1. Kehidupan Awal dan Karier Amatir
Makoto Ninomiya menunjukkan bakat tenis sejak usia muda, didorong oleh lingkungan keluarga dan pendidikannya yang mendukung perkembangan olahraga. Ia memulai perjalanannya dalam tenis melalui program-program junior, secara bertahap membangun fondasi untuk karier profesionalnya.
1.1. Masa Kanak-kanak dan Pendidikan
Ninomiya lahir pada 28 Mei 1994, di Hiroshima, Jepang. Ibunya adalah seorang guru taman kanak-kanak. Ia mulai bermain tenis pada usia tiga tahun, sekadar bermain-main dengan bola spons di samping ibunya yang saat itu mengikuti les tenis di NB Tennis Garden di Hiroshima. Pada usia enam tahun, ia secara resmi mendaftar di sekolah tenis anak-anak di tempat yang sama.
Selama masa kanak-kanaknya, Ninomiya juga aktif dalam berbagai olahraga lain, seperti tarian, renang, dan ski. Namun, pada usia sekitar 10 tahun, ia memutuskan untuk fokus sepenuhnya pada tenis. Menariknya, ia juga mulai bermain sepak bola ketika duduk di kelas lima SD, dengan tujuan untuk meningkatkan footwork-nya dalam tenis.
Ninomiya menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Suzuhari Hiroshima dan Sekolah Menengah Pertama Seiwa Hiroshima. Pada tahun 2006, saat kelas enam SD, ia terpilih sebagai anggota kamp pelatihan junior gabungan wilayah China-Shikoku, yang menjadi pengalaman berharga dalam pengembangan awal kariernya.
Meskipun Ninomiya sempat mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan pendidikan formal setelah lulus SMP agar bisa lebih fokus pada tenis, ia menerima nasihat dari pelatihnya untuk tetap menempuh pendidikan di sekolah menengah atas. Akhirnya, ia melanjutkan studinya di Nishinomiya Koei High School, sebuah sekolah korespondensi di Nishinomiya, Prefektur Hyōgo. Di sana, ia menjadi teman sekelas dengan sesama pemain tenis, Risa Ozaki.
1.2. Kegiatan Junior dan Awal
Pada tahun 2009, saat duduk di kelas tiga SMP, Ninomiya mencapai semifinal Kejuaraan Tenis Nasional SMP untuk tunggal putri, di mana ia dikalahkan oleh Nao Hibino. Meskipun demikian, ia tidak berhasil meraih gelar di tingkat SMP.
Pada tahun 2010, di tahun pertamanya di sekolah menengah atas, Ninomiya meraih gelar juara tunggal putri di Turnamen Tenis Junior Toyota (sekarang Turnamen Tenis Junior MUFG). Dalam perjalanannya menuju final, ia berhasil mengalahkan pemain-pemain seperti Miyu Kato dan Eri Hozumi, sebelum akhirnya mengalahkan Miho Kowase di final dengan skor 6-1, 6-4.
Pada tahun 2011, ia mencapai semifinal ganda putri di Prancis Terbuka Junior berpasangan dengan Risa Ozaki. Ninomiya mulai berpartisipasi dalam ajang Sirkuit Tenis Dunia ITF pada tahun 2009 dan resmi menjadi pemain profesional pada tahun 2012.
2. Karier Profesional
Karier profesional Makoto Ninomiya ditandai dengan berbagai pencapaian signifikan, terutama di nomor ganda, di mana ia berhasil meraih beberapa gelar Tur WTA dan menjadi finalis Grand Slam.
2.1. Perkembangan Karier

Makoto Ninomiya memulai karier profesionalnya pada tahun 2012, setelah sebelumnya berpartisipasi dalam ajang ITF sejak tahun 2009. Ia dengan cepat menunjukkan potensi di nomor ganda. Gelar Tur WTA pertamanya diraih pada Jepang Terbuka 2016 di nomor ganda, berpasangan dengan Shuko Aoyama. Kemenangan ini menandai awal dari serangkaian kesuksesannya di sirkuit utama.
2.2. Pencapaian Ganda Grand Slam

Puncak karier Grand Slam Ninomiya terjadi pada Prancis Terbuka 2018, di mana ia, berpasangan dengan Eri Hozumi, mencapai final ganda putri. Ini menjadi momen bersejarah sebagai pasangan ganda putri Jepang pertama yang mencapai final Grand Slam. Mereka berhasil mengalahkan unggulan kedelapan Chan Hao-ching dan Yang Zhaoxuan di semifinal dengan skor 6-2, 6-2. Namun, di final, mereka kalah dari unggulan keenam Barbora Krejčíková dan Kateřina Siniaková dengan skor 3-6, 3-6. Meskipun demikian, pencapaian ini merupakan hasil terbaik bagi pasangan Jepang di Grand Slam.
