ia diangkat sebagai kanselir Todi di Negara Gereja. Dari tahun 1368 hingga 1370, ia menemani sekretaris kepausan Francesco Bruni ke Roma sebagai asisten di Kurial Kepausan Paus Urbanus V, yang baru saja kembali dari Avignon (setelah periode Kepausan Avignon dari tahun 1305 hingga 1377). Pada tahun 1370, melalui koneksinya di kuria, ia diangkat menjadi kanselir kota Lucca yang kuat di Tuscany, namun ia dengan cepat kehilangan jabatan tersebut karena konflik internal di sana.
2.2. Chancellor of Florence
Pada tahun 1374, Coluccio Salutati menerima penunjukan di Firenze, dan pada tahun berikutnya, ia diangkat sebagai Kanselir Firenze, posisi terpenting dalam birokrasi Republik Firenze. Ia menjabat sebagai kanselir hingga kematiannya pada tahun 1406, sebuah periode yang berlangsung sekitar 30 tahun.
2.2.1. Role and Responsibilities
Sebagai kanselir, Salutati bertanggung jawab atas korespondensi resmi yang beredar luas dengan negara-negara lain, menyusun instruksi rahasia untuk para duta besar, melakukan diplomasi, dan menegosiasikan perjanjian. Ia digambarkan sebagai seorang yang "benar-benar luar biasa, diberkahi tidak hanya dengan pengetahuan hukum, kecerdasan politik, dan keterampilan diplomatik, tetapi juga dengan penetrasi psikologis, bakat untuk hubungan masyarakat, dan keterampilan sastra yang tidak biasa."
2.2.2. Diplomatic and Political Challenges
Kemampuan Salutati sebagai negarawan segera diuji ketika Firenze langsung menghadapi perang dengan kepausan. Salutati ditugaskan untuk menyampaikan pesan kepada Paus Gregorius XI untuk meyakinkannya bahwa Firenze masih merupakan anggota setia partai Guelf. Meskipun ia gagal mencegah perang dengan kepausan, Salutati segera menjadi kanselir paling terkenal di seluruh Italia dan seorang ahli dalam surat-menyurat formal.
Musuh utama Firenze selama masa jabatannya, Gian Galeazzo Visconti, Adipati Milan, pernah menyatakan bahwa salah satu surat Salutati dapat "menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada seribu pasukan berkuda Firenze." Selama hidupnya, Firenze berperang dua kali melawan rival utara yang kuat ini, Gian Galeazzo Visconti.
Terkadang surat-suratnya memiliki konsekuensi yang tidak terduga. Ketika ia menulis kepada penduduk Ancona pada tahun 1376, menghasut mereka, atas nama kebebasan mereka, untuk memberontak melawan gubernur yang ditunjuk oleh Paus, ia mengingatkan akan kejahatan yang diderita Italia atas nama Prancis. Berita tentang nada kasar suratnya sampai kepada Raja Prancis, yang kemudian mendorong Salutati untuk mengirim surat yang sangat bersahaja, meyakinkan Raja bahwa ia tidak bermaksud buruk dan bahwa Firenze akan selalu menjadi sahabat Prancis.
Dalam menghadapi ancaman Wabah Hitam pada awal 1380-an, ketika warga Firenze bergegas mengungsi dan kota dilanda kekacauan, Salutati menekankan pentingnya tanggung jawab sipil. Ia mengecam tindakan "meninggalkan tanah air di saat krisis" sebagai perilaku yang "tidak adil, tidak berani, tidak terkendali, maupun tidak bijaksana."
3. Humanism and Cultural Impact
3.1. Revival of Classical Learning
Coluccio Salutati adalah seorang penulis dan orator yang terampil, yang sangat memanfaatkan tradisi klasik dan mengembangkan gaya prosa yang kuat berdasarkan bahasa Latin Virgil dan Cicero. Ia meyakini bahwa, "Saya selalu percaya, saya harus meniru antikuitas tidak hanya untuk mereproduksinya, tetapi untuk menghasilkan sesuatu yang baru." Dalam pengertian ini, pandangannya sendiri tentang humanisme lebih luas daripada antiquarianisme generasi humanis yang ia bina.
