1. Kehidupan
Bagian ini merinci perjalanan hidup Sabine Huynh, mulai dari kelahirannya di Saigon hingga perkembangan karier akademis dan sastra, serta berbagai tempat tinggalnya di seluruh dunia.
1.1. Kelahiran dan Latar Belakang
Sabine Huynh lahir pada tahun 1972 di Saigon, yang saat itu merupakan bagian dari Vietnam Selatan, pada masa Perang Vietnam. Meskipun lahir di Vietnam, ia tumbuh besar di Prancis. Latar belakang kelahirannya di tengah konflik dan pertumbuhannya di negara lain membentuk perspektif uniknya tentang identitas dan pengalaman manusia, yang kemudian banyak tercermin dalam karya-karya sastranya.
1.2. Pendidikan dan Studi
Perjalanan akademis Sabine Huynh mencakup berbagai disiplin ilmu di beberapa institusi terkemuka. Ia memulai studinya di Universitas Lyon di Prancis, tempat ia mendalami sastra yang ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Spanyol, serta ilmu pendidikan dan bahasa Prancis sebagai bahasa asing. Ia melanjutkan studinya di Homerton College, Cambridge, Inggris, fokus pada ilmu pendidikan dan pedagogi.
Kemudian, ia belajar linguistik di Universitas Ibrani Yerusalem, tempat ia meraih gelar PhD dalam bidang Linguistik. Setelah itu, ia melanjutkan penelitiannya sebagai Post-Doktoral dalam bidang sosiolinguistik di Universitas Ottawa, Kanada, yang menekankan minatnya pada hubungan antara bahasa, masyarakat, dan budaya.
1.3. Karier Awal dan Akademis
Sebelum mendedikasikan dirinya sepenuhnya sebagai penulis dan penerjemah sastra, Sabine Huynh memiliki karier yang panjang sebagai pengajar bahasa asing. Ia mengajar di berbagai negara, termasuk Prancis, Inggris, Amerika Serikat, dan Israel.
Pada tahun 1995 hingga 1996, ia menjabat sebagai Lektor bahasa Prancis di Universitas Leicester di Inggris. Setelah memperoleh gelar PhD, ia mengajar di Departemen Prancis di Universitas Ibrani Yerusalem dari tahun 2002 hingga 2008. Selama masa ini, ia mengajarkan berbagai mata kuliah, termasuk komposisi, tata bahasa dan sastra Prancis, teori sastra, dan naratologi. Pengalaman mengajarnya di berbagai lingkungan budaya dan bahasalah yang memperkaya pemahamannya tentang interaksi manusia dan ekspresi linguistik.
1.4. Tempat Tinggal
Sabine Huynh memiliki pengalaman hidup yang beragam di berbagai negara. Setelah dibesarkan di Prancis, ia kemudian menetap di beberapa negara lain, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Kanada, dan Israel. Saat ini, ia tinggal di Tel Aviv, Israel. Pengalaman hidup di berbagai belahan dunia ini telah memberikan perspektif global yang mendalam pada karyanya.
2. Karya Sastra dan Aktivitas Lintas Budaya
Sabine Huynh telah memberikan kontribusi signifikan dalam dunia sastra melalui beragam karya kreatifnya, mulai dari puisi hingga prosa, serta perannya yang krusial dalam menjembatani budaya melalui terjemahan.
2.1. Penulisan Sastra (Puisi, Prosa, Esai)
Sabine Huynh dikenal atas karya-karya puisi dan prosanya, yang sebagian besar ditulis dalam bahasa Prancis. Publikasi sastra pertamanya, yang ditulis dalam bahasa Inggris, muncul pada tahun 2000 di The Dudley Review, sebuah jurnal sastra tahunan yang menampilkan tulisan dan karya seni dari mahasiswa pascasarjana Universitas Harvard. Dalam jurnal tersebut, ia menerbitkan puisi berjudul "Meta-Morphology" dan "State of grace", yang juga menampilkan karya fotografi hitam-putihnya sendiri, termasuk gambar-gambar berjudul "Saint-Ives", "Mount Auburn Cemetery", "The biter bitten", "Les jardins de la fontaine", "Régis et Sophie", dan "Empire State Building".
