1. Kehidupan Awal dan Latar Belakang
1.1. Kelahiran dan Masa Kecil
João Maria Lima do Nascimento lahir pada tanggal 4 September 1982 di Natal, sebuah kota di negara bagian Rio Grande do Norte, Brasil. Lingkungan masa kecilnya di Brasil membentuk fondasi awal minatnya terhadap sepak bola, olahraga yang sangat populer di negara asalnya.
q=Natal, Brazil|position=right
1.2. Perkembangan Karier Awal
Tahap awal perjalanan sepak bola Lima dimulai di Brasil, tempat ia mengembangkan bakatnya sebagai pemain sepak bola. Meskipun detail spesifik mengenai karier junior dan klub-klub awal profesionalnya sebelum dikenal secara luas tidak disebutkan secara rinci dalam catatan yang tersedia, ia memulai perjalanan profesionalnya di kancah sepak bola Brasil sebelum kemudian berkesempatan untuk bermain di luar negeri.
2. Karier Klub
Karier profesional Lima mencakup beberapa klub di Brasil dan satu periode singkat di Asia.
2.1. Klub-klub Awal di Brasil
Sebelum menarik perhatian klub-klub internasional, Lima membangun reputasinya di Brasil dengan bermain untuk berbagai tim. Klub-klub ini menjadi tempat ia mengasah kemampuan dan mengembangkan gaya bermainnya sebagai seorang penyerang, yang pada akhirnya membawanya ke level profesional yang lebih tinggi di negaranya. Salah satu klub yang kemudian ia perkuat adalah Ceará.
2.2. FC Seoul
Pada tahun 2010, Lima membuat langkah signifikan dalam kariernya dengan bergabung bersama FC Seoul, sebuah klub terkemuka di K League Korea Selatan, selama jendela transfer musim panas. Kedatangannya disambut dengan ekspektasi tinggi, mengingat reputasinya sebagai penyerang asal Brasil. Ia didaftarkan di K League dengan nama 'Lima'. Namun, periode Lima di FC Seoul terbukti singkat dan tidak memenuhi harapan. Ia hanya tampil dalam 2 pertandingan di R League, kompetisi cadangan di Korea Selatan, dan sama sekali tidak mencatatkan penampilan di pertandingan K League utama. Setelah periode singkat tersebut, Lima kembali ke Brasil.
2.3. Karier Selanjutnya
Setelah kiprahnya yang singkat di FC Seoul, Lima melanjutkan karier sepak bolanya di Brasil. Ia kembali bermain untuk tim-tim di negara asalnya, termasuk Ceará. Bersama Ceará, ia terus berkontribusi sebagai penyerang, melanjutkan perjalanan profesionalnya di kancah sepak bola Brasil.
3. Gaya Bermain dan Karakteristik
Lima dikenal sebagai seorang penyerang dalam dunia sepak bola. Posisinya ini menunjukkan perannya sebagai pemain yang berfokus pada mencetak gol dan memimpin lini serang tim. Meskipun detail spesifik mengenai kekuatan, kelemahan, atau gaya bermainnya secara keseluruhan tidak dijelaskan secara rinci dalam catatan yang tersedia, perannya sebagai penyerang inti merupakan karakteristik utamanya di lapangan.
4. Prestasi dan Penghargaan
Meskipun João Maria Lima do Nascimento memiliki karier yang meliputi beberapa klub profesional, catatan yang tersedia tidak merinci prestasi tim berupa gelar juara atau penghargaan individu yang diraihnya selama masa bermainnya.
5. Kehidupan Pribadi
Informasi mengenai kehidupan pribadi João Maria Lima do Nascimento, termasuk detail tentang pernikahan, hubungan keluarga, atau minat lain di luar karier sepak bola, tidak tersedia secara publik dalam catatan yang ada.
6. Warisan dan Penerimaan
6.1. Penerimaan Positif
Meskipun tidak banyak detail mengenai penerimaan positif yang luas, kedatangan Lima di FC Seoul pada tahun 2010 diiringi dengan harapan yang tinggi. Ini menunjukkan adanya pandangan positif awal terhadap kemampuannya dan potensi kontribusinya bagi tim. Ekspektasi ini mencerminkan pengakuan terhadap bakatnya sebagai penyerang asal Brasil pada saat itu.
6.2. Kritik dan Kontroversi
Karier Lima di FC Seoul menjadi titik fokus kritik dan kontroversi. Meskipun datang dengan ekspektasi tinggi, ia gagal beradaptasi atau memberikan dampak signifikan di tim utama. Kegagalannya untuk mencatatkan satu pun penampilan di pertandingan K League utama, hanya bermain dua kali di R League sebelum kembali ke Brasil, menunjukkan perbedaan yang mencolok antara harapan yang diberikan padanya dan hasil aktual di lapangan. Periode ini sering disebut sebagai contoh investasi yang tidak memberikan hasil yang diharapkan, mengingat ekspektasi awal yang begitu besar dari klub dan penggemar.