Ia menghabiskan banyak gajinya untuk mengumpulkan koleksi sekitar 800 buku. Ia juga mengejar naskah-naskah klasik, membuat sejumlah penemuan penting, yang paling penting adalah surat-surat Cicero yang hilang, Epistulae ad Familiares (Surat-surat kepada Teman-temannya), yang menunjukkan Cicero sebagai pembela kebebasan republik. Salutati juga melakukan studi penting tentang sejarah, mengaitkan asal-usul Firenze bukan dengan Kekaisaran Romawi tetapi dengan Republik Romawi.
3.2. Patronage and Promotion of Humanists
Salutati secara aktif mempromosikan karya-karya humanis muda seperti Gian Francesco Poggio Bracciolini, Niccolò de' Niccoli, Leonardo Bruni, dan Pier Paolo Vergerio yang Tua. Gagasan-gagasan dan semangatnya menyebar luas melalui murid-muridnya, yang kemudian menjadi tokoh-tokoh penting dalam gerakan humanisme di seluruh Italia.
3.3. Introduction of Greek Studies
Salah satu pencapaian budaya terbesarnya adalah membawa sarjana Bizantium Manuel Chrysoloras ke Firenze pada tahun 1397 untuk mengajar salah satu kursus pertama dalam bahasa Yunani sejak berakhirnya Kekaisaran Romawi. Setelah Boethius, sedikit orang Barat yang berbicara atau membaca bahasa Yunani. Banyak karya kuno Yunani tentang sains dan filsafat tidak tersedia dalam terjemahan Latin. Pada zaman Salutati, beberapa teks Latin Aristoteles telah tiba di Eropa melalui Muslim Spanyol dan Sisilia. Namun, teks-teks ini telah diterjemahkan dari bahasa Arab, bukan langsung dari bahasa Yunani. Dengan membawa Chrysoloras ke Firenze, Salutati memungkinkan sekelompok sarjana terpilih (termasuk Bruni dan Vergerio) untuk membaca Aristoteles dan Plato dalam bahasa Yunani kuno aslinya.
4. Writings and Intellectual Legacy
4.1. Major Works
Karya-karya utama Coluccio Salutati mencakup:
- De saeculo et religione (1381)
- De fato, fortuna et casu (1393-1399)
- De nobilitate legum et medicinae (1399)
- De tyranno (1400) - Diterbitkan sekitar tahun 1400, risalah ini kemungkinan besar mengambil model Visconti sebagai tirani, meskipun di dalamnya Salutati (meskipun seorang republikan) tetap menjadi pendukung monarki universal yang bersifat providensial, seperti yang telah diajukan oleh Dante. Karya ini dianggap sebagai pendahulu penting dari Sang Pangeran karya Machiavelli.
- Invectiva (1403)
- De laboribus Herculis (tentang "Pekerjaan-pekerjaan Heracles"), yang merupakan karya terakhirnya dan tidak selesai.
4.2. Political Philosophy and Civic Thought
Salutati adalah seorang republikan yang gigih. Ia menyerukan kepada warga Firenze untuk melawan monarki Milan, membenarkan perjuangan Republik Firenze sebagai perjuangan rakyat bebas melawan otoritarianisme. Ia berpendapat bahwa kebebasan adalah guru sejati kebajikan dan ibu dari hukum, dan hanya melalui kebebasanlah kebajikan dan kemampuan manusia dapat sepenuhnya ditingkatkan. Ia juga menyatakan bahwa kepentingan umum hanya dapat dilestarikan di bawah hukum yang menjamin kebebasan.
