1. Gambaran Umum
Francis Morgan Ayodélé Thompson, lebih dikenal sebagai Daley Thompson, Daley ThompsonBahasa Inggris, lahir pada 30 Juli 1958, adalah seorang mantan atlet decathlon asal Inggris yang secara luas diakui sebagai salah satu atlet decathlon terhebat sepanjang masa. Dengan dominasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, Thompson memenangkan medali emas dalam ajang decathlon di Olimpiade Musim Panas 1980 di Moskow dan Olimpiade Musim Panas 1984 di Los Angeles, menjadikannya hanya atlet kedua dalam sejarah yang meraih dua gelar Olimpiade berturut-turut di cabang ini, setelah Bob Mathias.
Sepanjang kariernya yang gemilang, Thompson memecahkan rekor dunia decathlon sebanyak empat kali dan tetap tak terkalahkan dalam kompetisi selama sembilan tahun. Ia juga mengumpulkan sejumlah gelar bergengsi lainnya, termasuk satu gelar Kejuaraan Dunia Atletik pada tahun 1983 di Helsinki, dua gelar Kejuaraan Eropa Atletik, dan tiga gelar Pesta Olahraga Persemakmuran. Kemampuannya yang seimbang dalam berbagai disiplin atletik-lempar, lompat, dan lari-menjadikannya prototipe atlet decathlon yang ideal. Keberaniannya, kepribadiannya yang karismatik, dan sikapnya yang terkadang anti-kemapanan tidak hanya memukau penonton tetapi juga meninggalkan jejak signifikan dalam sejarah atletik, menginspirasi banyak atlet dan memperkuat posisi decathlon sebagai ujian utama kemampuan atletik serbaguna.
2. Kehidupan Awal dan Latar Belakang
Daley Thompson menghabiskan masa mudanya dalam lingkungan keluarga yang kompleks, yang turut membentuk kepribadian dan tekadnya. Sejak usia dini, ia menunjukkan minat pada olahraga, terutama sepak bola, sebelum akhirnya menemukan panggilannya di dunia atletik.
2.1. Kelahiran dan Keluarga
Thompson lahir dengan nama Francis Morgan Ayodélé Thompson pada 30 Juli 1958 di Notting Hill, London, Inggris. Ia adalah putra kedua dari pasangan Frank Thompson, seorang warga Nigeria Britania yang mengelola perusahaan taksi, dan Lydia, seorang ibu asal Skotlandia dari Dundee. Nama depannya, Ayodélé, berasal dari bahasa Yoruba yang berarti "kegembiraan datang ke rumah".
Ketika Thompson berusia enam tahun, ayahnya meninggalkan rumah. Beberapa tahun kemudian, saat Thompson berusia sebelas atau dua belas tahun, ayahnya meninggal dunia setelah ditembak di Streatham oleh suami seorang wanita yang sebelumnya diantar oleh ayahnya dan seorang teman. Peristiwa-peristiwa ini membentuk pengalaman masa kecil Thompson. Ia memiliki dua putra dengan pacarnya, Lisa, dan tiga putra dengan mantan istrinya, Tish. Kedua putranya, Elliot dan Alex, juga aktif di bidang olahraga. Elliot Thompson menjadi juara decathlon nasional pada Kejuaraan Atletik Britania Raya 2022, 46 tahun setelah Daley meraih gelar nasional pertamanya. Sementara itu, Alex bermain rugby untuk Universitas Bath dan Timnas Rugby Seven Inggris.
2.2. Masa Sekolah
Pada usia tujuh tahun, Lydia mengirim Thompson ke Sekolah Asrama Farney Close di Bolney, Sussex. Thompson menggambarkan sekolah tersebut sebagai "tempat bagi anak-anak bermasalah". Meskipun demikian, masa sekolahnya juga menjadi tempat di mana minatnya pada olahraga mulai berkembang. Awalnya, ia bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, namun kemudian mengalihkan perhatiannya ke atletik, yang terbukti menjadi keputusan penting dalam hidupnya.
3. Karier Atletik
Karier atletik Daley Thompson ditandai dengan dominasi yang luar biasa dalam decathlon, di mana ia mencatatkan rekor-rekor dunia dan memenangkan berbagai gelar bergengsi, menjadikannya salah satu ikon olahraga di Britania Raya.
