1. Overview
Lee Deuk-choon (이득춘I Deuk-chunBahasa Korea, lahir 16 Juli 1962) adalah seorang mantan pemain bulu tangkis dan pelatih bulu tangkis asal Korea Selatan. Ia dikenal atas prestasinya yang menonjol sebagai pemain di kancah internasional pada tahun 1980-an, serta kontribusinya yang luas dalam pengembangan bulu tangkis Korea Selatan sebagai pelatih. Dedikasinya terhadap pembinaan generasi muda terbukti melalui masa jabatannya yang panjang sebagai pelatih kepala tim nasional junior, yang kemudian dilanjutkan dengan peran kepemimpinan di tim nasional senior. Warisannya mencakup pembentukan fondasi bagi atlet-atlet bulu tangkis masa depan dan peningkatan citra olahraga nasional melalui pencapaiannya.

2. Kehidupan Awal
Lee Deuk-choon lahir dan menghabiskan masa awal kehidupannya di Korea Selatan, di mana ia kemudian mengembangkan minat dan bakatnya dalam olahraga bulu tangkis.
2.1. Kelahiran dan Latar Belakang
Lee Deuk-choon lahir pada tanggal 16 Juli 1962 di Korea Selatan. Informasi mengenai masa kecil atau detail pribadi lainnya tidak tersedia secara luas, namun ia dikenal telah memulai karier bulu tangkisnya di negara kelahirannya sebelum meraih ketenaran internasional.
3. Karier Bermain
Selama karier bermainnya, Lee Deuk-choon meraih sejumlah prestasi signifikan di turnamen-turnen bulu tangkis internasional, terutama di nomor ganda campuran dan ganda putra.
3.1. Prestasi Internasional Utama
Lee Deuk-choon menunjukkan performa yang konsisten di berbagai turnamen besar, termasuk Kejuaraan Dunia, Piala Dunia, dan Pesta Olahraga Asia, mengumpulkan medali yang menunjukkan kemampuannya di tingkat elite.
3.1.1. Kejuaraan Dunia
Pada Kejuaraan Dunia IBF 1987 yang diselenggarakan di Stadion Dalam Ruangan Ibu Kota, Beijing, Tiongkok, Lee Deuk-choon berhasil meraih medali perak di nomor ganda campuran. Ia berpasangan dengan Chung Myung-hee, namun mereka kalah dari pasangan Tiongkok, Wang Pengren dan Shi Fangjing, dengan skor 6-15, 15-12, 10-15.
| Tahun | Lokasi | Pasangan | Lawan | Skor | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|
| 1987 | Stadion Dalam Ruangan Ibu Kota, Beijing, Tiongkok | Chung Myung-hee | Wang Pengren Shi Fangjing | 6-15, 15-12, 10-15 | Perak |
3.1.2. Piala Dunia
Pada Piala Dunia 1987 yang diadakan di Stadium Negara, Kuala Lumpur, Malaysia, Lee Deuk-choon kembali meraih medali. Kali ini, ia memperoleh medali perunggu di nomor ganda campuran bersama Chung Myung-hee, setelah kalah dari pasangan Steen Fladberg dari Denmark dan Gillian Clark dari Inggris dengan skor 8-15, 9-15.
| Tahun | Lokasi | Pasangan | Lawan | Skor | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|
| 1987 | Stadium Negara, Kuala Lumpur, Malaysia | Chung Myung-hee | Steen Fladberg Gillian Clark | 8-15, 9-15 | Perunggu |
3.1.3. Pesta Olahraga Asia
Lee Deuk-choon juga berpartisipasi dalam cabang bulu tangkis di Pesta Olahraga Asia dan meraih beberapa medali untuk Korea Selatan.
Pada Pesta Olahraga Asia 1982 di New Delhi, ia meraih medali perunggu di nomor beregu putra.
Di Pesta Olahraga Asia 1986 yang diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan, ia menjadi bagian dari tim putra yang meraih medali emas. Selain itu, ia juga memenangkan medali perak di nomor ganda campuran pada edisi yang sama, berpasangan dengan Chung So-young, setelah kalah dalam final sesama Korea melawan Park Joo-bong dan Chung Myung-hee dengan skor 10-15, 3-15.
| Tahun | Lokasi | Pasangan | Lawan | Skor | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|
| 1986 | Olympic Gymnastics Arena, Seoul, Korea Selatan | Chung So-young | Park Joo-bong Chung Myung-hee | 10-15, 3-15 | Perak |
3.2. Hasil Turnamen Grand Prix dan Internasional
Lee Deuk-choon juga meraih kesuksesan di berbagai turnamen IBF World Grand Prix dan turnamen internasional lainnya yang disahkan oleh IBF (sekarang BWF) pada masanya.
