1. Overview
Kye Ung Sang (계응상 (桂應祥)Gye Ung SangBahasa Korea, 1893 - 25 April 1967) adalah seorang genetikus dan ahli ulat sutra asal Korea Utara, yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk penelitian ulat sutra dan pengembangan industri tekstil di Korea. Ia dikenal luas atas pendirian ilmiahnya yang teguh dan integritas intelektualnya, terutama dalam menentang teori Lysenko yang populer di era Soviet, yang menolak genetika Mendel klasik. Kye Ung Sang berani mempertahankan kebenaran ilmiah dan genetika klasik di tengah tekanan ideologis, bahkan hingga berdebat langsung dengan para pendukung Lysenko di forum internasional. Artikel ini akan membahas secara detail perjalanan hidupnya, kontribusinya yang signifikan dalam bidang serikultur, pemikiran ilmiahnya yang berani, serta warisannya yang terus dikenang di Korea Utara.
2. Biografi
Kye Ung Sang memiliki latar belakang pribadi yang sederhana dan menjalani pendidikan yang gigih, yang membimbingnya menjadi seorang ilmuwan terkemuka, sebelum akhirnya berkontribusi besar di Korea Utara.
2.1. Masa Muda dan Pendidikan
Kye Ung Sang lahir pada tahun 1893 di Jeongju, Pyeongan Utara, sebagai putra dari keluarga petani penggarap lahan. Nama klan aslinya adalah Suan Gye (수안 계씨Suan Gye-ssiBahasa Korea). Ia menempuh pendidikan dengan mandiri, didukung oleh teman-teman studinya, dan memberikan les privat di Seoul dan Jepang untuk membiayai studinya. Setelah gigih belajar, ia berhasil lulus dari universitas di luar negeri, meraih gelar sarjana, magister, dan doktor dalam bidang pertanian di Jepang.
2.2. Kegiatan Selama Pendudukan Jepang
Selama periode pendudukan Jepang, Kye Ung Sang melanjutkan kegiatan akademis dan penelitiannya. Setelah lulus dari universitas di luar negeri, ia menerbitkan lima tesis tentang anatomi, fisiologi, dan genetika ulat sutra. Pada tahun 1930, ia menerbitkan delapan tesis di Guangzhou, Tiongkok, tempat ia menjabat sebagai profesor pertanian di universitas setempat. Ia juga melakukan perjalanan ke berbagai kota seperti Haiphong, Hanoi, Kobe, dan Hong Kong. Ia berupaya melakukan penelitian ilmiah di pusat penelitian serikultur Chaeryong, namun upayanya terhambat dan tidak dapat dilanjutkan karena pembatasan yang diberlakukan oleh otoritas kolonial Jepang.
2.3. Kegiatan di Korea Utara Pasca-Pembebasan
Setelah pembebasan Korea dari Jepang, Kye Ung Sang memainkan peran krusial dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Korea Utara, khususnya dalam bidang serikultur, sambil menghadapi tantangan ideologis.
2.3.1. Pembelotan dan Pembentukan Basis Penelitian Awal
Pada tanggal 15 Agustus 1945, setelah Korea dibebaskan dari kekuasaan Jepang, Kye Ung Sang mengakhiri aktivitasnya sebagai pendidik di Jepang dan Tiongkok, lalu kembali ke tanah airnya. Ia berusaha mengembangkan industri serikultur di Korea, namun kondisinya tidak memungkinkan di bawah Pemerintahan Militer AS, sehingga ia tidak dapat melanjutkan penelitian dan pekerjaan serikultur. Oleh karena itu, pada tahun 1946, ia pindah ke Korea Utara. Di sana, ia awalnya menjadi profesor di Universitas Kedokteran Pyongyang. Pada bulan Oktober 1946, ia bertemu dengan Kim Il Sung, yang membahas arah spesifik untuk mengembangkan industri serikultur negara. Melalui pertemuan ini, Kye Ung Sang mulai membangun basis penelitian dan pendidikan awal di Korea Utara.
