1. Kehidupan Awal dan Latar Belakang
Tim Berners-Lee lahir dan tumbuh di lingkungan yang sangat kental dengan dunia komputasi, yang membentuk minat awalnya pada teknologi dan menjadi fondasi bagi inovasinya di masa depan.
1.1. Masa Kecil dan Pendidikan
Tim Berners-Lee lahir di London, Inggris pada 8 Juni 1955. Ia adalah putra dari pasangan Mary Lee Woods (1924-2017) dan Conway Berners-Lee (1921-2019), keduanya adalah matematikawan dan ilmuwan komputer. Orang tuanya berasal dari Birmingham dan terlibat dalam pengembangan Ferranti Mark 1, komputer komersial pertama yang dibangun. Mereka mengajarkan Berners-Lee untuk menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari, bahkan saat makan malam.
Berners-Lee menempuh pendidikan di Sheen Mount Primary School, kemudian melanjutkan ke Emanuel School di Wandsworth, London Barat, dari tahun 1969 hingga 1973. Sebagai seorang anak yang gemar mengamati kereta api, ia belajar tentang elektronika dari eksperimennya dengan model kereta api.
Dari tahun 1973 hingga 1976, ia belajar di The Queen's College, Oxford, di mana ia meraih gelar Sarjana Seni kelas satu dalam bidang fisika. Selama di sana, ia membuat komputer pertamanya dari sebuah televisi bekas yang dibelinya dari toko reparasi, menggunakan solder, gerbang TTL, dan prosesor M6800.
1.2. Awal Karier
Setelah lulus, Berners-Lee bekerja sebagai insinyur di perusahaan telekomunikasi Plessey di Poole, Dorset. Pada tahun 1978, ia bergabung dengan D. G. Nash di Ferndown, Dorset, di mana ia membantu membuat perangkat lunak penyusunan huruf untuk printer.
Berners-Lee bekerja sebagai kontraktor independen di CERN dari Juni hingga Desember 1980. Selama di Jenewa, ia mengusulkan sebuah proyek berdasarkan konsep hiperteks untuk memfasilitasi berbagi dan memperbarui informasi di antara para peneliti. Untuk mendemonstrasikan idenya, ia membangun sistem prototipe bernama ENQUIRE.
Setelah meninggalkan CERN pada akhir 1980, ia bekerja di John Poole's Image Computer Systems, Ltd, di Bournemouth, Dorset. Ia mengelola sisi teknis perusahaan selama tiga tahun. Proyek yang dikerjakannya adalah "panggilan prosedur jarak jauh waktu nyata" yang memberinya pengalaman dalam jaringan komputer. Pada tahun 1984, ia kembali ke CERN sebagai seorang fellow.
2. Karier dan Penelitian
Karier dan penelitian Tim Berners-Lee ditandai oleh inovasi revolusioner yang berpuncak pada penciptaan World Wide Web, serta dedikasinya yang berkelanjutan untuk membentuk masa depan internet yang terbuka dan inklusif.
2.1. Periode di CERN dan Proposal Web
Pada tahun 1989, CERN adalah node Internet terbesar di Eropa, dan Berners-Lee melihat peluang untuk menggabungkan hiperteks dengan Internet. Ia mengungkapkan, "Saya hanya perlu mengambil ide hiperteks dan menghubungkannya dengan ide TCP dan DNS-dan, tada!-World Wide Web." Ia juga menambahkan, "Menciptakan web sebenarnya adalah tindakan putus asa, karena situasi tanpa web sangat sulit ketika saya bekerja di CERN. Sebagian besar teknologi yang terlibat dalam web, seperti hiperteks, seperti Internet, objek teks multifont, semuanya sudah dirancang. Saya hanya perlu menyatukannya. Itu adalah langkah generalisasi, naik ke tingkat abstraksi yang lebih tinggi, memikirkan semua sistem dokumentasi di luar sana sebagai bagian dari sistem dokumentasi imajiner yang lebih besar."