3.1. Awal Karier
Thompson memulai karier atletiknya sebagai anggota Haywards Heath Harriers. Pada tahun 1975, setelah kembali ke London, ia bergabung dengan klub atletik Newham and Essex Beagles dan berlatih sebagai seorang pelari cepat. Pelatihnya, Bob Mortimer, menyarankan agar ia mencoba decathlon setelah salah satu atlet decathlonnya sakit cacar air. Ia mengikuti kompetisi decathlon pertamanya pada tahun itu di Cwmbran, Wales, dan berhasil memenangkannya, begitu pula kompetisi berikutnya.
Pada tahun 1976, ia memenangkan gelar AAA dan membuat debut Olimpiadenya pada usia 18 tahun di Montreal. Meskipun hanya finis di posisi ke-18, pengalaman ini menjadi batu loncatan. Tahun berikutnya, ia meraih gelar Eropa Junior. Pada tahun 1978, ia meraih gelar Persemakmuran pertamanya di Edmonton, Kanada, yang merupakan awal dari tiga gelar Persemakmuran berturut-turut. Pada tahun 1979, ia gagal menyelesaikan satu-satunya decathlonnya di tahun tersebut, namun berhasil memenangkan lompat jauh di Kejuaraan Inggris.
3.2. Puncak Karier dan Pemecahan Rekor Dunia
Thompson mengawali musim Olimpiade 1980 dengan memecahkan rekor dunia decathlon dengan 8648 poin di Hypo-Meeting di Götzis, Austria, pada bulan Mei. Prestasi ini disusul dengan meraih medali emas di Olimpiade Moskow. Setelah musim 1981 yang relatif tenang, ia kembali dalam performa puncak pada tahun 1982. Di Götzis, ia memecahkan rekor dunia lagi dengan 8730 poin, dan pada bulan September di Kejuaraan Eropa Atletik 1982 di Athena, ia meningkatkan rekor tersebut menjadi 8774 poin. Sebulan kemudian, di Brisbane, Thompson meraih gelar Persemakmuran keduanya.
Pada tahun 1983, Thompson memenangkan Kejuaraan Dunia Atletik 1983 yang perdana di Helsinki, menjadi atlet decathlon pertama yang secara bersamaan memegang gelar kontinental (Eropa), dunia, dan Olimpiade. Dengan kemenangannya di Kejuaraan Dunia, ia juga menjadi atlet pertama dalam cabang olahraga apa pun yang secara simultan memegang gelar Olimpiade, Dunia, kontinental, dan Persemakmuran dalam satu ajang.
Thompson menghabiskan sebagian besar musim panas 1984 di California untuk mempersiapkan diri mempertahankan gelar Olimpiadenya. Jürgen Hingsen, atlet Jerman Barat yang sempat merebut rekor dunia dari Thompson, diperkirakan menjadi ancaman utama. Thompson memimpin sejak cabang pertama dan tidak pernah melepaskan keunggulannya sepanjang kompetisi. Awalnya, ia diperkirakan nyaris menyamai rekor dunia hanya dengan selisih satu poin karena dianggap mengendur di cabang lari 1500 meter. Namun, setelah pemeriksaan foto akhir, ditemukan bahwa Thompson seharusnya diberi satu poin lebih banyak di lari gawang 110 meter, sehingga ia sebenarnya berhasil menyamai rekor Hingsen. Ketika tabel penilaian baru diperkenalkan, Thompson kembali menjadi pemegang rekor tunggal dengan skor yang dihitung ulang menjadi 8847 poin. Rekor dunia ini bertahan hingga tahun 1992, ketika dilewati oleh atlet Amerika Dan O'Brien dengan skor 8891 poin. Dua kemenangan Thompson di decathlon Olimpiade adalah pencapaian yang hanya ia bagi dengan atlet Amerika Bob Mathias dan Ashton Eaton. Penampilan Thompson pada tahun 1984 masih menjadi rekor Britania Raya. Pada tahun 2002, keberhasilan Thompson mempertahankan gelar Olimpiadenya menempati peringkat ke-34 dalam jajak pendapat Channel 4 untuk "100 Momen Olahraga Terhebat".
