1. Kehidupan Awal dan Awal Karier Pemain
Eloy Jiménez lahir di Republik Dominika dan memulai karier bisbol profesionalnya bersama Chicago Cubs, berkembang melalui sistem liga minor sebelum debut di Major League Baseball.
1.1. Kelahiran dan Latar Belakang
Eloy Arturo Jiménez Solano lahir pada tanggal 27 November 1996. Ia berasal dari Republik Dominika, sebuah negara yang dikenal menghasilkan banyak talenta bisbol.
1.2. Bergabung dengan Chicago Cubs dan Karier Minor League
Jiménez dianggap sebagai agen bebas internasional paling prospektif pada tahun 2013. MLB.com menggambarkannya sebagai "pemain lima alat" (five-tool playerBahasa Inggris), mengesankan para pencari bakat dengan kecerdasan, kecepatan, dan kemampuan memukulnya yang kuat dari satu sisi ke sisi lapangan. Pada Juli 2013, ia menandatangani kontrak dengan Chicago Cubs dengan bonus penandatanganan sebesar 2.80 M USD.
Debut profesionalnya dilakukan pada tahun 2014 bersama tim rookie-level Arizona League Cubs, namun ia terbatas hanya pada 164 penampilan plate akibat cedera bahu. Meskipun demikian, para pencari bakat tetap optimis karena usia mudanya dan kemampuan fisik yang luar biasa. Pada tahun 2015, Jiménez dipromosikan ke tim short-season Single-A Eugene Emeralds. Di sana, performanya jauh lebih baik, meningkatkan persentase on-base menjadi .328, dan mencetak tujuh home run dalam 250 penampilan plate.
Musim 2016 dimulai dengan tim Low-A South Bend Cubs. Ia menghabiskan seluruh musim 2016 di South Bend, memukul .329 dengan 14 home run dan 81 RBI dalam 112 pertandingan. Atas performa impresifnya, ia dianugerahi penghargaan Midwest League MVP. Setelah musim tersebut, Cubs menugaskan Jiménez ke Mesa Solar Sox di Arizona Fall League. Pada awal musim 2017, ia bergabung dengan Myrtle Beach Pelicans di High-A Carolina League.
2. Chicago White Sox (2017-2024)
Periode karier Eloy Jiménez di Major League Baseball sebagian besar dihabiskan bersama Chicago White Sox, di mana ia menunjukkan potensi besar namun juga menghadapi tantangan cedera.
2.1. Transfer ke White Sox dan Perkembangan Minor League
Pada 13 Juli 2017, Chicago Cubs menukar Jiménez, Dylan Cease, Matt Rose, dan Bryant Flete ke Chicago White Sox sebagai bagian dari kesepakatan untuk mendapatkan José Quintana. Setelah transfer, White Sox menugaskannya ke Winston-Salem Dash di Carolina League, dan kemudian mempromosikannya ke Birmingham Barons di Southern League (Double-A). Dalam total 89 pertandingan yang dimainkan antara tim Myrtle Beach, Winston-Salem, dan Birmingham pada tahun 2017, ia mencatatkan rata-rata pukulan .312 dengan 19 home run, 65 RBI, dan OPS .947. Setelah musim 2017, White Sox menambahkan Jiménez ke dalam daftar 40 pemain mereka untuk melindunginya dari Rule 5 draft.
Pada tahun 2018, White Sox menugaskan Jiménez ke Birmingham Barons, meskipun ia sempat absen di akhir spring training karena cedera lutut dan di awal musim reguler karena cedera otot pektoral. Pada bulan Juni, White Sox mempromosikannya ke Charlotte Knights di International League (Triple-A). Dalam total 108 pertandingan antara kedua tim tersebut, ia mencatatkan slash line .337/.384/.577 dengan 22 home run dan 75 RBI.
