1. Kehidupan Awal
Heo Seung-hoon lahir pada tanggal 25 Desember 1997 di Korea Selatan. Sebelum memulai karier profesionalnya sebagai pemain, ia sempat menjadi mitra latihan untuk tim Samsung di Korea Selatan. Meskipun ia tidak pernah diumumkan sebagai pemain pengganti resmi untuk tim tersebut, pengalaman ini menjadi fondasi awal bagi perjalanan kompetitifnya.
2. Karier Bermain Profesional
Huni memulai karier profesionalnya sebagai pemain League of Legends pada tahun 2015, menjelajahi berbagai liga dan tim di Eropa, Korea Selatan, dan Amerika Utara, dikenal karena gaya bermainnya yang agresif dan kemampuannya menggunakan beragam champion di posisi top laner.
2.1. Awal Karier dan EU LCS (2015)
Pada 8 Januari 2015, Huni bergabung dengan tim Eropa Fnatic sebagai top laner utama. Tim ini membentuk daftar pemain baru yang terdiri dari pemain yang relatif tidak dikenal, kecuali YellOwStaR, bersama dengan Reignover, Febiven, dan Steelback. Meskipun ekspektasi awalnya rendah, Fnatic menunjukkan performa yang mengesankan di EU LCS Musim Semi 2015, menempati posisi kedua di musim reguler dengan rekor pertandingan 13-5. Berkat penampilan gemilangnya, Huni memenangkan penghargaan "Rookie Luar Biasa" atau "Rookie of the Split" untuk EU LCS. Di babak playoff, Huni dan Fnatic berhasil meraih gelar juara EU LCS Musim Semi 2015 setelah mengalahkan Unicorns of Love dalam seri ketat 3-2.
Setelah kemenangan tersebut, Huni bersama Fnatic berpartisipasi dalam Mid-Season Invitational 2015. Mereka berhasil melewati babak grup dan mencapai semi-final, di mana mereka harus mengakui keunggulan tim Korea Selatan SK Telecom T1 dalam seri yang sangat sengit dengan skor 2-3.
Kembali ke EU LCS untuk Musim Panas 2015, Huni dan Fnatic mencetak sejarah dengan menjadi tim pertama dalam sejarah LCS yang menyelesaikan musim reguler tanpa terkalahkan, dengan rekor 18-0. Meskipun rekor tak terkalahkan mereka berakhir di final oleh Origen, Fnatic tetap berhasil memenangkan final dengan skor 3-2. Huni juga terpilih sebagai anggota tim utama All-Pro di musim panas ini.
Selanjutnya, Huni dan Fnatic melaju ke Kejuaraan Dunia League of Legends 2015. Mereka tergabung dalam Grup B bersama ahq e-Sports Club dari Taiwan, Cloud9 dari Amerika Utara, dan Invictus Gaming dari Tiongkok. Fnatic berhasil keluar sebagai juara grup. Di perempat final, Huni dan Fnatic dengan mudah mengalahkan Edward Gaming dari Tiongkok dengan skor 3-0. Perjalanan mereka terhenti di semi-final setelah dikalahkan oleh KOO Tigers dari Korea Selatan dengan skor 0-3. Huni juga berpartisipasi dalam ajang All-Star setelah musim berakhir.
2.2. Debut NA LCS (2016)
Menjelang musim 2016, Huni dan rekan setimnya, Reignover, meminta kenaikan gaji dari Fnatic, yang ditolak oleh organisasi tersebut. Akibatnya, keduanya memutuskan untuk bergabung dengan tim baru di NA LCS, Immortals, yang sedang dibentuk di Amerika Utara. Di Immortals, mereka bergabung dengan veteran seperti WildTurtle, Pobelter, dan Adrian.
Di musim semi NA LCS 2016, Huni menunjukkan performa yang naik turun, tetapi berhasil membawa timnya lolos ke babak playoff. Immortals finis di posisi ketiga di musim reguler dan juga di babak playoff. Di musim panas, Immortals menunjukkan performa yang lebih baik di musim reguler, finis di posisi kedua, tetapi kembali gagal di babak playoff. Immortals kemudian kalah di kualifikasi regional dari Cloud9, menyebabkan Huni dan timnya kehilangan kesempatan untuk berpartisipasi di Kejuaraan Dunia. Huni juga sempat dibandingkan dengan top laner Impact selama babak kualifikasi ini.
2.3. SK Telecom T1 (2017)
Pada 1 Desember 2016, SK Telecom T1, juara dunia bertahan, mengumumkan bahwa Huni telah resmi menjadi anggota tim mereka. Di musim semi LCK 2017, Huni berhasil memenangkan persaingan posisi top laner utama melawan Profit dan berperan penting dalam kemenangan tim di LCK Musim Semi serta babak playoff.
Huni dan SKT T1 kemudian melanjutkan dominasi mereka dengan meraih gelar juara di Mid-Season Invitational 2017. Namun, di musim panas LCK, Huni mengalami penurunan performa, yang sebagian disebabkan oleh kurangnya sinergi dengan jungler Peanut. Akibatnya, Untara mulai lebih sering tampil sebagai top laner utama di pertengahan musim.