3.3. Persaingan dengan Jürgen Hingsen
Persaingan antara Daley Thompson dan atlet Jerman Barat, Jürgen Hingsen, adalah salah satu rivalitas paling legendaris dalam dunia atletik sepanjang tahun 1980-an. Keduanya secara bergantian memecahkan rekor dunia, menciptakan ketegangan dan drama di setiap pertemuan mereka. Meskipun Hingsen berhasil beberapa kali merebut rekor dunia, Thompson selalu unggul dalam kompetisi-kompetisi besar. Ia tetap tak terkalahkan dalam semua kompetisi decathlon selama sembilan tahun, dari tahun 1978 hingga 1987. Persaingan sengit ini tidak hanya mendorong Thompson dan Hingsen mencapai batas kemampuan mereka, tetapi juga meningkatkan popularitas dan daya tarik decathlon secara global.
3.4. Cedera dan Pensiun
Setelah meraih gelar Persemakmuran ketiganya pada Pesta Olahraga Persemakmuran 1986 dan juga memenangkan Kejuaraan Eropa lainnya pada tahun 1986, Thompson tidak pernah sepenuhnya pulih ke performa puncak seperti tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 1987, ia mengalami kekalahan decathlon pertamanya dalam sembilan tahun ketika ia finis di urutan kesembilan di Kejuaraan Dunia Atletik. Di Olimpiade keempatnya, Seoul 1988, ia harus puas di posisi keempat.
Thompson berhasil masuk tim Pesta Olahraga Persemakmuran untuk keempat kalinya pada tahun 1990, namun terpaksa mundur karena cedera. Cedera hamstring yang terus-menerus memaksanya untuk pensiun dari atletik pada tahun 1992, menandai berakhirnya karier kompetitif yang gemilang.
3.5. Catatan Terbaik Pribadi
Berikut adalah catatan terbaik pribadi Daley Thompson di setiap cabang decathlon, berdasarkan profil World Athletics:
| Cabang | Hasil | Lokasi | Tanggal | Poin |
|---|---|---|---|---|
| Decathlon | 8798 poin | Los Angeles | 9 Agustus 1984 | 8798 poin |
| Lari 100 meter | 10.26 s (+2.0 m/s) | Stuttgart | 28 Agustus 1986 | 1032 poin |
| Lompat jauh | 8.01 m (+0.4 m/s) | Los Angeles | 8 Agustus 1984 | 1063 poin |
| Tolak peluru | 15.73 m | Stuttgart | 27 Agustus 1986 | 835 poin |
| Lompat tinggi | 2.11 m | Götzis | 17 Mei 1980 | 906 poin |
| Lari 400 meter | 46.86 s | Götzis | 22 Mei 1982 | 965 poin |
| Lari gawang 110 meter | 14.04 s | Stuttgart | 28 Agustus 1986 | 969 poin |
| Lempar cakram | 47.62 m | Arles | 18 Mei 1986 | 821 poin |
| Lompat galah | 5.10 m | Toronto | 8 Juni 1983 | 941 poin |
| Lempar lembing | 64.04 m | Seoul | 29 September 1988 | 799 poin |
| Lari 1500 meter | 4:22.8 m | Praha | 31 Agustus 1978 | 797 poin |
| Performa Terbaik Virtual | 9128 poin | |||
4. Aktivitas Setelah Pensiun dari Atletik
Setelah mengakhiri karier atletiknya yang legendaris, Daley Thompson tidak berdiam diri. Ia menjelajahi berbagai bidang, termasuk sepak bola, pelatihan, dunia bisnis, dan media, menunjukkan keserbagunaannya di luar lintasan atletik.
4.1. Karier Sepak Bola dan Pelatihan
Pada tahun 1990-an, Thompson sempat mencoba peruntungannya di sepak bola profesional. Ia bermain singkat di tim cadangan untuk Mansfield Town dan tampil dalam satu pertandingan tim utama untuk klub non-liga Stevenage F.C. sebelum memiliki periode singkat di klub non-liga Ilkeston F.C.. Selain bermain, ia juga bekerja sebagai pelatih kebugaran untuk klub sepak bola Wimbledon F.C. dan Luton Town. Pada tahun 1994, Thompson bahkan berlatih dengan Reading F.C. dan mencetak gol dalam pertandingan persahabatan melawan Leatherhead F.C.. Ia juga mencoba olahraga motor, mengikuti Kejuaraan Ford Credit Fiesta Challenge pada tahun 1994.

