1. Informasi Pribadi dan Karier Junior
1.1. Kelahiran dan Latar Belakang
Junya Tanaka lahir pada 15 Juli 1987 di Itabashi, Tokyo, Jepang. Ia sering digambarkan oleh media sebagai sosok yang "ikemen" (pria tampan) karena penampilannya yang menarik.
Pada 21 Desember 2013, Tanaka menikah dengan model Manami Ui, yang setahun lebih tua darinya. Pasangan ini menyambut kelahiran putri pertama mereka pada 16 Juli 2014. Sebuah fakta menarik tentang hubungan mereka adalah bahwa mereka terus saling memanggil dengan sebutan "Ui-san" dan "Tanaka" setelah menikah.
Salah satu bakat tersembunyi Junya Tanaka adalah kaligrafi, yang telah ia pelajari sejak sekolah menengah pertama. Pada tahun 2013, ia bahkan memiliki rubrik khusus di program hari pertandingan resmi Kashiwa Reysol, yang berjudul "Seni Kaligrafi Satu Puncak Dua Kaligrafi dari Saint Kaligrafi Itabashi, Junya Tanaka", di mana ia memamerkan kemampuannya. Pada 27 Oktober 2015, Tanaka mengumumkan bahwa ia telah menandatangani kontrak manajemen dengan LesPros Entertainment, agensi yang juga menaungi istrinya, Manami Ui.
1.2. Karier Junior dan Akademik
Junya Tanaka memulai perjalanan sepak bolanya secara serius pada usia enam tahun, saat ia duduk di kelas satu sekolah dasar pada tahun 1994. Selama masa sekolah dasar, ia bermain untuk Takashimadaira SC dan juga mengikuti akademi sepak bola Mitsubishi Yowa SC. Setelah lulus, ia melanjutkan ke tim junior Mitsubishi Yowa Sugamo SC.
Dengan gaya bermain yang agresif, ditandai dengan dribbling yang kuat dan tendangan kaki kiri yang dahsyat, ia mendapatkan julukan "Adriano dari Mitsubishi Yowa" pada masa juniornya, merujuk pada pemain Brasil Adriano Leite Ribeiro. Saat tahun terakhirnya di sekolah menengah atas, Daito Bunka University Daiichi High School pada tahun 2005, ia adalah striker andalan tim dan mengenakan nomor punggung "10". Meskipun berpartisipasi dalam Kejuaraan Sepak Bola Klub Pemuda Jepang (U-18) ke-29, timnya tidak berhasil melewati babak penyisihan grup di turnamen yang juga diikuti oleh pemain-pemain yang kelak menjadi anggota tim nasional Jepang seperti Shinji Kagawa, Maya Yoshida, Rikihito Yasuda, dan Tomoki Makino.
Karena tidak menerima tawaran dari klub J.League atau universitas sepak bola terkemuka, Tanaka masuk Universitas Juntendo melalui jalur rekomendasi umum. Meskipun tidak terlalu dikenal selama masa kuliahnya, ia menarik perhatian pemandu bakat Kashiwa Reysol yang sering datang untuk mengamati seniornya, Yusuke Murakami. Pada Juli 2009, selama liburan musim panas tahun keempat universitasnya, Tanaka terdaftar sebagai pemain khusus yang ditunjuk untuk Kashiwa Reysol. Awalnya, kontraknya hanya untuk satu bulan, tetapi atas permintaan kuat dari pelatih Nelsinho Baptista, kontraknya diperpanjang hingga akhir musim. Selama periode ini, ia berhasil tampil dalam 9 pertandingan liga.
2. Karier Profesional
Junya Tanaka menjalani karier profesional yang cemerlang, bermain untuk klub-klub di Jepang dan Portugal, serta mewakili tim nasional Jepang di panggung internasional.

2.1. Karier Klub
Junya Tanaka memulai karier profesionalnya di Jepang, kemudian mencoba peruntungan di Eropa, sebelum akhirnya kembali ke Jepang.
2.1.1. Kashiwa Reysol
Pada tahun 2010, Junya Tanaka secara resmi bergabung dengan Kashiwa Reysol setelah masa pinjamannya sebagai pemain khusus yang ditunjuk. Pada musim 2010, ia banyak digunakan sebagai super-sub, tampil dalam 24 pertandingan liga dan mencetak 6 gol, membantu tim meraih promosi ke J1 League.