Di Rift Rivals 2017, Huni kembali menjadi starter dan berkontribusi pada posisi runner-up LCK di turnamen tersebut. Huni kemudian ditunjuk sebagai top laner utama tim di Kejuaraan Dunia League of Legends 2017. Ia menunjukkan performa yang kuat sepanjang turnamen, membantu SKT T1 mencapai babak final. Meskipun demikian, tim tersebut harus puas menjadi runner-up setelah kalah di pertandingan final.
2.4. Periode Kedua di NA LCS (2018-2022)
Setelah periode suksesnya di SKT T1, Huni kembali ke NA LCS dan bermain untuk beberapa tim dari tahun 2018 hingga 2022.
2.4.1. Echo Fox (2018)
Pada 8 Desember 2017, Huni bergabung dengan Echo Fox. Di musim semi NA LCS 2018, timnya berhasil menempati posisi pertama di musim reguler, dan Huni mendapatkan penghargaan All-Pro atas penampilannya yang dominan. Namun, di babak playoff, Echo Fox kalah di semi-final dari juara akhirnya, Team Liquid, meskipun mereka berhasil memenangkan pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Clutch Gaming.
Di musim panas, performa tim sedikit menurun, dan mereka kalah di perempat final dari Team SoloMid. Huni juga menunjukkan performa yang kurang baik di Rift Rivals 2018. Echo Fox kemudian kembali kalah dari Team SoloMid di kualifikasi regional, sehingga mereka gagal lolos ke Kejuaraan Dunia League of Legends 2018.
2.4.2. Clutch Gaming dan Dignitas (2019-2020)
Pada 27 November 2018, Huni menandatangani kontrak dengan Clutch Gaming. Di musim semi 2019, tim ini menunjukkan performa yang buruk dan gagal lolos ke babak playoff. Namun, di musim panas, Clutch Gaming bangkit kembali. Mereka berhasil mengalahkan Team SoloMid di perempat final sebelum akhirnya kalah dari Team Liquid di semi-final. Huni dan Clutch Gaming kemudian berhasil lolos ke Kejuaraan Dunia League of Legends 2019 melalui babak kualifikasi regional, di mana mereka memenangkan tiga pertandingan berturut-turut untuk mengamankan slot terakhir. Sayangnya, di Kejuaraan Dunia 2019, tim secara keseluruhan menunjukkan performa yang kurang baik dan tereliminasi di babak grup.
Setelah musim berakhir, dilaporkan bahwa Huni menyetujui perpanjangan kontrak dua tahun dengan timnya, yang kemudian di-rebranding menjadi Dignitas. Kontrak ini bernilai sekitar 2.30 M USD selama dua tahun, menjadikannya salah satu pemain dengan gaji tertinggi dalam sejarah LCS.
2.4.3. Evil Geniuses (2020)
Di pertengahan musim 2020, Huni berpindah tim dan bergabung dengan Evil Geniuses pada 29 Mei 2020. Selama periode singkatnya bersama Evil Geniuses, Huni menunjukkan performa yang stabil dan berkontribusi pada lolosnya tim ke babak playoff musim panas.
2.4.4. Team SoloMid (2021-2022)
Pada 30 November 2020, Huni bergabung dengan Team SoloMid (TSM). Di musim semi 2021, ia menunjukkan performa yang baik dan terpilih sebagai anggota tim ketiga All-Pro. Ia melanjutkan performa yang solid di musim panas, membantu TSM lolos ke babak playoff dan kembali terpilih sebagai anggota tim ketiga All-Pro. Namun, di babak playoff, Huni dan timnya menunjukkan performa yang kurang memuaskan, yang turut menyebabkan eliminasi TSM.
3. Pensiun dan Aktivitas Pasca-Pensiun
Setelah karier yang panjang dan cemerlang sebagai pemain profesional, Huni mengambil keputusan untuk pensiun dan beralih ke peran lain di komunitas e-sports.
3.1. Pensiun sebagai Pemain
Pada bulan Agustus 2022, Huni secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari karier profesional League of Legends. Keputusan ini didasari oleh masalah pergelangan tangan yang berulang dan terus-menerus mengganggunya. Ia mengalami cedera pergelangan tangan yang membuatnya tidak dapat bermain secara optimal, yang pada akhirnya memaksanya untuk pensiun dari kompetisi.
3.2. Kegiatan Kepelatihan dan Analis
Setelah pensiun sebagai pemain, Huni sempat bergabung dengan Team SoloMid sebagai pelatih. Namun, masa jabatannya sebagai pelatih hanya berlangsung singkat, sekitar dua minggu, karena timnya tereliminasi dari semua turnamen yang diikuti, dan ia kemudian mengundurkan diri dari posisi tersebut.
Sejak musim semi 2023, Huni bergabung dengan tim komentator dan analis untuk LCK. Ia menjadi bagian dari tim analisis di LCK, memberikan wawasan dan perspektif ahli tentang pertandingan. Menjelang musim 2024, ia beralih posisi menjadi bagian dari meja analisis global LCK, melanjutkan kontribusinya terhadap siaran dan komunitas League of Legends.
