1. Kehidupan dan Karier
Gottlieb Duttweiler menempuh perjalanan hidup yang luar biasa, dari seorang pengusaha inovatif yang mendirikan Migros hingga menjadi tokoh politik yang memperjuangkan hak-hak sipil. Bagian ini merangkum perkembangan karier dan kontribusi utamanya dalam bisnis dan politik.
1.1. Kehidupan Awal dan Latar Belakang
Duttweiler lahir di Zurich, Swiss, pada tanggal 15 Agustus 1888. Latar belakang keluarganya dan lingkungan tempat ia dibesarkan di Zurich membentuk dasar bagi pemikiran progresif dan semangat kewirausahaannya di kemudian hari.
1.2. Pendirian Migros
Pada tahun 1925, Gottlieb Duttweiler memulai usahanya dengan lima kendaraan. Ia mendirikan Migros, sebuah jaringan toko kelontong yang bertujuan membawa kebutuhan sehari-hari langsung kepada konsumen dengan menghilangkan perantara. Strategi ini memungkinkan Migros menawarkan produk dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga menarik banyak konsumen. Akibatnya, banyak produsen awalnya memboikot Migros. Untuk mengatasi hal ini, Duttweiler memutuskan agar Migros sendiri memproduksi atau mengemas produk-produk yang tidak tersedia, memastikan pasokan barang yang konsisten dan terjangkau bagi pelanggannya.
1.3. Model Koperasi Migros dan Dampak Sosial
Pada tahun 1941, Gottlieb Duttweiler dan istrinya, Adele Duttweiler, mengambil langkah revolusioner dengan mengalihkan kepemilikan Migros kepada para pelanggan mereka, menjadikannya sebuah koperasi. Keputusan ini menegaskan komitmen mereka terhadap model bisnis yang berorientasi pada masyarakat, bukan hanya keuntungan.
Duttweiler juga menetapkan bahwa Migros harus menyumbangkan persentase tertentu dari total pendapatannya untuk kegiatan budaya, atletik, dan hobi. Inisiatif ini melahirkan Migros-club-schools (sekolah klub Migros) yang menyediakan berbagai kursus hobi dan pendidikan bagi masyarakat. Selain itu, ia juga memprakarsai pembangunan Park im Grüene, yang dikenal juga sebagai Dutti-Park, sebuah taman publik yang menjadi tempat rekreasi dan kegiatan komunitas, berlokasi di situs yang kemudian menjadi Institut Gottlieb Duttweiler.
1.4. Diversifikasi Bisnis
Migros di bawah kepemimpinan Duttweiler tidak hanya berfokus pada ritel makanan, tetapi juga melakukan diversifikasi bisnis yang signifikan. Pada tahun 1949, ia berpartisipasi dalam Buchclub Ex Libris, sebuah klub buku yang kemudian diintegrasikan ke dalam grup Migros pada tahun 1956.
Pada tahun 1952, Reederei Zürich AG, sebuah perusahaan yang berbasis di Zurich, memesan kapal kargo bernama 'Adele' dari galangan kapal H. C. Stülcken Sohn di Hamburg, Jerman. Kapal ini diluncurkan pada 15 Juli 1952 dan dibaptis oleh Adele Duttweiler, istri Gottlieb Duttweiler, atas nama Federation of Migros Cooperatives (Migros Genossenschaftsbund). Akuisisi dan pengoperasian kapal ini menunjukkan ambisi Migros dalam logistik dan rantai pasok. Pada tahun 1958, Duttweiler juga mendirikan Migros Bank, yang memperluas jangkauan layanan Migros ke sektor keuangan.
1.5. Aktivitas Politik
Selain kiprahnya di dunia bisnis, Duttweiler juga aktif dalam dunia politik. Pada tanggal 30 Desember 1936, ia mendirikan partai politik Landesring der Unabhängigen (Aliansi Independen). Partai ini dibentuk untuk mewakili kepentingan konsumen dan kelompok masyarakat yang kurang terwakili dalam politik Swiss.