Pada musim 2011, ia menjadi starter reguler sejak awal musim, tampil dalam 30 pertandingan liga dan mencetak 13 gol. Kontribusinya sangat besar dalam keberhasilan Kashiwa Reysol meraih gelar J1 League, menjadikannya tim pertama dalam sejarah J.League yang menjuarai liga di musim pertama setelah promosi. Pada Piala Dunia Antarklub FIFA 2011, Tanaka tampil di semua empat pertandingan Kashiwa Reysol. Ia mencetak gol dengan kaki kirinya yang kuat saat melawan Auckland City FC, dan penampilannya dipuji oleh Presiden FIFA, Sepp Blatter, yang menyaksikan pertandingan tersebut.
Pada musim 2012, ia mencetak 5 gol di liga. Namun, pada musim 2013, ia kembali tampil cemerlang dengan mencetak 11 gol liga dan mencatatkan dua digit assist. Ia menjadi pemain kunci dalam formasi taktis tim yang berubah dari 4-2-3-1 saat menyerang menjadi 4-1-4-1 saat bertahan, dengan Tanaka bergerak maju ke lini depan saat menyerang dan mundur ke posisi gelandang bertahan saat bertahan. Pada musim 2014, ia melanjutkan performa apiknya dengan mencetak 5 gol, menjadi pencetak gol terbanyak tim sebelum jeda liga untuk Piala Dunia FIFA 2014.
Pada 2 Februari 2016, Tanaka kembali ke Kashiwa Reysol dengan status pinjaman hingga Juli tahun berikutnya, disertai opsi pembelian. Namun, di bawah pelatih baru Takahiro Shimotaira, yang cenderung mengandalkan pemain jebolan akademi, Tanaka hanya tampil dalam 21 pertandingan (8 sebagai starter) dan mencetak 4 gol, menjadi performa terendahnya (tidak termasuk musim 2009 saat ia berstatus pemain khusus).
2.1.2. Sporting CP
Pada Juni 2014, Junya Tanaka pindah ke Sporting CP, sebuah klub di Primeira Liga Portugal. Ia menandatangani kontrak lima tahun dengan biaya transfer sebesar 200.00 K EUR. Klausul pelepasan kontraknya ditetapkan pada angka fantastis 60.00 M EUR (sekitar 8.30 B JPY), yang menarik perhatian media Eropa. Surat kabar Italia, La Gazzetta dello Sport, bahkan memberitakan dengan judul "Sporting Lisbon, siapa Tanaka ini?".
Pada 23 Agustus 2014, ia membuat debutnya di Primeira Liga dalam pertandingan melawan FC Arouca di pekan kedua. Gol pertamanya untuk klub dicetak pada 21 November 2014 dalam pertandingan putaran keempat Taça de Portugal melawan SC Espinho. Pada 11 Januari 2015, di pekan ke-16 Primeira Liga melawan SC Braga, ia mencetak gol pertamanya di liga melalui tendangan bebas langsung di masa injury time, yang menjadi gol penentu kemenangan. Meskipun sering masuk sebagai pemain pengganti, ia terus mencetak gol dalam waktu bermain yang terbatas, mengakhiri musim dengan total 7 gol di semua kompetisi.
Pada musim 2015-2016, di bawah pelatih baru Jorge Jesus yang menggantikan Marco Silva, Tanaka tidak masuk dalam rencana tim dan waktu bermainnya berkurang drastis. Meskipun menerima beberapa tawaran transfer dari dalam dan luar negeri, ia tetap bertahan di klub karena tidak ada kesepakatan yang tercapai terkait persyaratan.
2.1.3. Vissel Kobe
Pada 29 Desember 2016, Junya Tanaka secara resmi bergabung dengan Vissel Kobe dengan status transfer permanen dari Sporting CP. Perpindahan ini mempertemukannya kembali dengan mantan pelatihnya di Kashiwa, Nelsinho Baptista.
Pada 26 April 2017, ia mencetak gol pertamanya untuk Vissel Kobe dalam pertandingan Levain Cup melawan Sanfrecce Hiroshima (menang 4-1). Pada tahun 2018, ia mencetak gol pertamanya di J1 League pada pekan kedua melawan Shimizu S-Pulse, namun setelah itu sulit untuk menambah jumlah golnya. Setelah pelatih Takayuki Yoshida digantikan oleh Juan Manuel Lillo di tengah musim, waktu bermain Tanaka semakin berkurang, hanya tampil selama 4 menit.