Ganda Putra
| Tahun | Turnamen | Pasangan | Lawan | Skor | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|
| 1984 | Malaysia Open | Kim Moon-soo | Razif Sidek Jalani Sidek | 15-6, 12-15, 15-10 | - Juara |
| 1986 | Chinese Taipei Open | Kim Joong-soo | Razif Sidek Jalani Sidek | 4-15, 5-15 | - Juara Kedua |
| 1987 | Japan Open | Shon Jin-hwan | Liem Swie King Eddy Hartono | 4-15, 7-15 | - Juara Kedua |
| 1987 | French Open | Kim Moon-soo | Hadibowo Susanto Rudy Heryanto | 15-0, 17-14 | - Juara |
| 1987 | Canada Open | Lee Sang-bok | Lius Pongoh Richard Mainaky | 11-15, 15-8, 15-13 | - Juara |
Ganda Campuran
| Tahun | Turnamen | Pasangan | Lawan | Skor | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|
| 1985 | Swedish Open | Chung Myung-hee | Stefan Karlsson Maria Bengtsson | 5-15, 15-11, 7-15 | - Juara Kedua |
| 1986 | German Open | Chung Myung-hee | Martin Dew Gillian Gilks | 10-15, 18-17, 15-10 | - Juara |
| 1986 | Scandinavian Open | Chung Myung-hee | Martin Dew Gillian Gilks | 16-17, 15-12, 7-15 | - Juara Kedua |
| 1986 | All England Open | Chung So-young | Park Joo-bong Chung Myung-hee | 5-15, 5-15 | - Juara Kedua |
| 1987 | Japan Open | Chung Myung-hee | Billy Gilliland Gillian Gowers | 15-2, 15-5 | - Juara |
| 1987 | All England Open | Chung Myung-hee | Jan-Eric Antonsson Christine Magnusson | 15-5, 14-18, 15-8 | - Juara |
| 1987 | Canada Open | Chung So-young | Andy Goode Gillian Gowers | 15-3, 11-15, 5-15 | - Juara Kedua |
| 1988 | Japan Open | Chung So-young | Park Joo-bong Chung Myung-hee | Walkover | - Juara Kedua |
IBF Internasional
Ganda Putra
| Tahun | Turnamen | Pasangan | Lawan | Skor | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|
| 1987 | U.S. Open | Lee Sang-bok | Ko Hsin-Ming Liao Wei-Chieh | 15-2, 15-1 | - Juara |
Ganda Campuran
| Tahun | Turnamen | Pasangan | Lawan | Skor | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|
| 1987 | U.S. Open | Chung So-young | Mike Butler Claire Backhouse | 15-12, 15-6 | - Juara |
4. Karier Pelatih
Setelah pensiun sebagai pemain, Lee Deuk-choon mendedikasikan dirinya untuk melatih, khususnya dalam program tim nasional Korea Selatan.
4.1. Pelatih Tim Nasional Junior
Lee Deuk-choon menghabiskan hampir dua puluh tahun sebagai pelatih kepala tim nasional bulu tangkis junior Korea Selatan. Selama masa jabatannya yang panjang ini, ia berperan penting dalam mengidentifikasi, melatih, dan mengembangkan bakat-bakat muda, yang kelak menjadi tulang punggung tim nasional senior. Dedikasinya terhadap pembinaan pemain muda sangat berkontribusi pada kesinambungan dan kekuatan bulu tangkis Korea Selatan di kancah internasional.
4.2. Pelatih Tim Nasional Senior
Pada tahun 2013, Lee Deuk-choon diangkat sebagai pelatih kepala tim nasional bulu tangkis Korea Selatan. Ia mengambil alih posisi tersebut setelah Kim Joong-soo yang menjabat sebagai pelatih kepala sementara, menyusul pemberhentian Sung Han-kook. Sebagai pelatih kepala tim senior, ia memimpin tim dalam kompetisi besar seperti Pesta Olahraga Asia 2014 dan Olimpiade Musim Panas 2016, menunjukkan kemampuannya dalam membimbing atlet-atlet top Korea. Namun, pada tanggal 1 Januari 2017, perannya sebagai pelatih kepala digantikan oleh Kang Kyung-jin.
5. Warisan dan Evaluasi
Karier Lee Deuk-choon sebagai pemain dan pelatih meninggalkan warisan yang signifikan dalam dunia bulu tangkis Korea Selatan.
5.1. Kontribusi dan Penerimaan Positif
Lee Deuk-choon diakui secara luas atas kontribusi jangka panjangnya terhadap bulu tangkis Korea Selatan, baik sebagai atlet berprestasi maupun sebagai pelatih yang berdedikasi. Sebagai pemain, ia meraih medali di kejuaraan dunia, piala dunia, dan Pesta Olahraga Asia, serta memenangkan beberapa turnamen Grand Prix, mengangkat nama Korea di peta bulu tangkis global.
Namun, dampak terbesarnya mungkin terletak pada perannya sebagai pelatih. Masa jabatannya yang hampir dua dekade sebagai pelatih kepala tim nasional junior menunjukkan komitmen luar biasa terhadap pengembangan akar rumput olahraga. Ia membantu membentuk banyak pemain muda yang kemudian mencapai kesuksesan di level senior. Promosinya ke posisi pelatih kepala tim nasional senior menandakan pengakuan atas kepemimpinan dan pengetahuannya yang mendalam tentang olahraga tersebut. Melalui bimbingannya, ia tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis para atlet tetapi juga menanamkan semangat juang dan kerja sama tim. Kontribusinya yang holistik terhadap pembinaan pemain dari berbagai usia dan tingkat, serta dedikasinya pada kesuksesan tim nasional, telah membuatnya menjadi figur yang dihormati dan berpengaruh dalam sejarah bulu tangkis Korea Selatan.