4.2. Bisnis dan Kegiatan Media
Di luar bidang olahraga, Thompson juga aktif dalam berbagai kegiatan promosi dan bisnis. Ia terkenal karena penampilannya dalam iklan minuman Lucozade pada tahun 1980-an. Namanya juga digunakan untuk tiga permainan komputer berlisensi resmi oleh Ocean Software pada tahun 1980-an: Daley Thompson's Decathlon, Daley Thompson's Supertest, dan Daley Thompson's Olympic Challenge.
Pada tahun 2015, Thompson membuka pusat kebugarannya sendiri, Daley Fitness, yang berlokasi di Upper Richmond Road di London. Pada tahun 2018, ia bergabung dengan koki Gary Barnshaw dan mendirikan DT10 Sports, sebuah perusahaan yang menciptakan dan menjual berbagai produk nutrisi olahraga, termasuk minuman protein rendah gula dan batangan olahraga. Ia juga menjadi duta merek untuk jaringan agen perjalanan "Not Just Travel". Pada tahun 2024, autobiografinya yang berjudul Daley: Olympic Superstar diterbitkan oleh Chiselbury, dan sebuah film dokumenter tentang hidupnya dengan judul yang sama, Daley: Olympic Superstar, tayang di BBC pada Juli 2024.
4.3. Aktivitas Promosi dan Sosial
Daley Thompson juga terlibat dalam berbagai kegiatan promosi dan sosial yang melampaui dunia olahraga. Ia menjabat sebagai duta untuk Olimpiade London 2012, di mana ia fokus menyoroti manfaat yang akan dibawa oleh penyelenggaraan Olimpiade bagi pendidikan dan olahraga di sekolah-sekolah. Ia juga berpartisipasi dalam serial TV Jamie's Dream School pada tahun 2011.
Pada Agustus 2014, Thompson adalah salah satu dari 200 figur publik yang menandatangani surat terbuka kepada surat kabar The Guardian, menyatakan harapan mereka agar Skotlandia memilih untuk tetap menjadi bagian dari Britania Raya dalam referendum kemerdekaan pada bulan September. Pada tahun 2015, Thompson juga ikut membawakan acara pagi di talkSPORT seminggu sekali bersama Colin Murray hingga Murray meninggalkan stasiun tersebut pada tahun berikutnya.
5. Citra Publik dan Pengakuan
Daley Thompson dikenal di mata publik Britania Raya tidak hanya karena prestasinya yang luar biasa, tetapi juga karena kepribadiannya yang unik dan interaksinya yang terkadang kontroversial dengan media.
5.1. Citra Publik
Thompson adalah seorang penghibur alami yang berhasil memikat hati publik Inggris dengan kepribadiannya yang cair dan sikapnya yang anti-kemapanan. Ia memiliki selera humor yang khas dan seringkali menunjukkan sikap blak-blakan, yang justru membuatnya disukai banyak orang. Pendekatan yang tidak konvensional ini membedakannya dari banyak atlet lain pada masanya dan menjadikannya figur yang mudah diingat.
5.2. Penghargaan Utama dan Keterlibatan
Pada tahun 1982, Thompson dianugerahi penghargaan BBC Sports Personality of the Year, sebuah pengakuan atas dominasinya yang tak terbantahkan di dunia atletik. Pada Olimpiade Los Angeles 1984, setelah memenangkan medali emas decathlon keduanya, Thompson mengenakan kaus bertuliskan "IS THE WORLD'S 2ND GREATEST ATHLETE GAY?" (Apakah Atlet Terhebat Kedua di Dunia Gay?). Kaus tersebut dianggap ditujukan secara kejam kepada Carl Lewis, seorang pelari cepat Amerika Serikat yang saat itu sedang menghadapi rumor tentang orientasi seksualnya. Thompson sendiri menyatakan, "Atlet kedua bisa siapa saja, Carl Lewis, siapa saja." Insiden ini menunjukkan sisi provokatif dan berani Thompson yang terkadang menimbulkan kontroversi.