Koleksi puisinya yang terkenal meliputi Prendre la mer - 60 sonnets pour les Boat People, sebuah karya yang secara eksplisit membahas isu-isu migrasi dan pengungsi, mencerminkan pengalaman traumatis pengungsi Vietnam yang dikenal sebagai "manusia perahu" (Boat People). Koleksi puisi lainnya termasuk Herbyers, Loin du rivage, Parler peau (dengan karya seni oleh Philippe Agostini), Les colibris à reculons (dengan karya seni oleh Christine Delbecq), dan Kvar lo, yang memenangkan Penghargaan Puisi CoPo Prancis pada tahun 2017. Ia juga menulis Dans le tournant/Into the Turning, sebuah buku dwibahasa Inggris-Prancis yang ditulis bersama Amy Hollowell.
Dalam genre prosa, ia telah menerbitkan novel Elvis à la radio (2022), yang memenangkan Penghargaan Jean-Jacques Rousseau pada tahun 2023 dan Penghargaan "Des racines et des mots" untuk Sastra Pengasingan pada tahun yang sama. Novel ini digambarkan oleh jurnalis sastra Alain Nicolas di surat kabar nasional Prancis L'Humanité sebagai "teks yang tak tertandingi, di mana dunia material memaksakan kehadiran puitisnya dan memberikan otobiografi amnesia ini otoritas yang tidak akan pernah dimiliki oleh dokumenter pribadi." Novelnya yang lain, La Mer et l'enfant (2013), masuk dalam daftar pendek Penghargaan Emmanuel-Roblès 2014 dan Penghargaan Festival Novel Pertama Chambery 2013.
Sabine Huynh juga menulis esai, termasuk esai epistoler yang ditujukan kepada penyair Allen Ginsberg, yang ia temui saat berusia 21 tahun. Esai ini diterbitkan pada tahun 2016 dengan judul Avec vous ce jour-là - Lettre au poète Allen Ginsberg. Selain itu, ia aktif menulis artikel dan ulasan buku yang diterbitkan di berbagai majalah budaya dan sastra, seperti The Jerusalem Post, La Nouvelle Quinzaine littéraire, dan Diacritik.
2.2. Penerjemahan Sastra
Sebagai penerjemah sastra, Sabine Huynh berperan penting dalam memperkenalkan karya-karya berbahasa Inggris dan Ibrani kepada pembaca berbahasa Prancis. Ia telah menerjemahkan puisi dan prosa dari penulis Israel Uri Orlev, serta karya-karya dari berbagai penulis dan penyair lain. Daftar penulis yang karyanya telah ia terjemahkan meliputi Anne Sexton, Gwendolyn Brooks, Seymour Mayne, Dara Barnat, Carla Harryman, Laynie Browne, Karen Alkalay-Gut, Rodger Kamenetz, Ilya Kaminsky, dan Katie Farris. Terjemahan koleksi puisi Ilya Kaminsky berjudul Deaf Republic oleh Huynh berhasil memenangkan Penghargaan Puisi Alain Bosquet pada tahun 2022.
2.3. Penghargaan Sastra
Sabine Huynh telah mendapatkan pengakuan atas kontribusi sastranya melalui beberapa penghargaan penting:
- Penghargaan Sastra European Calliope 2015**: Diberikan oleh Cénacle Européen francophone (sebelumnya Asosiasi Léopold Sédar-Senghor) kepada penulis muda berbahasa Prancis yang menjanjikan.
- Penghargaan Puisi CoPo Prancis 2017**: Diterima untuk koleksi puisinya, Kvar lo.
- Penghargaan Puisi Alain Bosquet 2022**: Diterima atas terjemahannya terhadap koleksi puisi Deaf Republic karya Ilya Kaminsky.
- Penghargaan Jean-Jacques Rousseau 2023**: Diberikan untuk novelnya, Elvis à la radio.
- Penghargaan "Des racines et des mots" untuk Sastra Pengasingan 2023**: Diterima juga untuk novelnya, Elvis à la radio.