2.3.2. Kegiatan Pendidikan dan Akademik
Kye Ung Sang mencapai banyak prestasi sebagai pendidik dan ilmuwan di Korea Utara. Pada tahun 1948, ia diangkat sebagai profesor dan dianugerahi gelar doktor, menjadikannya penerima gelar doktor pertama di Korea Utara. Pada tahun yang sama, ia diangkat sebagai profesor di Departemen Serikultur Universitas Pertanian Wonsan, merangkap sebagai direktur Stasiun Percobaan Serikultur Pusat, dan mengepalai Departemen Serikultur di universitas tersebut. Pada bulan April 1952, ia terpilih sebagai anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Korea. Selanjutnya, pada tanggal 10 Januari 1956, ketika Komite Ilmu Pertanian dibentuk, ia diangkat sebagai ketua komite tersebut. Ia juga terpilih sebagai deputi Majelis Rakyat Tertinggi kedua.
2.3.3. Kritik terhadap Teori Lysenko dan Integritas Ilmiah
Kye Ung Sang dikenal karena pendirian ilmiahnya yang tak tergoyahkan, terutama dalam menentang teori Lysenko yang berasal dari Uni Soviet. Teori Lysenko menolak genetika Mendel klasik dan menyatakan bahwa pewarisan sifat dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, yang semakin menjadi arus utama di Korea Utara karena pengaruh Soviet. Kye Ung Sang secara terbuka mengkritik teori ini, dan pada tahun 1949, ketika Korea Utara berupaya menghapuskan genetika klasik demi Lysenkoisme dan memberhentikannya, ia menolak untuk menerima Lysenkoisme. Ia terus memajukan penelitiannya di Korea Utara berdasarkan genetika klasik.
Sebuah insiden penting terjadi pada awal musim gugur 1949, ketika Kim Il Sung secara pribadi datang ke Stasiun Percobaan Serikultur Pusat setelah mendengar bahwa sebuah tim inspeksi telah memutuskan untuk memberhentikan Kye Ung Sang. Tim inspeksi mengajukan dua alasan untuk pemberhentiannya: pertama, varietas ulat sutra "Kukjam 43" dan "Kukjam 47" yang baru dikembangkan memiliki daya hidup yang lemah dan menyebabkan banyak petani gagal panen karena penyakit; kedua, yang lebih krusial, ia dituduh mempelajari genetika Barat (yang dianggap sebagai "ilmu borjuis" di Soviet) dan menggunakan lalat buah dalam kuliah genetikanya, sehingga menimbulkan keraguan tentang integritas ideologisnya.
Kim Il Sung memerintahkan tim inspeksi untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka, dengan tegas menyatakan bahwa adalah "bodoh" untuk memeriksa integritas ideologis para ilmuwan. Ia menekankan bahwa tidak selalu mungkin bagi penelitian ilmiah untuk berhasil, dan bahwa para ilmuwan telah mengalami penindasan sebagai intelektual kolonial. Yang terpenting, Kye Ung Sang telah bekerja siang dan malam untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kim Il Sung juga menolak gagasan untuk secara membabi buta mengikuti keputusan Soviet, dengan menyatakan bahwa setiap teori harus dibuktikan kebenarannya melalui praktik dan pemahaman rakyat. Ia memuji Kye Ung Sang karena telah mengembangkan banyak varietas ulat sutra yang sangat baik, yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan negara baru, dan menegaskan bahwa ilmuwan yang berjasa besar seperti Kye tidak boleh dicap sebagai "ilmuwan reaksioner" hanya karena kesalahan kecil. Ia bahkan berdebat langsung dengan Lysenko mengenai masalah ini di Kongres Genetika Dunia Beijing dan di Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Soviet, memperingatkan bahwa pertanian Soviet akan runtuh jika teori Lysenko diikuti. Peristiwa ini menunjukkan keberanian intelektual Kye Ung Sang dan komitmennya yang kuat terhadap kebenaran ilmiah.
3. Prestasi Utama
Sepanjang hidupnya, Kye Ung Sang telah mencapai berbagai prestasi ilmiah yang signifikan, terutama dalam bidang penelitian ulat sutra dan karya tulis ilmiah, yang memberikan dampak besar pada industri di negaranya.