Ia mengklaim bahwa Firenze adalah keturunan dari Republik Romawi dan merupakan "Roma kecil," dengan kebebasan sebagai "warisan yang diwarisi dari leluhur." Ia mengkritik keras mereka yang percaya diri sebagai penguasa, menyatakan bahwa keyakinan tersebut sama dengan mengakui bahwa mereka melakukan kejahatan besar. Ketika ia membaca salinan surat-surat Cicero yang ditemukan pada tahun 1392, ia memuji kehidupan sipil yang diadvokasi Cicero dan mengecam Kaisar sebagai diktator dan pengkhianat yang menghancurkan kehidupan sipil. Argumen ini kemudian diteruskan oleh Leonardo Bruni dan sangat memengaruhi pembentukan pandangan republikan tentang manusia dan sejarah di Firenze.
Namun, sekitar tahun 1400, ketika perang dengan Milan semakin memburuk, Salutati mulai menerima sebagian dari gagasan monarki absolut. Dalam karyanya De tyranno, ia berpendapat bahwa "adalah kodrat alam bahwa yang lebih baik harus memerintah," dan ia bahkan menyatakan, "Oh, Cicero, jika seorang pangeran ada di zamanmu, mungkin Anda tidak akan mengalami perang saudara dan kekacauan sebesar itu." Ia membenarkan tindakan Kaisar yang mengakhiri perang saudara demi perdamaian dan ketertiban di Republik Romawi akhir. Salutati menyatakan bahwa tanpa "kemurahan hati dan keadilan penakluk [Kaisar]," tidak ada harapan untuk hasil yang baik di Republik Romawi akhir. Pandangan ini mencerminkan perjuangannya untuk menyeimbangkan cita-cita republik dengan kebutuhan akan stabilitas dan ketertiban dalam menghadapi krisis politik yang parah.
5. Death
Coluccio Salutati meninggal dunia pada 4 Mei 1406. Sebagai pengakuan atas jasanya yang luar biasa sebagai kanselir, kota Firenze membayar 250 FLR untuk pemakamannya.
6. Legacy and Evaluation
6.1. Contemporary Reputation
Selama masa hidupnya, Coluccio Salutati dikenal luas dan dihormati. Ia dijuluki "Ape of Cicero" (Scimmia di CiceroneBahasa Italia) karena kemahirannya dalam bahasa Latin klasik dan gaya surat-menyuratnya. Gian Galeazzo Visconti, musuh utama Firenze, pernah mengakui kekuatan pengaruhnya dengan mengatakan bahwa salah satu surat Salutati dapat "menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada seribu pasukan berkuda Firenze."
Ia dianggap sebagai kanselir paling terkenal di seluruh Italia. Para pemuda yang berdatangan dari berbagai penjuru Italia memanggilnya "guru spiritual," dan seorang tokoh sezaman menggambarkannya sebagai "ahli pidato yang menghidupkan kembali semua penyair jenius dari zaman kuno."
6.2. Influence on Later Thinkers
Gagasan dan semangat humanisme Salutati menyebar luas melalui murid-muridnya, termasuk Leonardo Bruni dan Poggio Bracciolini, yang kemudian menjadi tokoh-tokoh penting dalam humanisme Renaisans. Karyanya De tyranno secara signifikan memengaruhi pemikiran politik di kemudian hari, terutama Sang Pangeran karya Machiavelli.
Salutati memainkan peran krusial dalam kebangkitan kembali semangat klasik Yunani dan Romawi, serta dalam mempromosikan humanisme sipil yang menekankan pentingnya partisipasi aktif warga negara dalam kehidupan publik. Berkat upayanya, cita-cita Renaisans untuk menghidupkan kembali dunia kuno menjadi nilai yang tak tergoyahkan pada zamannya, dan Firenze berhasil bertransformasi menjadi ibu kota intelektual Renaisans yang sesungguhnya.
6.3. Commemoration
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya yang luar biasa, kota Firenze membayar 250 FLR untuk pemakaman kenegaraan Coluccio Salutati pada tahun 1406.