Pada musim 2019, meskipun persaingan di lini depan semakin ketat dengan kehadiran Kyogo Furuhashi, Lukas Podolski, dan David Villa, Tanaka menunjukkan performa cemerlang. Pada pekan kelima melawan Gamba Osaka, ia masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak dua gol hanya dalam 16 menit, membantu tim meraih kemenangan comeback. Waktu bermainnya meningkat di pertengahan musim karena cedera yang dialami Podolski dan Villa. Ia mencetak 6 gol liga, menjadi jumlah terbanyaknya selama bermain untuk Kobe. Ia juga berperan penting dalam meraih gelar Emperor's Cup pertama klub, tampil di semua pertandingan. Pada 27 Desember 2021, diumumkan bahwa kontrak Junya Tanaka dengan Vissel Kobe telah berakhir.
2.1.4. FC Gifu
Pada 31 Desember 2021, Junya Tanaka diumumkan bergabung dengan FC Gifu dengan status transfer permanen. Setelah dua musim bermain untuk klub tersebut, pada 8 November 2023, ia mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari sepak bola profesional pada akhir musim 2023.
2.2. Karier Tim Nasional
Pada September 2011, Junya Tanaka pertama kali dipanggil untuk masuk ke tim nasional Jepang untuk Kualifikasi Putaran Ketiga Piala Dunia FIFA 2014 zona Asia, meskipun ia tidak tampil dalam pertandingan tersebut. Debut A-match-nya terjadi pada 24 Februari 2012 dalam pertandingan Kirin Challenge Cup 2012 melawan Islandia.
Setelah absen dari tim nasional selama sekitar dua setengah tahun, ia kembali dipanggil pada Agustus 2014 untuk Kirin Challenge Cup 2014, yang merupakan pertandingan pertama di bawah pelatih baru Javier Aguirre. Ia bermain sebagai gelandang serang kiri dalam sistem 4-3-3 melawan Uruguay dan Venezuela, serta dalam pertandingan persahabatan melawan Brasil pada Oktober di tahun yang sama. Secara total, Junya Tanaka memiliki 4 penampilan dan 0 gol untuk tim nasional Jepang dalam pertandingan A-match internasional antara tahun 2012 dan 2014.
3. Gaya Bermain
Junya Tanaka dikenal sebagai striker serbaguna yang memadukan kekuatan fisik yang tangguh dengan teknik kontrol bola yang halus. Gaya bermainnya ditandai dengan tendangan kaki kiri yang kuat dan akurat, yang sering dilancarkan begitu ada celah. Karena gaya bermainnya yang eksplosif, ia sering dibandingkan dengan Tatsuhiko Kubo, seorang mantan striker Jepang yang terkenal.
Selain kekuatan fisiknya, ia juga dihargai karena etos kerjanya yang tinggi dan kecerdasannya dalam memahami serta menjalankan taktik. Hal ini membuatnya sering dimainkan di posisi gelandang selain sebagai penyerang. Ia juga sangat terampil dalam tendangan bebas, memanfaatkan kekuatan dan akurasi kaki kirinya untuk mencetak gol dari situasi bola mati.
4. Penghargaan dan Prestasi
Junya Tanaka meraih berbagai gelar klub dan penghargaan selama karier profesionalnya, menunjukkan kontribusinya yang signifikan di setiap tim yang ia bela.
- Kashiwa Reysol
- J2 League: 2010
- J1 League: 2011
- Emperor's Cup: 2012
- J.League Cup: 2013
- Japanese Super Cup: 2012
- Sporting CP
- Taça de Portugal: 2014-15
- Supertaça Cândido de Oliveira: 2015
- Vissel Kobe
- Emperor's Cup: 2019
- Japanese Super Cup: 2020
5. Aktivitas Pasca-Pensiun
Setelah mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional pada akhir musim 2023, Junya Tanaka melanjutkan keterlibatannya di dunia sepak bola. Pada 21 Januari 2024, ia diangkat sebagai Duta Klub untuk FC Gifu, klub terakhir tempat ia bermain. Selain perannya sebagai duta klub, ia juga aktif sebagai pelatih di akademi FC Gifu. Mulai tahun 2025, ia akan menjabat sebagai Direktur Akademi FC Gifu.