Sebelumnya, pada Wimbledon 2017, Ninomiya, berpasangan dengan Renata Voráčová dari Republik Ceko, berhasil mencapai semifinal ganda putri. Mereka kalah dalam pertandingan ketat melawan pasangan Chan Hao-ching dan Monica Niculescu dengan skor 6-7(4), 6-4, 7-9. Hasil ini mengangkat peringkat ganda Ninomiya ke posisi 38 dunia, membawanya masuk ke dalam 50 besar.
Secara keseluruhan, di Grand Slam, ia memiliki catatan sebagai berikut:
- Australia Terbuka: Babak ke-2 (2020, 2022, 2023, 2024, 2025)
- Prancis Terbuka: Final (2018)
- Wimbledon: Semifinal (2017)
- AS Terbuka: Babak ke-2 (2024)
Di nomor ganda campuran, ia mencapai perempat final di Australia Terbuka 2022.
2.3. Final Tur WTA
Ninomiya telah tampil dalam 17 final Tur WTA di nomor ganda, meraih 7 gelar juara dan 10 kali menjadi *runner-up*.
| Hasil | M-K | Tanggal | Turnamen | Tingkat | Permukaan | Pasangan | Lawan | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kalah | 0-1 | Agustus 2016 | Jiangxi International, Tiongkok | Internasional | Keras | Shuko Aoyama | Liang Chen Lu Jingjing | 6-3, 6-7(2), [11-13] |
| Menang | 1-1 | September 2016 | Jepang Terbuka, Jepang | Internasional | Keras | Shuko Aoyama | Jocelyn Rae Anna Smith | 6-3, 6-3 |
| Kalah | 1-2 | Maret 2017 | Malaysia Terbuka, Malaysia | Internasional | Keras | Nicole Melichar | Ashleigh Barty Casey Dellacqua | 6-7(5), 3-6 |
| Kalah | 1-3 | Januari 2018 | Hobart International, Australia | Internasional | Keras | Lyudmyla Kichenok | Elise Mertens Demi Schuurs | 2-6, 2-6 |
| Kalah | 1-4 | Juni 2018 | Prancis Terbuka, Prancis | Grand Slam | Tanah Liat | Eri Hozumi | Barbora Krejčíková Kateřina Siniaková | 3-6, 3-6 |
| Kalah | 1-5 | September 2018 | Jepang Terbuka | Internasional | Keras | Miyu Kato | Eri Hozumi Zhang Shuai | 2-6, 4-6 |
| Menang | 2-5 | September 2018 | Pan Pacific Open, Jepang | Premier | Keras (i) | Miyu Kato | Andrea Sestini Hlaváčková Barbora Strýcová | 6-4, 6-4 |
| Kalah | 2-6 | April 2021 | Piala İstanbul, Turki | WTA 250 | Tanah Liat | Nao Hibino | Veronika Kudermetova Elise Mertens | 1-6, 1-6 |
| Kalah | 2-7 | Mei 2021 | Internationaux de Strasbourg, Prancis | WTA 250 | Tanah Liat | Yang Zhaoxuan | Alexa Guarachi Desirae Krawczyk | 2-6, 3-6 |
| Menang | 3-7 | Juni 2021 | Nottingham Open, Britania Raya | WTA 250 | Rumput | Lyudmyla Kichenok | Caroline Dolehide Storm Sanders | 6-4, 6-7(3), [10-8] |
| Kalah | 3-8 | Agustus 2021 | Chicago Open, Amerika Serikat | WTA 250 | Keras | Lyudmyla Kichenok | Nadiia Kichenok Raluca Olaru | 6-7(6), 7-5, [8-10] |
| Menang | 4-8 | Januari 2022 | Adelaide International, Australia | WTA 250 | Keras | Eri Hozumi | Tereza Martincová Markéta Vondroušová | 1-6, 7-6(4), [10-7] |
| Menang | 5-8 | Mei 2022 | Rabat Grand Prix, Maroko | WTA 250 | Tanah Liat | Eri Hozumi | Monica Niculescu Alexandra Panova | 6-7(7), 6-3, [10-8] |
| Menang | 6-8 | Juni 2022 | Bad Homburg Open, Jerman | WTA 250 | Rumput | Eri Hozumi | Alicja Rosolska Erin Routliffe | 6-4, 6-7(5), [10-5] |
| Kalah | 6-9 | September 2023 | Guangzhou Open, Tiongkok | WTA 250 | Keras | Eri Hozumi | Guo Hanyu Jiang Xinyu | 3-6, 6-7(4) |
| Kalah | 6-10 | Oktober 2023 | Jiangxi Open, Tiongkok | WTA 250 | Keras | Eri Hozumi | Laura Siegemund Vera Zvonareva | 4-6, 2-6 |
| Menang | 7-10 | Oktober 2024 | Hong Kong Terbuka, Hong Kong | WTA 250 | Keras | Ulrikke Eikeri | Shuko Aoyama Eri Hozumi | 6-4, 4-6, [11-9] |
2.4. Final Tur Penantang WTA
Makoto Ninomiya telah mencapai dua final di Tur Penantang WTA, meraih satu gelar juara dan satu kali menjadi *runner-up*.