3. Daftar Publikasi
Berikut adalah daftar lengkap buku-buku yang telah diterbitkan oleh Sabine Huynh:
- Prendre la mer - 60 sonnets pour les Boat People (puisi, éditions Bruno Doucey, 2024)
- Herbyers (puisi, Backland éditions, 2024)
- Elvis à la radio (novel, éditions Maurice Nadeau, 2022)
- Loin du rivage (puisi, éditions de la Margeride, 2022)
- Parler peau (puisi, dengan karya seni oleh Philippe Agostini. Éditions Æncrages & Co, seri Voix de chants, 2019)
- Dans le tournant - Into the Turning (puisi, ditulis bersama Amy Hollowell. Christophe Chomant éditeur, 2019)
- Avec vous ce jour-là - Lettre au poète Allen Ginsberg (esai epistoler, MaelstrÖm reEvolution, Brussels, 2016)
- Kvar lo (puisi, dengan karya seni oleh Caroline François-Rubino. Kata penutup: Philippe Rahmy. Éditions Æncrages & Co, seri Écri(peind)re, 2016)
- Tu amarres les vagues (puisi, dengan foto oleh Louise Imagine. Kata pengantar: Isabelle Pariente-Butterlin. Jacques Flament Éditions, seri Images & Mots, 2016)
- La Sirène à la poubelle (diary, E-fractions, seri Fugit XXI, 2015)
- Ville infirme, corps infini (puisi, éditions La Porte, seri Poésie en voyage, 2014)
- Tel Aviv / ville infirme / corps infini (buku seniman, dengan karya seni oleh André Jolivet, puisi, Voltije éditions, 2014): edisi dwibahasa Prancis-Ibrani (terjemahan: Sabine Huynh dan Hillel Halkin). Nama Ibrani: תל אביב: עיר נכה, גוף אין קץTel Aviv: ir nekha, guf ein ketzBahasa Ibrani.
- Les Colibris à reculons (puisi, dengan karya seni oleh Christine Delbecq. Voix d'encre, 2013)
- En taxi dans Jérusalem (prosa, dengan foto oleh Anne Collongues. publie.net, seri Horizons, 2014)
- La Mer et l'enfant (novel, Galaade éditions, 2013)
- La Migration des papillons (puisi, ditulis bersama Roselyne Sibille. éditions La Porte, seri Poésie en voyage, 2013)
- pas d'ici, pas d'ailleurs (antologi puisi, disutradarai oleh Sabine Huynh bersama Andrée Lacelle, Angèle Paoli & Aurélie Tourniaire, dengan Terres de Femmes. éditions Voix d'encre, 2012). Buku ini diterbitkan dengan dukungan dari Région Rhône-Alpes.
4. Pemikiran dan Perspektif
Dalam karya-karyanya, Sabine Huynh secara konsisten mengeksplorasi tema-tema mendalam yang mencerminkan identitas multikultural dan pengalaman manusia dalam konteks globalisasi dan migrasi. Sebagai seorang penulis yang lahir di Vietnam dan dibesarkan di Prancis, dengan pengalaman hidup di berbagai negara, Huynh secara alami mengangkat isu-isu seputar tempat, asal-usul, dan bagaimana individu membentuk identitas di antara batas budaya.
Puisi-puisinya, terutama Prendre la mer - 60 sonnets pour les Boat People, secara langsung menyentuh tragedi kemanusiaan yang terkait dengan migrasi paksa, memberikan suara kepada mereka yang mengalami kehilangan dan perpindahan. Melalui karyanya, Huynh menunjukkan empati yang mendalam terhadap isu-isu sosial dan politik, menggunakan sastra sebagai sarana untuk memahami dan merefleksikan kerentanan manusia serta kekuatan ketahanan.
Karyanya juga mencerminkan pandangan dunia yang kritis terhadap konsep "rumah" dan "milik". Ini tercermin dalam judul antologi yang ia arahkan, pas d'ici, pas d'ailleurs (bukan dari sini, bukan dari sana), yang menggarisbawahi perasaan tidak memiliki tempat pasti, suatu tema yang sering muncul dalam sastra diaspora. Melalui eksplorasi ini, Huynh mengajak pembaca untuk mempertanyakan definisi identitas nasional dan budaya yang kaku, mendorong pemahaman yang lebih cair dan inklusif tentang siapa kita dan di mana kita berada.