Pada tahun 2012, Thompson dituduh melakukan sentimen anti-Irlandia setelah mengomentari secara langsung di BBC TV bahwa pembuat tato yang salah eja "pasti orang Irlandia". Padahal, seniman tato tersebut sebenarnya berasal dari Amerika Serikat. Kontroversi ini menyoroti bagaimana humor dan komentarnya kadang-kadang disalahartikan atau menimbulkan kritik.
Pada Agustus 2014, Thompson menjadi salah satu dari 200 tokoh masyarakat yang menandatangani surat kepada The Guardian, menyatakan harapan mereka agar Skotlandia memilih untuk tetap menjadi bagian dari Britania Raya dalam referendum kemerdekaan. Ini menunjukkan keterlibatannya dalam isu-isu sosial dan politik penting.
6. Penghargaan Kehormatan
Daley Thompson telah menerima beberapa penghargaan kehormatan resmi dari pemerintah Inggris sebagai pengakuan atas pencapaian luar biasa dan kontribusinya pada olahraga.
- Pada tahun 1983, ia diangkat sebagai anggota Order of the British Empire (MBE) dalam daftar Penghargaan Tahun Baru 1983.
- Pada tahun 2000, ia dipromosikan menjadi Commander of the Order of the British Empire (CBE) dalam daftar Penghargaan Tahun Baru 2000.

7. Warisan dan Penilaian
Warisan Daley Thompson dalam dunia atletik tidak hanya terukir melalui rekor-rekornya, tetapi juga melalui kepribadiannya yang kuat dan dampaknya terhadap decathlon. Ia dianggap sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam olahraga, meskipun beberapa tindakannya juga memicu kritik.
7.1. Penilaian Positif
Daley Thompson secara luas diakui sebagai salah satu atlet decathlon terhebat sepanjang masa, dengan dominasinya yang luar biasa pada awal hingga pertengahan 1980-an. Robert Chalmers menggambarkannya sebagai "atlet serba bisa terhebat yang pernah dihasilkan negara ini". Prestasinya, termasuk empat kali memecahkan rekor dunia, dua medali emas Olimpiade, tiga gelar Persemakmuran, serta kemenangan di Kejuaraan Dunia dan Eropa, membuktikan kemampuannya yang tak tertandingi.
Keseimbangan dalam kemampuan lempar, lompat, dan lari menjadikannya atlet decathlon yang ideal dan inspirasi bagi banyak orang. Thompson tidak terkalahkan dalam kompetisi selama sembilan tahun, sebuah bukti konsistensi dan keunggulannya yang luar biasa. Warisannya mencakup tidak hanya pencapaian-pencapaian ini, tetapi juga cara ia mempopulerkan decathlon dan menginspirasi generasi atlet di Britania Raya dan seluruh dunia.
7.2. Kritik dan Kontroversi
Meskipun disanjung atas prestasinya, Daley Thompson juga tidak luput dari kritik dan kontroversi yang terkadang mencoreng citra publiknya. Salah satu insiden paling terkenal terjadi di Olimpiade Los Angeles 1984, ketika ia mengenakan kaus yang berisi pertanyaan provokatif tentang orientasi seksual Carl Lewis. Meskipun Thompson mengklaim bahwa "atlet kedua" bisa siapa saja, banyak yang melihatnya sebagai serangan pribadi terhadap Lewis, menciptakan ketegangan yang tidak perlu di tengah ajang olahraga terbesar.
Pada tahun 2012, Thompson kembali menjadi pusat perhatian negatif ketika ia membuat komentar yang dianggap anti-Irlandia di siaran langsung BBC TV. Ia mengaitkan kesalahan ejaan pada tato dengan orang Irlandia, padahal seniman tato tersebut adalah seorang Amerika. Insiden ini memicu tuduhan rasisme dan menunjukkan bahwa meskipun ia memiliki karisma, selera humornya terkadang bisa menyinggung dan menimbulkan reaksi keras dari publik dan media. Kritik-kritik ini, meskipun tidak mengurangi warisan atletiknya yang luar biasa, menyoroti sisi kepribadiannya yang kompleks dan terkadang kontroversial.