6. Statistik
| Klub | Musim | Liga | Piala1 | Piala Liga2 | Kontinental3 | Lainnya4 | Total | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | ||
| Kashiwa Reysol | |||||||||||||
| 2009 | 9 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | - | 0 | 0 | 9 | 0 | ||
| 2010 | 24 | 6 | 3 | 1 | - | - | 0 | 0 | 27 | 7 | |||
| 2011 | 30 | 13 | 3 | 2 | 2 | 0 | - | 4 | 1 | 39 | 16 | ||
| 2012 | 31 | 5 | 6 | 2 | 3 | 0 | 6 | 4 | 1 | 0 | 47 | 11 | |
| 2013 | 32 | 11 | 0 | 0 | 4 | 3 | 9 | 2 | 1 | 0 | 46 | 16 | |
| 2014 | 12 | 5 | - | 6 | 3 | - | - | 18 | 8 | ||||
| 2016 | 21 | 4 | 1 | 0 | 4 | 1 | - | - | 23 | 4 | |||
| Total | 159 | 44 | 13 | 5 | 19 | 7 | 15 | 6 | 6 | 1 | 209 | 62 | |
| Sporting CP | |||||||||||||
| 2014-15 | 17 | 5 | 4 | 1 | 5 | 1 | 2 | 0 | 0 | 0 | 28 | 7 | |
| 2015-16 | 3 | 0 | 0 | 0 | 2 | 0 | 1 | 0 | 0 | 0 | 6 | 0 | |
| Total | 20 | 5 | 4 | 1 | 7 | 1 | 3 | 0 | 0 | 0 | 34 | 7 | |
| Vissel Kobe | |||||||||||||
| 2017 | 24 | 1 | 1 | 0 | 7 | 4 | - | - | 32 | 5 | |||
| 2018 | 20 | 2 | 2 | 0 | 2 | 0 | - | - | 24 | 2 | |||
| 2019 | 23 | 6 | 6 | 4 | 6 | 1 | - | - | 35 | 11 | |||
| 2020 | 19 | 2 | - | 0 | 0 | 4 | 0 | 1 | 0 | 24 | 2 | ||
| Total | 86 | 11 | 9 | 4 | 15 | 5 | 4 | 0 | 1 | 0 | 115 | 20 | |
| FC Gifu | |||||||||||||
| 2022 | 24 | 3 | - | 1 | 0 | - | - | 25 | 3 | ||||
| 2023 | 24 | 3 | - | 1 | 0 | - | - | 25 | 3 | ||||
| Total Karier | 313 | 66 | 26 | 10 | 43 | 13 | 22 | 6 | 7 | 1 | 411 | 96 | |
Catatan:
- 1 Termasuk Emperor's Cup dan Taça de Portugal.
- 2 Termasuk J.League Cup dan Taça da Liga.
- 3 Termasuk AFC Champions League dan Liga Champions UEFA.
- 4 Termasuk Piala Dunia Antarklub FIFA dan Japanese Super Cup.
| Tim nasional Jepang | ||
|---|---|---|
| Tahun | Tampil | Gol |
| 2012 | 1 | 0 |
| 2013 | 0 | 0 |
| 2014 | 3 | 0 |
| Total | 4 | 0 |
6.1. Debut dan Gol Penting
- Debut J.League (resmi): 15 Agustus 2009, J1 Pekan 21, JEF United Chiba vs Kashiwa Reysol (di Fukuda Denshi Arena).
- Gol pertama J.League (resmi): 2 Mei 2010, J2 Pekan 10, Ehime FC vs Kashiwa Reysol (di Hitachi Kashiwa Soccer Stadium).
- Debut A-match tim nasional: 24 Februari 2012, Kirin Challenge Cup vs Islandia (di Nagai Stadium).
- Debut Primeira Liga: 23 Agustus 2014, Primeira Liga Pekan 2, FC Arouca vs Sporting CP (di Estádio José Alvalade).
- Gol pertama Primeira Liga: 11 Januari 2015, Primeira Liga Pekan 16, SC Braga vs Sporting CP (di Estádio Municipal de Braga).