2.2. Debut MLB dan Kesuksesan Awal
Pada 22 Maret 2019, Eloy Jiménez menandatangani kontrak enam tahun senilai 43.00 M USD dengan White Sox. Kesepakatan tersebut mencakup dua tahun opsi tambahan bagi tim yang dapat meningkatkan total nilai kontrak hingga 75.00 M USD. Kontrak ini menjadi yang terkaya bagi seorang pemain sebelum debut Major League-nya.
Jiménez dipromosikan ke daftar 25 pemain White Sox untuk musim 2019. Pada 12 April, ia mencetak dua home run pertamanya di Major League melawan pelempar New York Yankees, Jonathan Holder dan Chad Green. Ia ditempatkan di daftar cedera pada 29 April karena cedera pergelangan kaki. Pada 18 Juni 2019, Jiménez mencetak home run dua run yang menentukan kemenangan melawan mantan timnya, Chicago Cubs, dari pelempar Pedro Strop, mengantarkan White Sox meraih kemenangan 3-1.
Secara keseluruhan pada tahun 2019, Jiménez tampil dalam 122 pertandingan, memukul .267 dengan persentase on-base .316, 31 home run, dan 79 RBI. Dalam aspek pertahanan pada tahun 2019, ia memiliki peringkat Defensive Runs Saved (DRS) -11, yang merupakan yang terendah di Major League di antara pemain luar kiri. Eloy menempati posisi keempat dalam pemungutan suara Rookie of the Year.
Pada musim 2020 yang diperpendek akibat pandemi, Jiménez memukul .296 dengan persentase on-base .332, mencetak 14 home run, dan 41 RBI dalam 55 pertandingan. Pada musim itu, ia meraih Silver Slugger Award pertamanya.
2.3. Riwayat Cedera dan Fluktuasi Performa
Karier Eloy Jiménez sering kali terganggu oleh cedera serius yang memengaruhi konsistensi penampilannya. Pada 24 Maret 2021, Jiménez mengalami ruptur tendon pektoral kiri saat mencoba menggagalkan home run yang dipukul oleh penangkap Oakland Athletics, Sean Murphy, dalam pertandingan spring training. Cedera ini memerlukan operasi dan ia diperkirakan absen selama lima hingga enam bulan. Pada 1 April, Jiménez ditempatkan di daftar cedera 60 hari.
Pada 26 Juli, Jiménez diaktifkan dari daftar cedera dan kembali tampil untuk pertama kalinya di musim itu. Sehari setelahnya, pada 27 Juli, ia mencetak home run tiga run yang menentukan kemenangan di inning ke-8 melawan Kyle Zimmer, membantu White Sox menang 5-3. Home run tersebut diukur sejauh 140 m (459 ft). Pada 8 dan 9 Agustus, Jiménez menjadi pemain pertama dalam sejarah White Sox yang mencetak dua home run dan lima RBI dalam dua pertandingan berturut-turut. Dua home run pada 8 Agustus dicetak melawan pelempar Chicago Cubs, Zach Davies dan Michael Rucker, sementara dua home run pada 9 Agustus dicetak melawan pelempar Minnesota Twins, Beau Burrows. Pada 7 September dalam pertandingan melawan Oakland Athletics di Oakland Coliseum, Jiménez terkena bola foul di lutut saat berada di dugout, yang dipukul oleh rekan setimnya Andrew Vaughn. Jiménez meninggalkan pertandingan dengan memar tulang yang signifikan. Sepanjang tahun 2021, Jiménez memukul .249 dengan persentase on-base .303 dalam 55 pertandingan, dengan 10 home run dan 37 RBI.
Dalam seri melawan Twins pada 23 April 2022, Jiménez menderita cedera hamstring saat mencoba mencapai first base dan diperkirakan absen selama 6-8 minggu. Pada 6 Juli, Jiménez diaktifkan dari daftar cedera dan mencetak home run pada penampilan at-bat keduanya. Secara keseluruhan pada tahun 2022 bersama White Sox, Jiménez tampil dalam 84 pertandingan, memukul .295/.358/.500 dengan 16 home run dan 54 RBI. Ia juga memukul .246 dengan dua home run dan enam RBI bersama Charlotte (Triple-A).