5. Evaluasi dan Penerimaan Kritis
Karier sastra Sabine Huynh telah menerima apresiasi yang signifikan dari para kritikus dan komunitas sastra, terutama atas kedalaman tematik dan gaya penulisannya yang unik.
5.1. Apresiasi Kritis
Karya-karya Sabine Huynh secara luas diakui karena kedalaman emosional dan intelektualnya. Novelnya, Elvis à la radio, menerima pujian khusus dari jurnalis sastra Alain Nicolas di surat kabar nasional Prancis L'Humanité. Nicolas menggambarkan novel tersebut sebagai "teks yang tak tertandingi, di mana dunia material memaksakan kehadiran puitisnya dan memberikan otobiografi amnesia ini otoritas yang tidak akan pernah dimiliki oleh dokumenter pribadi." Ulasan ini menyoroti kemampuan Huynh untuk mengubah pengalaman pribadi menjadi narasi yang kuat dan universal, melampaui batasan genre otobiografi konvensional.
Penerimaan terhadap karya puisinya juga sangat positif, dibuktikan dengan berbagai penghargaan seperti Penghargaan Puisi CoPo Prancis untuk Kvar lo dan Penghargaan Puisi Alain Bosquet untuk terjemahan Deaf Republic. Penghargaan-penghargaan ini menegaskan kualitas artistik dan dampak karya-karyanya dalam lanskap sastra kontemporer. Para kritikus sering menyoroti kemampuannya untuk menyampaikan tema-tema kompleks seperti identitas, pengasingan, dan ingatan dengan kepekaan dan orisinalitas.
5.2. Kritik dan Debat
Berdasarkan sumber yang tersedia, tidak ada kritik atau debat signifikan yang tercatat secara publik terkait karya atau pandangan Sabine Huynh. Penerimaan kritis terhadap karyanya cenderung positif, dengan fokus pada kekuatan naratif dan kontribusinya terhadap sastra Prancis dan penerjemahan.
6. Dampak dan Warisan
Karya-karya Sabine Huynh memiliki dampak yang signifikan pada sastra dan budaya, terutama dalam membentuk pemahaman tentang isu-isu sosial yang kompleks dan mempromosikan dialog lintas budaya.
6.1. Pengaruh pada Sastra dan Budaya
Melalui puisi, prosa, dan esainya, Sabine Huynh telah memperkaya sastra kontemporer dengan narasi yang berpusat pada identitas, perpindahan, dan memori. Karyanya, khususnya koleksi puisi Prendre la mer - 60 sonnets pour les Boat People, secara langsung menghadapi dan memberikan suara pada pengalaman menyakitkan para pengungsi dan imigran. Puisi ini tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang krisis kemanusiaan seperti fenomena "manusia perahu", tetapi juga mendorong empati dan pemahaman yang lebih dalam tentang dampak perang dan pengasingan terhadap individu. Dengan demikian, Huynh telah berkontribusi pada perluasan tema-tema yang dieksplorasi dalam sastra, mendorong diskusi tentang isu-isu sosial yang relevan dan terkadang terlupakan.
6.2. Kontribusi Lintas Budaya
Sebagai seorang penulis multibahasa dan penerjemah yang aktif, Sabine Huynh memainkan peran krusial dalam mempromosikan dialog dan pemahaman antarbudaya. Kemampuannya menerjemahkan karya-karya penting dari bahasa Inggris dan Ibrani ke bahasa Prancis, seperti puisi Ilya Kaminsky dan prosa Uri Orlev, telah membuka jendela bagi pembaca Prancis untuk mengakses suara-suara sastra dari budaya lain.
Pengalaman hidupnya yang beragam di berbagai negara, mulai dari Vietnam, Prancis, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, hingga Israel, memberikan dia perspektif unik yang tercermin dalam karyanya. Karya-karyanya sering kali menjadi jembatan antara dunia-dunia yang berbeda, menyoroti universalitas pengalaman manusia sekaligus merayakan kekayaan perbedaan budaya. Kontribusinya dalam penerjemahan dan penulisan yang berakar pada pengalaman global memperkuat pentingnya pertukaran budaya dalam membangun jembatan pemahaman dan solidaritas di tengah dunia yang semakin terhubung.