| Hasil | M-K | Tanggal | Turnamen | Permukaan | Pasangan | Lawan | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Menang | 1-0 | Mei 2022 | Open de Saint-Malo, Prancis | Tanah Liat | Eri Hozumi | Estelle Cascino Jessika Ponchet | 7-6(1), 6-1 |
| Kalah | 1-1 | Oktober 2024 | Hong Kong 125 Open, Hong Kong | Keras | Nao Hibino | Monica Niculescu Elena-Gabriela Ruse | 3-6, 5-7 |
2.5. Final Sirkuit ITF
Ninomiya memiliki catatan impresif di Sirkuit ITF, baik di nomor tunggal maupun ganda.
2.5.1. Tunggal
Ia telah mencapai 3 final tunggal di Sirkuit ITF, meraih 1 gelar juara dan 2 kali menjadi *runner-up*.
| Hasil | M-K | Tanggal | Turnamen | Tingkat | Permukaan | Lawan | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Menang | 1-0 | Maret 2012 | ITF Miyazaki, Jepang | 10.000 | Rumput | Yumi Miyazaki | 6-0, 6-7(5), 6-0 |
| Kalah | 1-1 | Mei 2015 | ITF Karuizawa, Jepang | 25.000 | Rumput | Miyu Kato | 6-7(5), 7-5, 1-6 |
| Kalah | 1-2 | Agustus 2015 | ITF Gimcheon, Korea Selatan | 10.000 | Keras | Lee So-ra | 2-6, 3-6 |
2.5.2. Ganda
Di nomor ganda Sirkuit ITF, Ninomiya sangat dominan dengan 33 final, meraih 21 gelar juara dan 12 kali menjadi *runner-up*.
| Hasil | M-K | Tanggal | Turnamen | Tingkat | Permukaan | Pasangan | Lawan | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Menang | 1-0 | November 2011 | Toyota World Challenge, Jepang | 75.000 | Karpet (i) | Riko Sawayanagi | Caroline Garcia Michaëlla Krajicek | w/o |
| Kalah | 1-1 | Maret 2013 | ITF Nishitama, Jepang | 10.000 | Keras | Eri Hozumi | Han Na-lae Kang Seo-kyung | 4-6, 7-6(4), [6-10] |
| Menang | 2-1 | Juni 2013 | ITF Bukhara, Uzbekistan | 25.000 | Keras | Eri Hozumi | Angelina Gabueva Veronika Kapshay | 3-6, 7-5, [10-8] |
| Menang | 3-1 | Juni 2013 | ITF Tokyo, Jepang | 10.000 | Keras | Yuka Mori | Kumiko Iijima Akiko Yonemura | 6-4, 6-3 |
| Menang | 4-1 | September 2013 | ITF Noto, Jepang | 25.000 | Rumput | Eri Hozumi | Kazusa Ito Yuka Mori | 6-4, 6-4 |
| Menang | 5-1 | Oktober 2013 | ITF Makinohara, Jepang | 25.000 | Rumput | Eri Hozumi | Nicha Lertpitaksinchai Peangtarn Plipuech | 6-1, 6-2 |
| Kalah | 5-2 | November 2013 | Toyota World Challenge, Jepang | 75.000 | Karpet (i) | Eri Hozumi | Shuko Aoyama Misaki Doi | 6-7(1), 6-2, [9-11] |
| Menang | 6-2 | Juni 2014 | ITF Tokyo, Jepang | 10.000 | Keras | Mana Ayukawa | Yurina Koshino Akiko Omae | 3-6, 6-4, [10-4] |
| Kalah | 6-3 | Juni 2014 | ITF Kashiwa, Jepang | 10.000 | Keras | Yuuki Tanaka | Yuki Chiang Aki Yamasoto | 7-5, 1-6, [5-10] |
| Kalah | 6-4 | Juni 2014 | ITF Gimcheon, Korea | 10.000 | Keras | Choi Ji-hee | Kim So-jung Lee Ye-ra | 5-7, 6-2, [9-11] |
| Menang | 7-4 | Juni 2014 | ITF Gimcheon, Korea | 10.000 | Keras | Choi Ji-hee | Han Na-lae Yoo Mi | 6-3, 7-6(6) |
| Kalah | 7-5 | Juli 2014 | ITF Wuhan, Tiongkok | 50.000 | Keras | Miyu Kato | Han Xinyun Zhang Kailin | 4-6, 2-6 |
| Menang | 8-5 | September 2014 | ITF Kyoto, Jepang | 10.000 | Keras (i) | Kyōka Okamura | Ayaka Okuno Michika Ozeki | 6-3, 6-3 |