4. Afiliasi Tim
Berikut adalah daftar tim e-sports tempat Heo Seung-hoon (Huni) secara resmi berafiliasi selama karier profesionalnya:
| # | Tim | Periode | Liga | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Fnatic | 2015.01.08 - 2015.11.15 | LEC | |
| 2 | Immortals | 2015.12.09 - 2016.12.02 | LCS | |
| 3 | SK Telecom T1 | 2016.12.02 - 2017.11.24 | LCK | |
| 4 | Echo Fox | 2017.12.08 - 2018.11.27 | LCS | |
| 5 | Clutch Gaming | 2018.11.27 - 2020.04.27 | LCS | Di-rebranding menjadi Dignitas |
| 6 | Evil Geniuses | 2020.05.29 - 2020.11.30 | LCS | |
| 7 | Team SoloMid | 2020.11.30 - 2022.07.21 | LCS |
5. Hasil Turnamen dan Penghargaan
Berikut adalah daftar pencapaian turnamen utama dan penghargaan individu yang diraih Heo Seung-hoon (Huni) selama karier profesionalnya:
- Juara - EU LCS Musim Semi 2015 (bersama Fnatic)
- Penghargaan "Rookie Luar Biasa" EU LCS Musim Semi 2015
- Semi-final - Mid-Season Invitational 2015 (bersama Fnatic)
- Juara - EU LCS Musim Panas 2015 (bersama Fnatic)
- Semi-final - Kejuaraan Dunia League of Legends 2015 (bersama Fnatic)
- Posisi 3 - NA LCS Musim Semi 2016 (bersama Immortals)
- Posisi 2 (musim reguler) - NA LCS Musim Panas 2016 (bersama Immortals)
- Posisi 3 (playoff) - NA LCS Musim Panas 2016 (bersama Immortals)
- Juara - LCK Musim Semi 2017 (bersama SKT T1)
- Juara - LCK Musim Semi Playoff 2017 (bersama SKT T1)
- Juara - Mid-Season Invitational 2017 (bersama SKT T1)
- Runner-up - Rift Rivals 2017 (mewakili LCK)
- Posisi 4 - LCK Musim Panas 2017 (bersama SKT T1)
- Runner-up (playoff) - LCK Musim Panas 2017 (bersama SKT T1)
- Runner-up - Kejuaraan Dunia League of Legends 2017 (bersama SKT T1)
- Posisi 3 - NA LCS Musim Semi 2018 (bersama Echo Fox)
- Runner-up - Rift Rivals 2018: NA vs EU (bersama Echo Fox)
- Posisi 5-6 - NA LCS Musim Panas 2018 (bersama Echo Fox)
- Posisi 3 - Final Regional NA LCS 2018 (bersama Echo Fox)
- Posisi 9 - LCS Musim Semi 2019 (bersama Clutch Gaming)
- Posisi 4 - LCS Musim Panas 2019 (bersama Clutch Gaming)
- Juara - Final Regional LCS 2019 (bersama Clutch Gaming)
- Terpilih sebagai "Heroes" di Esports Hall of Fame
6. Warisan dan Pengaruh
Huni telah meninggalkan jejak yang signifikan dalam skena e-sports League of Legends, terutama sebagai seorang top laner. Ia dikenal dengan gaya bermainnya yang sangat agresif, yang sering kali mendominasi jalur atas dan menciptakan keunggulan untuk timnya di awal permainan. Kemampuannya untuk bermain champion-champion agresif dan menekan lawan membuatnya menjadi ancaman konstan dan sering kali menarik perhatian jungler lawan, yang pada gilirannya membuka kesempatan bagi rekan satu timnya di jalur lain.
Perjalanan karier Huni yang melintasi tiga wilayah utama (Eropa, Korea Selatan, dan Amerika Utara) menunjukkan adaptabilitas dan keahliannya yang luar biasa. Ia berhasil meraih kesuksesan di setiap wilayah yang ia mainkan, mulai dari menjadi rookie yang bersinar di Eropa, menjuarai liga dan MSI di Korea bersama tim legendaris SKT T1, hingga menjadi pemain kunci dan salah satu dengan gaji tertinggi di NA LCS.
Pengaruhnya tidak hanya terbatas pada gaya bermainnya, tetapi juga pada dinamika tim yang ia perkuat. Kehadiran Huni sering kali meningkatkan performa tim secara keseluruhan, membuktikan bahwa seorang top laner yang agresif dan berorientasi pada kemenangan dapat menjadi tulang punggung yang kuat bagi sebuah komposisi tim. Setelah pensiun, transisinya ke peran analis LCK menunjukkan komitmen berkelanjutannya terhadap komunitas e-sports, di mana ia kini berbagi pengetahuannya yang mendalam tentang permainan kepada penggemar dan pemain generasi baru. Huni dikenang sebagai salah satu pemain top laner yang paling menarik dan berpengaruh dalam sejarah League of Legends.