Berners-Lee menulis proposalnya pada Maret 1989 dan, pada tahun 1990, mendistribusikannya kembali. Proposal itu kemudian diterima oleh manajernya, Mike Sendall, yang menyebut proposalnya "tidak jelas, tetapi menarik." Robert Cailliau secara independen mengusulkan proyek untuk mengembangkan sistem hiperteks di CERN, dan bergabung dengan Berners-Lee sebagai mitra dalam upayanya untuk mewujudkan web. Mereka menggunakan ide-ide serupa dengan yang mendasari sistem ENQUIRE untuk menciptakan World Wide Web.
2.2. Penemuan World Wide Web

Untuk World Wide Web, Berners-Lee merancang dan membangun peramban web pertama. Perangkat lunaknya juga berfungsi sebagai editor (disebut WorldWideWeb, berjalan pada sistem operasi NeXTSTEP), dan server web pertama, CERN HTTPd (singkatan dari Hypertext Transfer Protocol daemon).
Berners-Lee menerbitkan situs web pertama, yang menjelaskan proyek itu sendiri, pada 20 Desember 1990; situs ini tersedia di Internet dari jaringan CERN. Situs tersebut memberikan penjelasan tentang apa itu World Wide Web, bagaimana orang dapat menggunakan peramban dan menyiapkan server web, serta cara memulai situs web mereka sendiri. Pada 6 Agustus 1991, Berners-Lee pertama kali memposting, di Usenet, undangan publik untuk kolaborasi dengan proyek WorldWideWeb.
Pada tahun 2016, dalam daftar 80 momen budaya yang membentuk dunia, yang dipilih oleh panel 25 ilmuwan terkemuka, akademisi, penulis, dan pemimpin dunia, penemuan World Wide Web menduduki peringkat nomor satu, dengan pernyataan bahwa, "Media komunikasi tercepat sepanjang masa, Internet telah mengubah bentuk kehidupan modern selamanya. Kita dapat terhubung satu sama lain secara instan, di seluruh dunia."
2.3. Pendirian dan Pengelolaan World Wide Web Consortium (W3C)
Pada tahun 1994, Berners-Lee mendirikan World Wide Web Consortium (W3C) di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Konsorsium ini terdiri dari berbagai perusahaan yang bersedia membuat standar dan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas Web. Berners-Lee membuat idenya tersedia secara bebas, tanpa paten dan tanpa royalti. World Wide Web Consortium memutuskan bahwa standarnya harus didasarkan pada teknologi bebas royalti, sehingga dapat dengan mudah diadopsi oleh siapa saja.
2.4. Aktivitas Akademis dan Penelitian
Pada Desember 2004, Berners-Lee menerima jabatan di bidang ilmu komputer di School of Electronics and Computer Science, University of Southampton, Hampshire, untuk mengerjakan Semantic Web. Pada Oktober 2016, ia bergabung dengan Departemen Ilmu Komputer di Universitas Oxford sebagai profesor peneliti dan sebagai fellow di Christ Church, salah satu kolese Oxford. Ia juga sebelumnya adalah peneliti senior dan pemegang kursi pendiri 3Com di MIT Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL). Ia adalah direktur Web Science Research Initiative (WSRI) dan anggota dewan penasihat MIT Center for Collective Intelligence.
2.5. Pekerjaan Kebijakan dan Advokasi

Pada tahun 2010, ia menciptakan data.gov.uk bersama Nigel Shadbolt. Mengomentari data Ordnance Survey pada April 2010, Berners-Lee mengatakan: "Perubahan ini menandakan perubahan budaya yang lebih luas dalam pemerintahan berdasarkan asumsi bahwa informasi harus berada dalam domain publik kecuali ada alasan kuat untuk tidak melakukannya-bukan sebaliknya." Ia melanjutkan dengan mengatakan: "Keterbukaan, akuntabilitas, dan transparansi yang lebih besar dalam Pemerintahan akan memberikan pilihan yang lebih besar kepada masyarakat dan memudahkan individu untuk terlibat lebih langsung dalam isu-isu yang penting bagi mereka."