Pada 6 Mei 2023, Jiménez menjalani apendektomi dan ditempatkan di daftar cedera. Ia kembali bermain pada 28 Mei, lebih cepat dari yang diperkirakan. Jiménez bermain dalam 120 pertandingan untuk Chicago pada tahun 2023, mencatatkan slash line .272/.317/.441 dengan 18 home run dan 64 RBI.
2.4. Musim Terakhir di White Sox
Pada musim 2024, Jiménez tampil dalam 65 pertandingan untuk White Sox, memukul .240 dengan persentase on-base .297 dan slugging percentage .345, mencetak lima home run dan 16 RBI. Penampilannya menunjukkan penurunan dibandingkan musim-musim sebelumnya, yang menjadi faktor dalam keputusan tim untuk mentransfernnya.
3. Karier Selanjutnya
Setelah periode panjang bersama Chicago White Sox, Eloy Jiménez melanjutkan kariernya dengan tim-tim lain.
3.1. Baltimore Orioles (2024)
Pada 30 Juli 2024, White Sox menukar Jiménez beserta sejumlah uang kepada Baltimore Orioles sebagai imbalan untuk Trey McGough. Dalam 33 pertandingan untuk Baltimore, ia mencatatkan slash line .232/.270/.316 dengan satu home run dan tujuh RBI. Pada 2 November, Orioles memutuskan untuk tidak mengambil opsi kontrak klub Jiménez untuk tahun 2025, memilih untuk membayar biaya buyout sebesar 3.00 M USD. Hal ini menandai akhir masa singkatnya bersama Orioles.
3.2. Tampa Bay Rays (2025-sekarang)
Pada 23 Desember 2024, Jiménez menandatangani kontrak liga minor dengan Tampa Bay Rays. Langkah ini memberinya kesempatan untuk kembali menunjukkan performa terbaiknya dan berkontribusi bagi tim di masa depan.
4. Gaya Bermain dan Karakteristik
Eloy Jiménez dikenal sebagai seorang pemukul dengan kekuatan luar biasa yang mampu menghasilkan home run dan pukulan keras lainnya. Di awal kariernya, ia digambarkan sebagai "pemain lima alat" yang menunjukkan potensi besar dalam memukul, berlari, melempar, dan bertahan. Kemampuan memukulnya yang kuat sering kali menjadi sorotan, terutama kemampuannya untuk mencetak home run penting yang menentukan kemenangan.
Namun, di sisi lain, Jiménez memiliki tantangan dalam aspek pertahanan, khususnya di posisi pemain luar. Peringkat Defensive Runs Saved (DRS) yang rendah (-11 pada tahun 2019) menunjukkan bahwa ia sering kali kesulitan dalam kontribusinya di lapangan belakang dibandingkan dengan kemampuan memukulnya. Meskipun demikian, reputasinya sebagai pemukul yang berbahaya menjadikannya aset berharga di barisan lineup, terutama sebagai pemukul pukul.