| Kalah | 8-6 | Oktober 2014 | ITF Makinohara, Jepang | 25.000 | Rumput | Mari Tanaka | Tatjana Maria Miki Miyamura | 3-6, 1-6 |
| Kalah | 8-7 | Oktober 2014 | ITF Hamamatsu, Jepang | 25.000 | Karpet | Mari Tanaka | Tatjana Maria Miki Miyamura | 7-5, 2-6, [5-10] |
| Menang | 9-7 | November 2014 | Toyota World Challenge, Jepang | 75.000 | Karpet (i) | Eri Hozumi | Shuko Aoyama Junri Namigata | 6-3, 7-5 |
| Menang | 10-7 | Januari 2015 | ITF Hong Kong, Hong Kong | 10.000 | Keras | Mana Ayukawa | Tang Haochen Ye Qiuyu | 7-6, 2-6, [10-7] |
| Menang | 11-7 | Maret 2015 | Blossom Cup, Tiongkok | 50.000 | Keras | Eri Hozumi | Hiroko Kuwata Junri Namigata | 6-3, 6-7(2), [10-2] |
| Menang | 12-7 | Mei 2015 | Kurume Cup, Jepang | 50.000 | Rumput | Riko Sawayanagi | Eri Hozumi Junri Namigata | 7-6(10), 6-3 |
| Kalah | 12-8 | Mei 2015 | ITF Karuizawa, Jepang | 25.000 | Rumput | Mana Ayukawa | Rika Fujiwara Miyu Kato | 2-6, 0-6 |
| Kalah | 12-9 | Mei 2015 | ITF Changwon, Korea Selatan | 25.000 | Keras (i) | Mana Ayukawa | Han Na-lae Yoo Mi | 3-6, 1-6 |
| Kalah | 12-10 | Juni 2015 | ITF Kashiwa, Jepang | 25.000 | Keras | Mana Ayukawa | Miyu Kato Akiko Omae | 2-6, 7-5, [8-10] |
| Kalah | 12-11 | Agustus 2015 | ITF Gimcheon, Korea Selatan | 10.000 | Keras | Han Sung-hee | Cao Siqi Xun Fangying | 6-7(2), 4-6 |
| Menang | 13-11 | Agustus 2015 | ITF Tsukuba, Jepang | 25.000 | Keras | Lee Ya-hsuan | Nicha Lertpitaksinchai Peangtarn Plipuech | 7-6(4), 6-7(2), [6-10] |
| Menang | 14-11 | Oktober 2015 | ITF Hamamatsu, Jepang | 25.000 | Rumput | Mana Ayukawa | Kanae Hisami Kotomi Takahata | 0-6, 6-3, [10-4] |
| Menang | 15-11 | November 2015 | ITF Tokyo Open, Jepang | 100.000 | Keras | Shuko Aoyama | Eri Hozumi Kurumi Nara | 3-6, 6-2, [10-7] |
| Menang | 16-11 | Maret 2016 | Blossom Cup, Tiongkok | 50.000 | Keras | Shuko Aoyama | Lu Jingjing Zhang Yuxuan | 6-3, 6-0 |
| Menang | 17-11 | April 2016 | Pingshan Open, Tiongkok | 50.000 | Keras | Shuko Aoyama | Liang Chen Wang Yafan | 7-6(5), 6-4 |
| Menang | 18-11 | Mei 2016 | ITF Incheon, Korea Selatan | 25.000 | Keras | Han Sung-hee | Kamonwan Buayam Lee Pei-chi | 6-3, 6-1 |
| Menang | 19-11 | Juli 2016 | ITF Wuhan, Tiongkok | 50.000 | Keras | Shuko Aoyama | Chang Kai-chen Duan Yingying | 6-4, 6-4 |
| Menang | 20-11 | Oktober 2017 | Liuzhou Open Tiongkok | 60.000 | Keras | Han Xinyun | Jacqueline Cako Laura Robson | 6-2, 7-6(3) |
| Kalah | {{nowrap|20-12}} | Maret 2018 | Clay Court International, Australia | 60.000 | Tanah Liat | Miyu Kato | Priscilla Hon Dalila Jakupović | 4-6, 6-4, [7-10] |
| Menang | 21-12 | November 2019 | Shenzhen Longhua Open, Tiongkok | 100.000 | Keras | Nao Hibino | Sofia Shapatava Emily Webley-Smith | 6-4, 6-0 |
3. Aktivitas Tim Nasional
Makoto Ninomiya telah secara konsisten mewakili Jepang dalam kompetisi tim internasional, menunjukkan komitmennya terhadap tenis nasional. Ia memiliki rekor menang-kalah 5-1 saat bermain untuk tim Piala Fed Jepang (sekarang Piala Billie Jean King), per Juni 2024.