Pada November 2009, Berners-Lee meluncurkan World Wide Web Foundation (WWWF). Berners-Lee adalah salah satu suara pionir yang mendukung netralitas jaringan, dan telah menyatakan pandangan bahwa ISP harus menyediakan "konektivitas tanpa syarat", dan tidak boleh mengontrol atau memantau aktivitas penelusuran pelanggan tanpa persetujuan mereka yang jelas. Ia menganjurkan gagasan bahwa netralitas jaringan adalah semacam hak jaringan manusia: "Ancaman terhadap Internet, seperti perusahaan atau pemerintah yang mengganggu atau mengintip lalu lintas Internet, mengkompromikan hak jaringan dasar manusia." Berners-Lee berpartisipasi dalam surat terbuka kepada Komisi Komunikasi Federal AS (FCC). Ia dan 20 pionir Internet lainnya mendesak FCC untuk membatalkan pemungutan suara pada 14 Desember 2017 untuk menegakkan netralitas jaringan. Surat tersebut ditujukan kepada Senator Roger Wicker, Senator Brian Schatz, Perwakilan Marsha Blackburn, dan Perwakilan Michael F. Doyle.
Berners-Lee dihormati sebagai "Penemu World Wide Web" selama upacara pembukaan Olimpiade Musim Panas 2012, di mana ia muncul sedang bekerja dengan komputer NeXT Computer antik. Ia mencuit "This is for everyone" (Ini untuk semua orang) yang muncul dalam lampu LED yang terpasang di kursi penonton.

Pada Mei 2012, ia menjadi presiden Open Data Institute, yang ia dirikan bersama Nigel Shadbolt pada tahun 2012. Alliance for Affordable Internet (A4AI) diluncurkan pada Oktober 2013, dan Berners-Lee memimpin koalisi organisasi publik dan swasta yang mencakup Google, Facebook, Intel, dan Microsoft. A4AI berupaya membuat akses Internet lebih terjangkau sehingga akses diperluas di negara berkembang, di mana hanya 31% orang yang daring. Berners-Lee akan bekerja dengan mereka yang bertujuan untuk menurunkan harga akses Internet agar jatuh di bawah target global Komisi Pita Lebar PBB untuk Pembangunan Digital sebesar 5% dari pendapatan bulanan.
2.6. Proyek Lanjutan dan Inisiatif
Berners-Lee memegang kursi pendiri Ilmu Komputer di Massachusetts Institute of Technology, di mana ia memimpin Decentralized Information Group dan memimpin Solid, sebuah proyek bersama dengan Qatar Computing Research Institute yang bertujuan untuk secara radikal mengubah cara aplikasi Web bekerja saat ini, menghasilkan kepemilikan data yang sebenarnya serta privasi yang lebih baik.

Dari pertengahan 2010-an, Berners-Lee awalnya tetap netral terhadap proposal Encrypted Media Extensions (EME) yang muncul dengan implikasi DRM (Digital Rights Management) yang kontroversial. Pada Maret 2017 ia merasa harus mengambil posisi untuk mendukung proposal EME. Ia beralasan kebaikan EME sambil mencatat bahwa DRM tidak dapat dihindari. Sebagai direktur W3C, ia kemudian menyetujui spesifikasi final pada Juli 2017. Posisinya ditentang oleh beberapa pihak termasuk Electronic Frontier Foundation (EFF), kampanye anti-DRM Defective by Design, dan Free Software Foundation. Berbagai kekhawatiran yang muncul termasuk tidak mendukung filosofi terbuka Internet terhadap kepentingan komersial dan risiko pengguna dipaksa menggunakan peramban web tertentu untuk melihat konten DRM tertentu. EFF mengajukan banding resmi yang tidak berhasil dan spesifikasi EME menjadi rekomendasi formal W3C pada September 2017.