3.1. Penelitian Serikultur dan Peningkatan Varietas
Kye Ung Sang memberikan kontribusi unik dan signifikan dalam penelitian ulat sutra dan pemuliaan varietas. Ia mengembangkan beberapa varietas ulat sutra yang dikenal sebagai "Gaduknue 54" dan "Gaduknue 64", yang sangat cocok untuk iklim Korea Utara. Ia juga mengembangkan buku-buku yang mensistematisasikan teknologi produksi kepompong ulat sutra "Gaduknue" dan "Pimajunue". Selain itu, ia berhasil membudidayakan berbagai varietas ulat sutra murbei dan varietas "Gaduknue". Secara inovatif, ia adalah yang pertama di dunia yang berhasil mengembangbiakkan varietas "Pimajunue" yang mampu bertahan di musim dingin di daerah beriklim sedang, melalui persilangan varietas "Pimajunue" asli dengan ulat sutra liar Ailanthus (가중나무누에GajungnamunueBahasa Korea).
3.2. Karya Tulis Utama
Kye Ung Sang banyak menulis artikel ilmiah dan buku teknologi ilmiah, mendokumentasikan dengan cermat hasil penelitian dan pengalaman praktik produksi di lapangan. Karya-karya tulis utamanya mencakup:
- Jakjamhak (작잠학JakjamhakBahasa Korea), sebuah karya tentang ilmu ulat sutra
- Pimajam (피마잠PimajamBahasa Korea), yang berfokus pada ulat sutra jarak, sebuah spesies ulat sutra
- Kye Ung Sang Seonjip (계응상선집Gye Ung Sang SeonjipBahasa Korea), sebuah kumpulan karya terpilihnya yang terdiri dari 1 hingga 3 volume.
Karya-karya ini menjadi landasan penting dalam pengembangan serikultur di Korea.
4. Pemikiran dan Filosofi Ilmiah
Pemikiran ilmiah inti Kye Ung Sang ditandai oleh keyakinannya yang teguh pada genetika klasik dan komitmennya yang tak tergoyahkan untuk mengejar kebenaran ilmiah, terlepas dari tekanan politik atau ideologis. Ia secara langsung menentang teori-teori Lysenko mengenai genetika lingkungan dan campuran, yang saat itu menjadi dominan di Uni Soviet dan berusaha memengaruhi Korea Utara. Kye Ung Sang tidak ragu untuk berdebat secara akademis dengan Lysenko sendiri, bahkan di forum internasional seperti Kongres Genetika Dunia Beijing dan di Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Soviet. Dalam perdebatan tersebut, ia berani memperingatkan bahwa pertanian Soviet akan runtuh jika teori Lysenko terus diikuti. Pendirian ini menunjukkan integritasnya yang tinggi sebagai seorang ilmuwan yang memprioritaskan objektivitas ilmiah dan bukti empiris di atas dogma politik, menjadikannya contoh keberanian intelektual.
5. Kematian
Kye Ung Sang meninggal dunia secara tak terduga pada tanggal 25 April 1967, di usia 74 tahun, karena kecelakaan lalu lintas.
6. Penilaian dan Warisan
Kye Ung Sang dikenang atas kontribusinya yang luar biasa terhadap ilmu pengetahuan dan pembangunan negara, dengan warisan yang berlanjut hingga hari ini.
6.1. Penilaian Positif dan Penghargaan
Kye Ung Sang dinilai secara positif sebagai seorang genetikus dan ahli ulat sutra yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk penelitian ulat sutra. Ia dihormati atas pencapaian akademis dan kontribusinya terhadap pembangunan negara. Sebagai pengakuan atas jasa-jasanya, Partai Buruh Korea dan pemerintah memberinya penghargaan tinggi, termasuk gelar "Pahlawan Buruh" dan "Penghargaan Rakyat" pada tahun 1963.
6.2. Dampak dan Peringatan
Dampak dari penelitian dan pemikiran Kye Ung Sang sangat signifikan bagi generasi mendatang di Korea Utara. Untuk mengenang dan menghormati kontribusinya, Universitas Kye Ung Sang (sebelumnya bernama Universitas Pertanian Sariwon) didirikan pada tahun 1990 di Sariwon, Hwanghae Utara, dan dinamai sesuai namanya. Ia dimakamkan di Makam Martir Patriotik di Pyongyang, sebuah kehormatan yang menunjukkan statusnya sebagai pahlawan nasional.