Duttweiler adalah pendukung kuat hak pilih perempuan di Swiss. Menurut legenda Migros, Duttweiler sendiri yang pada tahun 1925 menyadari kebutuhan perempuan akan produk yang terjangkau. Setelah terjadi perselisihan sengit antara Migros yang baru berdiri dengan para pengecer yang sudah mapan, Duttweiler menganggap pengecer tersebut sebagai "musuh perempuan" karena praktik mereka menjual produk dengan harga terlalu tinggi. Legenda ini juga menyebutkan bahwa kepala keluarga memboikot Migros, tetapi para ibu rumah tangga diam-diam berbelanja di tokonya. Dukungannya terhadap hak pilih perempuan dan perjuangan untuk harga yang adil menunjukkan komitmennya terhadap keadilan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
2. Kehidupan Pribadi
Kehidupan pribadi Gottlieb Duttweiler sangat terkait dengan istrinya, Adele Duttweiler, yang juga merupakan mitra penting dalam visi dan misinya. Bersama-sama, mereka mendirikan Adele und Gottlieb Duttweiler Stiftung (Yayasan Adele dan Gottlieb Duttweiler). Yayasan ini didirikan untuk memastikan bahwa Migros akan terus beroperasi sebagai koperasi di masa depan, sesuai dengan akta pendiriannya, menjaga prinsip-prinsip sosial dan koperasi yang mereka yakini.
3. Kematian dan Warisan
Gottlieb Duttweiler meninggal dunia di Zurich pada tanggal 8 Juni 1962. Warisan yang ditinggalkannya tidak hanya berupa perusahaan besar Migros, tetapi juga berbagai institusi dan penghargaan yang terus mengenang kontribusinya yang signifikan bagi masyarakat Swiss.

3.1. Institut Gottlieb Duttweiler
Setelah kematiannya, Institut Gottlieb Duttweiler didirikan di Rüschlikon. Institut ini berfungsi sebagai wadah pemikiran dan penelitian independen yang berfokus pada isu-isu sosial, ekonomi, dan tren masa depan. Pendiriannya merupakan bentuk penghormatan terhadap visi Duttweiler yang selalu berorientasi pada inovasi dan kemajuan masyarakat.
3.2. Penghargaan Gottlieb Duttweiler
Untuk menghormati warisan dan kontribusi Gottlieb Duttweiler, Penghargaan Gottlieb Duttweiler mulai diberikan pada tahun 1970. Penghargaan ini diberikan kepada individu atau organisasi yang menunjukkan pemikiran inovatif dan berani dalam bidang ekonomi, sosial, atau lingkungan, sejalan dengan semangat Duttweiler. Beberapa penerima penghargaan terkemuka termasuk mantan presiden Ceko Václav Havel dan mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan. Pada tahun 2019, penghargaan ini bahkan diberikan kepada IBM Watson, sebuah sistem kecerdasan buatan, menunjukkan relevansi penghargaan ini dalam mengakui inovasi di berbagai bidang.
4. Pengaruh
Pengaruh Gottlieb Duttweiler terhadap masyarakat dan ekonomi Swiss sangat mendalam dan berkelanjutan. Model bisnisnya yang berani, yang menghilangkan perantara untuk menurunkan harga, secara fundamental mengubah lanskap ritel Swiss, menjadikan barang-barang kebutuhan pokok lebih mudah diakses oleh masyarakat luas. Filosofi koperasinya, yang mengalihkan kepemilikan Migros kepada konsumen, adalah langkah revolusioner yang memberdayakan masyarakat dan memastikan bahwa keuntungan perusahaan digunakan untuk kepentingan sosial dan budaya.
Melalui inisiatif seperti sekolah klub Migros dan Park im Grüene, Duttweiler menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan, rekreasi, dan kesejahteraan komunitas. Ini bukan sekadar strategi bisnis, melainkan manifestasi dari keyakinannya bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar. Di ranah politik, pendirian partai Landesring der Unabhängigen dan dukungannya yang vokal terhadap hak pilih perempuan menegaskan posisinya sebagai pembela keadilan sosial dan hak-hak sipil. Ia berjuang untuk suara-suara yang kurang terwakili dan menantang status quo demi masyarakat yang lebih adil. Secara keseluruhan, Duttweiler meninggalkan warisan sebagai seorang visioner yang berhasil menggabungkan inovasi bisnis dengan tanggung jawab sosial, menciptakan model yang berkelanjutan dan berpihak pada rakyat.