Pada 30 September 2018, Berners-Lee mengumumkan startup sumber terbuka barunya, Inrupt, untuk mendorong ekosistem komersial di sekitar proyek Solid, yang bertujuan untuk memberikan pengguna lebih banyak kontrol atas data pribadi mereka dan memungkinkan mereka memilih ke mana data itu pergi, siapa yang diizinkan melihat elemen tertentu, dan aplikasi mana yang diizinkan melihat data tersebut.
Pada November 2019, di Internet Governance Forum di Berlin, Berners-Lee dan WWWF meluncurkan Contract for the Web, sebuah inisiatif kampanye untuk membujuk pemerintah, perusahaan, dan warga negara untuk berkomitmen pada sembilan prinsip untuk menghentikan "penyalahgunaan", dengan peringatan bahwa "jika kita tidak bertindak sekarang-dan bertindak bersama-untuk mencegah web disalahgunakan oleh mereka yang ingin mengeksploitasi, memecah belah, dan merusak, kita berisiko menyia-nyiakan [potensinya untuk kebaikan]."
3. Filosofi dan Ideologi
Filosofi inti Tim Berners-Lee berpusat pada keyakinan teguh akan web yang terbuka, dapat diakses secara universal, dan berpusat pada pengguna. Ideologinya membentuk dasar dari semua inovasi dan advokasinya.
Ia percaya bahwa web harus tetap menjadi platform yang netral, di mana semua data dan aplikasi diperlakukan sama tanpa diskriminasi. Prinsip netralitas jaringan ini sangat penting baginya, karena ia melihatnya sebagai hak asasi manusia dalam konteks jaringan, yang menjamin bahwa tidak ada pihak yang dapat mengontrol atau membatasi akses informasi.
Berners-Lee juga merupakan pendukung kuat data terbuka, khususnya data pemerintah. Ia berpendapat bahwa informasi publik harus tersedia secara bebas untuk mendorong transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi warga negara. Inisiatif seperti data.gov.uk adalah wujud nyata dari keyakinan ini, yang bertujuan untuk memberdayakan individu dengan akses ke informasi yang sebelumnya terkunci.
Selain itu, ia sangat peduli terhadap kontrol data pribadi pengguna. Dengan proyek seperti Solid dan startup Inrupt, ia berupaya mendesentralisasikan web, memungkinkan pengguna untuk memiliki dan mengelola data mereka sendiri, serta memutuskan siapa yang dapat mengaksesnya. Ini adalah respons langsung terhadap kekhawatiran tentang privasi dan dominasi platform besar yang mengumpulkan data pengguna.
Komitmennya terhadap web yang bebas royalti dan tidak berpemilik, yang diwujudkan melalui World Wide Web Consortium (W3C), memastikan bahwa teknologi web dapat diadopsi dan dikembangkan oleh siapa saja tanpa hambatan finansial atau hukum. Filosofi ini telah menjadi pilar utama dalam pertumbuhan eksponensial web dan dampaknya yang transformatif terhadap masyarakat global.
4. Kehidupan Pribadi
Kehidupan pribadi Tim Berners-Lee mencerminkan nilai-nilai yang ia pegang teguh, termasuk dalam hal keluarga dan keyakinan spiritualnya.
4.1. Keluarga
Berners-Lee menikah dengan Nancy Carlson, seorang pemrogram komputer Amerika, pada tahun 1990. Nancy juga bekerja di Swiss di Organisasi Kesehatan Dunia. Mereka memiliki dua anak dan bercerai pada tahun 2011.
Pada tahun 2014, ia menikah dengan Rosemary Leith di Chapel Royal, Istana St. James di London. Leith adalah seorang pengusaha Internet dan perbankan asal Kanada dan merupakan direktur pendiri World Wide Web Foundation milik Berners-Lee. Pasangan ini juga berkolaborasi dalam modal ventura untuk mendukung perusahaan kecerdasan buatan.