Pada Pesta Olahraga Asia 2018 yang diselenggarakan di Jakarta, Indonesia, Ninomiya meraih medali perunggu di nomor ganda putri.
Ia juga berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo, yang diselenggarakan pada tahun 2021, di nomor ganda putri. Berpasangan dengan Nao Hibino, mereka menghadapi Ashleigh Barty dan Storm Sanders dari Australia di babak pertama dan kalah. Ini merupakan penampilan Olimpiade pertamanya.
4. Gaya Bermain
Makoto Ninomiya adalah seorang pemain tenis dengan tangan kanan sebagai dominan. Ia dikenal menggunakan backhand dua tangan. Tinggi badannya adalah 1.57 m dan berat badannya sekitar 57 kg.
5. Afiliasi dan Sponsor
Sejak 1 Oktober 2019, Makoto Ninomiya telah menandatangani kontrak afiliasi dengan Edion, sebuah perusahaan ritel elektronik dan peralatan rumah tangga Jepang. Ini menjadi afiliasi utama yang mendukung karier profesionalnya.
6. Prestasi dan Rekor Utama
Makoto Ninomiya telah mencatatkan beberapa prestasi dan rekor penting sepanjang karier tenisnya, terutama di nomor ganda.
- Peringkat Tertinggi Ganda:** No. 20 dunia (22 Oktober 2018).
- Peringkat Tertinggi Tunggal:** No. 280 dunia (22 Februari 2016).
- Gelar Tur WTA (Ganda):** 7 gelar.
- Gelar Tur Penantang WTA (Ganda):** 1 gelar.
- Gelar Sirkuit ITF (Tunggal):** 1 gelar.
- Gelar Sirkuit ITF (Ganda):** 21 gelar.
- Final Grand Slam:** 1 (finalis ganda putri Prancis Terbuka 2018). Ini merupakan pencapaian bersejarah sebagai pasangan ganda putri Jepang pertama yang mencapai final Grand Slam.
- Hadiah Uang Sepanjang Karier:** 1.35 M USD.
7. Penilaian dan Dampak
Makoto Ninomiya telah memberikan dampak yang signifikan terhadap tenis Jepang, terutama melalui pencapaiannya yang luar biasa di nomor ganda.
7.1. Penilaian Positif
Ninomiya dipandang positif atas dedikasi dan pencapaiannya dalam tenis, khususnya dalam mengangkat profil ganda putri Jepang di panggung internasional. Peran kuncinya dalam menjadi bagian dari pasangan ganda putri Jepang pertama yang mencapai final Grand Slam di Prancis Terbuka 2018 adalah sebuah prestasi bersejarah yang menginspirasi banyak pemain muda. Konsistensinya dalam meraih gelar di Tur WTA dan Sirkuit ITF, serta partisipasinya yang reguler dalam turnamen besar dan ajang multinasional seperti Asian Games dan Olimpiade, menunjukkan profesionalisme dan daya saingnya. Ini tidak hanya berkontribusi pada kesuksesan pribadinya tetapi juga mempromosikan tenis sebagai olahraga yang kompetitif di Jepang. Kemampuan adaptasinya dalam berpasangan dengan berbagai pemain juga mencerminkan fleksibilitas dan keterampilan bermainnya.
7.2. Kritik dan Kontroversi
Berdasarkan informasi yang tersedia dari berbagai sumber, tidak ada laporan mengenai kritik atau kontroversi besar terkait tindakan, keputusan, atau ideologi Makoto Ninomiya sepanjang karier profesionalnya. Ia dikenal sebagai atlet yang fokus pada prestasinya di lapangan.