1. Kehidupan Awal
Bagian ini membahas latar belakang pribadi Danell Leyva, termasuk kelahirannya di Kuba, masa kecilnya yang dipengaruhi oleh keluarga pesenam, serta proses pembelotannya ke Amerika Serikat.
1.1. Latar Belakang Keluarga dan Masa Kecil
Danell Johan Leyva Gonzalez lahir pada 30 Oktober 1991, di Cárdenas, Kuba. Dengan tinggi 170 cm, ia tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan dunia senam, karena ibu tirinya, Maria Gonzalez, dan pelatihnya, Yin Alvarez, keduanya adalah mantan anggota tim senam nasional Kuba. Yin Alvarez dikenal karena gaya kepelatihannya yang penuh semangat, seringkali memberikan dukungan yang energik dari pinggir lapangan selama setiap elemen rutin senam Danell. Ayah biologis Leyva, Johan Leyva, saat ini tinggal di Spanyol.
1.2. Pembelotan ke Amerika Serikat
Ketika Danell Leyva baru berusia dua tahun, ibunya, Maria Gonzalez, bersama dirinya, membelot dari Kuba dan tiba di Miami, Amerika Serikat. Sementara itu, Yin Alvarez juga membelot ke Amerika Serikat dengan cara berenang melintasi Rio Grande saat timnya sedang berkompetisi di Meksiko. Beberapa tahun setelah keduanya menetap di Miami, Alvarez dan Gonzalez bersama-sama membuka sebuah sasana senam di sana. Mereka kemudian menikah pada tahun 2001, membentuk keluarga dan pusat pelatihan yang menjadi fondasi bagi karier senam Leyva di Amerika Serikat, di mana ia berlatih di klub seperti Team Hilton HHonors dan Universal Gymnastics.
2. Karier Senam
Danell Leyva memulai perjalanan senamnya sejak usia dini, menunjukkan bakat luar biasa yang membawanya dari kompetisi junior ke panggung Olimpiade. Bagian ini menguraikan perjalanan karier senamnya secara kronologis, menyoroti pencapaian dan transformasinya dalam olahraga tersebut. Leyva merupakan bagian dari tim nasional senam artistik pria AS dari tahun 2009 hingga 2016.
2.1. Karier Junior (2006-2008)
Leyva pertama kali berkompetisi di Winter Cup pada tahun 2006. Pada tahun yang sama, ia berpartisipasi dalam divisi junior Kejuaraan Nasional Senam AS (USA Gymnastics National Championships), di mana ia berhasil meraih posisi pertama di kategori all-around, memenangkan medali emas di senam lantai dan palang tunggal, serta berbagi medali perak di palang sejajar.
Pada tahun 2008, di Kejuaraan Nasional Junior, Leyva kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih gelar juara di kategori all-around, palang tunggal, palang sejajar, dan kuda-kuda pelana. Ia juga menjadi juara palang tunggal di Kejuaraan Senam Pan Amerika 2008 yang diselenggarakan di Rosario, Argentina, di mana ia juga meraih medali perak di kuda-kuda pelana dan palang sejajar. Berkat prestasinya ini, ia terpilih menjadi bagian dari tim untuk Kejuaraan Senam Pacific Rim 2008 yang digelar di San Jose, California. Di kejuaraan tersebut, tim AS memenangkan medali emas, dan Leyva sendiri meraih medali emas di all-around serta medali perunggu di palang sejajar pada final divisi junior.
2.2. Awal Karier Senior (2009-2011)
Pada tahun 2009, di usia 17 tahun, Leyva menjadi anggota termuda tim nasional senior AS. Di Kejuaraan Nasional, ia berhasil meraih medali emas di palang tunggal dan medali perak di palang sejajar. Ia juga terpilih sebagai salah satu dari empat pesenam pria AS yang berkompetisi di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2009 di London. Di sana, ia berhasil melaju ke final palang tunggal dan menempati posisi ke-4.
Pada tahun 2010, setelah meraih medali di dua alat andalannya (palang tunggal dan palang sejajar) di Winter Cup, Leyva terpilih untuk tim pria yang akan berkompetisi di Kejuaraan Pacific Rim di Melbourne. Ia memenangkan gelar individu di palang tunggal dan palang sejajar, serta medali perunggu di palang cincin. Tim AS juga meraih medali emas dalam acara tim. Ia juga berhasil lolos ke final all-around dan kuda-kuda pelana, di mana ia menempati posisi ke-7 di kedua acara tersebut. Pada musim panas, ia kembali berkompetisi di Kejuaraan Nasional Senam AS 2010 dan meraih medali emas di palang sejajar serta medali perak di kategori all-around. Ia kemudian terpilih untuk tim yang akan berkompetisi di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2010 di Rotterdam. Di sana, ia berkontribusi pada posisi ke-4 tim dan juga berhasil melaju ke final palang tunggal, menempati posisi ke-5.