4.2. Keyakinan Agama
Berners-Lee dibesarkan sebagai seorang Anglikan, tetapi ia menjauh dari agama di masa mudanya. Setelah ia menjadi orang tua, ia menjadi penganut Unitarian Universalist (UU). Ketika ditanya apakah ia percaya pada Tuhan, ia menyatakan: "Tidak dalam pengertian kebanyakan orang, saya ateis dan Unitarian Universalist." Ia dan istrinya ingin mengajarkan kehidupan spiritual kepada anak-anak mereka, dan setelah mendengar nasihat dari seorang pendeta dan mengunjungi gereja Unitarian Universalist, mereka memilihnya. Ia adalah anggota aktif gereja tersebut, yang ia hormati karena ia menganggapnya sebagai keyakinan yang toleran dan bebas. Ia menyatakan: "Saya percaya bahwa sebagian besar filosofi hidup yang terkait dengan banyak agama jauh lebih benar daripada dogma yang menyertainya. Karena alasan ini, saya menghormati mereka."
Pada 23-30 Juni 2021, kode sumber web dilelang oleh Sotheby's di London sebagai non-fungible token (NFT) oleh Tim Berners-Lee. Terjual seharga 5.43 M USD, hasil penjualan dilaporkan akan digunakan untuk mendanai inisiatif oleh Tim Berners-Lee dan Leith.
5. Penghargaan dan Kehormatan
Tim Berners-Lee telah menerima banyak penghargaan dan kehormatan atas kontribusinya yang luar biasa dalam menciptakan World Wide Web dan advokasinya yang berkelanjutan untuk internet yang terbuka.
Pada 31 Desember 2003, ia dianugerahi gelar Knight Commander of the Order of the British Empire (KBE) oleh Ratu Elizabeth II atas "jasa-jasanya dalam pengembangan Internet global". Ia secara resmi dilantik pada 16 Juli 2004.
Pada 13 Juni 2007, ia diangkat menjadi anggota Order of Merit (OM), sebuah penghargaan yang terbatas pada 24 anggota hidup, ditambah anggota kehormatan. Pemberian keanggotaan Order of Merit berada dalam kewenangan pribadi Ratu dan tidak memerlukan rekomendasi dari menteri atau Perdana Menteri.
Ia terpilih sebagai Fellow of the Royal Society (FRS) pada tahun 2001. Ia juga terpilih sebagai anggota American Philosophical Society pada tahun 2004 dan National Academy of Engineering pada tahun 2007.
Ia telah dianugerahi gelar kehormatan dari sejumlah universitas di seluruh dunia, termasuk Manchester (orang tuanya bekerja pada Manchester Mark 1 pada tahun 1940-an), Harvard, Yale, Universitas Keio, dan Vrije Universiteit Amsterdam.
Pada tahun 2012, Berners-Lee termasuk di antara ikon budaya Inggris yang dipilih oleh seniman Sir Peter Blake untuk muncul dalam versi baru karya seninya yang paling terkenal - sampul album Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band milik The Beatles - untuk merayakan tokoh-tokoh budaya Inggris dalam hidupnya yang paling ia kagumi untuk menandai ulang tahunnya yang ke-80.
Pada tahun 2013, ia dianugerahi Queen Elizabeth Prize for Engineering yang perdana. Pada 4 April 2017, ia menerima Turing Award tahun 2016 dari Association for Computing Machinery (ACM) atas penemuannya tentang World Wide Web, peramban web pertama, serta protokol dan algoritma fundamental yang memungkinkan Web untuk berskala. Ia juga menerima Japan Prize pada tahun 2002 dan Seoul Peace Prize pada tahun 2022.