5. Pencapaian dan Penghargaan Utama
Sepanjang kariernya, Eloy Jiménez telah meraih beberapa pencapaian dan penghargaan signifikan:
- Midwest League MVP (2016)
- American League Silver Slugger Award (Outfielder) (2020)
- Menempati posisi ke-4 dalam pemungutan suara Rookie of the Year (2019)
- Menjadi pemain pertama dalam sejarah Chicago White Sox yang mencetak dua home run dan lima RBI dalam dua pertandingan berturut-turut (Agustus 2021)
6. Statistik Karier
| Tahun | Tim | G | PA | AB | R | H | 2B | 3B | HR | TB | RBI | SB | CS | SAC | SF | BB | IBB | HBP | SO | GDP | AVG | OBP | SLG |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2019 | Chicago White Sox | 122 | 494 | 451 | 69 | 120 | 18 | 0 | 31 | 239 | 79 | 0 | 0 | 0 | 2 | 30 | 1 | 11 | 134 | 10 | .266 | .316 | .513 |
| 2020 | Chicago White Sox | 55 | 221 | 206 | 31 | 61 | 13 | 0 | 14 | 116 | 41 | 0 | 0 | 0 | 1 | 12 | 0 | 2 | 49 | 6 | .296 | .332 | .559 |
| 2021 | Chicago White Sox | 55 | 213 | 197 | 23 | 49 | 11 | 0 | 10 | 90 | 37 | 0 | 0 | 0 | 1 | 13 | 0 | 2 | 53 | 5 | .249 | .303 | .457 |
| 2022 | Chicago White Sox | 84 | 342 | 315 | 37 | 93 | 18 | 0 | 16 | 157 | 54 | 0 | 0 | 0 | 1 | 21 | 0 | 5 | 85 | 10 | .295 | .358 | .500 |
| 2023 | Chicago White Sox | 120 | 497 | 445 | 53 | 121 | 22 | 0 | 18 | 197 | 64 | 0 | 0 | 0 | 5 | 40 | 3 | 7 | 135 | 12 | .272 | .338 | .443 |
| 2024 | Chicago White Sox | 65 | 261 | 242 | 21 | 58 | 12 | 0 | 5 | 83 | 16 | 0 | 0 | 0 | 0 | 18 | 0 | 1 | 76 | 9 | .240 | .297 | .343 |
| 2024 | Baltimore Orioles | 33 | 122 | 112 | 10 | 26 | 4 | 0 | 1 | 35 | 7 | 0 | 0 | 0 | 1 | 7 | 0 | 2 | 34 | 1 | .232 | .270 | .313 |
7. Kehidupan Pribadi
Informasi publik mengenai kehidupan pribadi Eloy Jiménez, termasuk pernikahan, hubungan keluarga, atau hobi, sangat terbatas dalam sumber-sumber yang tersedia.
8. Warisan dan Penilaian
Eloy Jiménez memasuki Major League Baseball sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di generasinya, dengan harapan besar untuk menjadi bintang ofensif. Kemampuan memukulnya yang eksplosif, khususnya kekuatannya dalam mencetak home run, memang sering kali terbukti dan membuatnya menjadi ancaman nyata di barisan lineup. Pencapaian seperti Silver Slugger Award pada tahun 2020 adalah bukti dari potensi ofensif yang dimilikinya.
Namun, kariernya juga ditandai oleh serangkaian cedera serius, termasuk ruptur tendon pektoral, cedera hamstring, dan apendisitis. Cedera-cedera ini secara signifikan mengganggu konsistensinya di lapangan, membatasi jumlah pertandingan yang bisa ia mainkan, dan mungkin menghambat perkembangannya. Meskipun ia selalu menunjukkan kemampuan untuk kembali dengan performa yang baik setelah cedera, frekuensi dan sifat cedera tersebut telah membentuk narasi kariernya.
Selain itu, pertahanan Jiménez menjadi area yang memerlukan perbaikan. Meskipun ia memiliki kekuatan memukul yang mumpuni, kontribusinya di lapangan luar sering kali menjadi kelemahan. Seiring dengan cedera, tantangan pertahanan ini telah memengaruhi perannya dalam tim, sering kali menempatkannya di posisi pemukul pukul (designated hitter) untuk meminimalkan risiko defensif. Secara keseluruhan, warisan Jiménez adalah campuran dari potensi besar dan bakat ofensif alami, yang dibayangi oleh perjuangan melawan cedera dan tantangan pertahanan yang menghambatnya mencapai tingkat konsistensi tertinggi sebagai pemain all-around.