Tahun 2011 menjadi puncak awal karier senior Leyva. Di Kejuaraan Nasional Senam AS 2011, ia mengalahkan juara nasional bertahan dan peraih medali perunggu dunia, Jonathan Horton, di kategori all-around, memenangkan Kejuaraan Nasional all-around senior pertamanya. Ia juga meraih gelar di palang sejajar dan palang tunggal. Setelah itu, ia terpilih sebagai salah satu atlet kunci untuk tim AS di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2011 di Tokyo, yang berhasil memenangkan medali perunggu dalam acara tim. Ini merupakan kali pertama tim pria AS memenangkan medali di Kejuaraan Dunia sejak tahun 2003. Leyva berhasil lolos ke final all-around, namun insiden tak terduga terjadi di rotasi terakhirnya ketika dagunya membentur palang tunggal, sehingga ia tidak dapat menyelesaikan rutinnya dan berakhir di posisi ke-24. Meskipun demikian, ia bangkit di final alat, di mana ia berhasil meraih medali emas di palang sejajar.
2.3. Olimpiade London 2012
Tahun 2012 merupakan tahun krusial bagi karier Danell Leyva. Ia berhasil meraih medali di beberapa ajang dalam Winter Cup 2012 dan kemudian memenangkan American Cup di Kota New York. Di Kejuaraan Nasional di Saint Louis, ia menempati posisi ke-2 di kategori all-around, di belakang John Orozco. Leyva berhasil mempertahankan gelar nasionalnya di palang sejajar dan palang tunggal.
Leyva kemudian berkompetisi di Uji Coba Olimpiade di San Jose, di mana ia berhasil menempati posisi pertama dengan skor gabungan dari Kejuaraan Visa dan dua hari Uji Coba. Kemenangan ini secara otomatis memberinya tempat di Tim Olimpiade AS bersama Orozco, yang menempati posisi kedua secara keseluruhan. Sehari setelahnya, diumumkan bahwa Leyva dan Orozco akan bergabung dengan Jonathan Horton, Sam Mikulak, dan Jake Dalton di London, dengan rekan setimnya dari Kejuaraan Dunia 2011, Alex Naddour, Steven Legendre, dan Chris Brooks sebagai atlet cadangan. Di Olimpiade London 2012, Leyva berhasil meraih medali perunggu yang sangat berharga di kategori individual all-around, mengukuhkan namanya di panggung dunia.
2.4. Periode Antar-Olimpiade (2013-2015)
Setelah meraih medali di Olimpiade London 2012, Leyva melanjutkan dominasinya di panggung dunia. Pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2014 di Nanning, ia berhasil meraih medali perak di palang sejajar dan medali perunggu sebagai bagian dari tim AS. Setahun kemudian, di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2015 yang diselenggarakan di Glasgow, Leyva kembali menunjukkan kehebatannya dengan meraih medali perak di palang tunggal. Selama periode ini, ia juga dikenal karena mengembangkan gerakan khasnya sendiri di palang tunggal, yaitu jam-dislocate-hop to undergrips, yang menunjukkan inovasi dan keahliannya dalam olahraga ini.
2.5. Olimpiade Rio 2016 dan Pensiun
Danell Leyva awalnya ditunjuk sebagai atlet cadangan untuk Tim Olimpiade AS pada tahun 2016. Namun, pada Juli 2016, ia ditambahkan ke tim setelah John Orozco harus mengundurkan diri karena cedera ligamen krusiat anterior (ACL). Pada 6 Agustus 2016, tim pria AS berhasil lolos ke final tim di posisi kedua. Leyva secara individual juga lolos ke final alat di palang sejajar dan palang tunggal.
Di final tim, Leyva menyumbangkan skor di kuda-kuda pelana, palang sejajar, dan palang tunggal. Sayangnya, ia mengalami jatuh di palang tunggal, dan tim AS kembali finis di posisi ke-5. Namun, Leyva menunjukkan semangat juangnya yang luar biasa. Pada 16 Agustus, ia memenangkan medali perak di final palang sejajar putra Olimpiade dengan skor 15.900. Sekitar satu setengah jam kemudian, ia kembali meraih medali perak lainnya di final palang tunggal, mencetak skor 15.500.