Majalah Time memasukkan namanya dalam daftar "100 Orang Paling Penting Abad ke-20" pada Maret 1999, dengan kutipan: "Dia menenun World Wide Web dan menciptakan media massa untuk abad ke-21. World Wide Web adalah milik Berners-Lee sendiri. Dia merancangnya. Dia melepaskannya ke dunia. Dan dia, lebih dari siapa pun, telah berjuang untuk menjaganya tetap terbuka, non-proprietary, dan bebas."
6. Warisan dan Dampak
Warisan dan dampak Tim Berners-Lee terhadap dunia digital dan masyarakat luas sangatlah mendalam, mengubah cara kita mengakses informasi, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan dunia.
6.1. Penilaian Positif
Penemuan World Wide Web oleh Berners-Lee telah merevolusi akses informasi global, memungkinkan miliaran orang untuk terhubung, belajar, dan berinovasi. Web telah menjadi platform fundamental untuk pendidikan, perdagangan, komunikasi sosial, dan ekspresi pribadi, secara signifikan meningkatkan konektivitas sosial dan memicu kemajuan teknologi di berbagai bidang.
Pengakuannya atas perannya dalam menjaga keterbukaan web adalah salah satu aspek paling penting dari warisannya. Dengan memutuskan untuk tidak mematenkan penemuannya dan mendirikan World Wide Web Consortium (W3C) untuk menetapkan standar terbuka dan bebas royalti, Berners-Lee memastikan bahwa web dapat berkembang secara organik dan dapat diakses oleh siapa saja, tanpa hambatan komersial. Tindakan ini telah memupuk ekosistem inovasi yang tak tertandingi dan memberdayakan individu di seluruh dunia.
6.2. Kritik dan Kontroversi
Meskipun sebagian besar warisan Berners-Lee dipandang positif, ada beberapa kritik dan perdebatan terkait keputusan atau pandangannya. Salah satu kontroversi utama adalah posisinya terhadap DRM (Digital Rights Management) melalui proposal Encrypted Media Extensions (EME).
Berners-Lee awalnya netral, tetapi pada Maret 2017, ia memutuskan untuk mendukung proposal EME, dengan alasan bahwa DRM tidak dapat dihindari dan EME memiliki kebaikan tertentu. Sebagai direktur W3C, ia menyetujui spesifikasi final pada Juli 2017. Keputusan ini menuai tentangan dari beberapa pihak, termasuk Electronic Frontier Foundation (EFF), kampanye anti-DRM Defective by Design, dan Free Software Foundation. Kekhawatiran yang muncul meliputi potensi keputusan tersebut untuk bertentangan dengan filosofi terbuka internet dan risiko pengguna dipaksa untuk menggunakan peramban web tertentu untuk melihat konten DRM. Meskipun banding resmi dari EFF tidak berhasil, dan spesifikasi EME menjadi rekomendasi formal W3C pada September 2017, perdebatan ini menyoroti ketegangan antara prinsip keterbukaan web dan tekanan kepentingan komersial.
7. Buku
Tim Berners-Lee telah menulis beberapa karya penting yang merangkum pandangan dan pengalamannya dalam menciptakan dan membentuk masa depan World Wide Web.
Karya utamanya adalah:
- Weaving the Web: The Original Design and Ultimate Destiny of the World Wide Web by Its Inventor, ditulis bersama Mark Fischetti (HarperSanFrancisco, 1999). Buku ini merinci perjalanan Berners-Lee dalam menciptakan web, filosofinya tentang keterbukaan dan akses universal, serta visinya untuk masa depan web.
Karya-karya lain yang terkait meliputi:
- Spinning the Semantic Web: Bringing the World Wide Web to Its Full Potential, Tim Berners-Lee (Foreword), Dieter Fensel (Editor), James Hendler (Editor), Henry Lieberman (Editor), Wolfgang Wahlster (Editor) (The MIT Press, 2005).
- A Framework for Web Science, ditulis bersama Wendy Hall dan James A. Hendler (Now Publishers, 2006).