Meskipun awalnya hanya berstatus sebagai atlet cadangan, Leyva menjadi satu-satunya anggota tim pria yang berhasil membawa pulang dua medali dari Olimpiade Rio 2016. Kontribusinya menjadikan total medali tim senam pria AS menjadi tiga, bersama dengan medali perunggu Naddour di kuda-kuda pelana. Setelah Olimpiade Rio, Leyva secara efektif mengakhiri karier kompetitifnya di dunia senam, pensiun sebagai salah satu pesenam Amerika yang paling berprestasi.
3. Kehidupan Pribadi dan Aktivitas Pasca-Pensiun
Setelah pensiun dari dunia senam kompetitif, Danell Leyva menjalani transisi yang signifikan dalam kehidupan pribadi dan kariernya. Bagian ini membahas hubungan keluarganya, perjanjian sponsor yang ia miliki, dan perjalanannya menuju dunia akting dan advokasi sosial.
3.1. Keluarga dan Sponsor

Leyva memiliki seorang saudari bernama Dayanis Mesa, yang dikenal sebagai seorang pembawa acara televisi. Selama puncak karier atletiknya, Leyva juga menjalin beberapa perjanjian sponsor penting. Pada tahun 2013, ia menandatangani perjanjian sponsor multi-tahun dengan Adidas Gymnastics. Ia bergabung dengan sesama anggota Tim Olimpiade AS lainnya yang juga disponsori oleh Adidas, seperti Jake Dalton, McKayla Maroney, dan Jordyn Wieber.
3.2. Transisi ke Karier Akting dan Media
Setelah mengakhiri kariernya di dunia senam, Danell Leyva mulai mengejar karier di bidang akting dan media. Segera setelah Olimpiade 2016, ia pindah dari Miami ke Los Angeles untuk mengejar ambisi barunya dan mendaftar di kelas-kelas akting. Pada pertengahan tahun 2017, Leyva telah berhasil membintangi dua iklan televisi, tampil dalam sebuah acara Nickelodeon, dan bahkan bekerja sebagai konsultan koreografi untuk serial televisi populer Brooklyn Nine-Nine. Komitmennya terhadap industri hiburan juga ditunjukkan dengan keputusannya untuk membeli sebuah perusahaan produksi, yang kemudian ia namai "Parallel Entertainment," mengacu pada alat senam favoritnya, palang sejajar. Pada tahun 2019, Leyva juga berkompetisi dalam acara televisi tantangan fisik American Ninja Warrior, menunjukkan keberanian dan kemampuan atletiknya di luar arena senam.
3.3. Identitas Publik
Pada 11 Oktober 2020, bertepatan dengan National Coming Out Day, Danell Leyva secara terbuka mengungkapkan melalui Twitter bahwa ia mengidentifikasi dirinya sebagai biseksual dan panseksual. Pengungkapan ini merupakan momen penting bagi Leyva secara pribadi dan juga memberikan dampak sosial yang signifikan, khususnya dalam komunitas olahraga. Keputusannya untuk terbuka mengenai identitas seksualnya menyoroti pentingnya representasi dan inklusi bagi individu LGBTQ+ di mata publik. Tindakan Leyva ini berkontribusi pada upaya yang lebih luas untuk menciptakan lingkungan yang lebih menerima dan merangkul keragaman di dunia olahraga dan masyarakat secara keseluruhan, memberikan inspirasi bagi banyak orang yang mungkin menghadapi tantangan serupa terkait identitas mereka.
4. Warisan
Danell Leyva meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam dunia senam dan juga di luar arena olahraga. Sebagai salah satu pesenam pria paling berprestasi dalam sejarah Amerika, dengan total delapan medali Olimpiade dan Kejuaraan Dunia, ia menempati posisi kedua setelah Paul Hamm dalam daftar pesenam pria Amerika yang paling banyak meraih penghargaan. Keahliannya yang luar biasa di palang sejajar dan palang tunggal, termasuk pengembangan gerakan khasnya sendiri, menunjukkan inovasi dan dedikasinya terhadap olahraga ini.
Di luar pencapaian atletiknya, warisan Leyva juga mencakup keberaniannya untuk mengejar karier baru di dunia akting dan media, menunjukkan bahwa atlet dapat bertransisi dengan sukses setelah pensiun. Yang tak kalah penting, pengungkapan publiknya sebagai individu biseksual dan panseksual menjadi tonggak penting. Ini tidak hanya memperlihatkan keberanian pribadinya, tetapi juga memperkuat pentingnya representasi LGBTQ+ dalam olahraga dan masyarakat. Leyva telah menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa integritas dan kejujuran diri dapat membawa dampak positif yang luas, serta membantu membangun dunia yang lebih inklusif dan menerima.