1. Tinjauan
Gyula István Cseszneky de Milvány et Csesznek (vitéz cseszneki dan milványi gróf Cseszneky Gyula IstvánBahasa Hungaria; 28 Juni 1914 - setelah 1970) adalah seorang bangsawan, penyair, dan perwira kavaleri Hungaria. Ia dikenal karena perannya yang kompleks selama Perang Dunia II, termasuk keterlibatannya dalam aneksasi kembali Transylvania Utara oleh Hungaria dan sebagai ajudan pribadi Raja Tomislav II dari Negara Merdeka Kroasia. Meskipun terlibat dalam struktur politik yang berafiliasi dengan Blok Poros, Cseszneky secara pribadi menentang Nazisme dan antisemitisme. Ia memiliki hubungan kekerabatan dengan individu Yahudi dan memainkan peran penting dalam upaya penyelamatan orang Yahudi di Kroasia dan Hungaria selama Holocaust. Ia juga memegang gelar nominal sebagai Wali Penguasa Kepangeranan Pindos dan Makedonia (Julius I), sebuah negara boneka yang didirikan dengan dukungan Italia. Setelah perang, ia diasingkan dari Hungaria yang diduduki Soviet dan menghabiskan sisa hidupnya di Argentina dan Brasil. Kontribusinya dalam menyelamatkan nyawa orang Yahudi diakui secara luas, termasuk oleh Israel.
2. Kehidupan Awal dan Latar Belakang
2.1. Keluarga dan Latar Belakang

Gyula Cseszneky berasal dari Wangsa Cseszneky, sebuah keluarga bangsawan terkemuka di Kerajaan Hungaria. Ayahnya adalah seorang penemu dan bangsawan yang mengalami kemiskinan, sementara ibunya adalah satu-satunya putri dan pewaris seorang pedagang gandum kaya raya yang memiliki jaringan komersial luas di seluruh Austria-Hungaria dan Balkan. Setelah Perang Dunia I, sebagian besar properti keluarga mereka disita oleh pemerintah Serbia, dan kematian mendadak ayahnya semakin memperburuk kesulitan keuangan yang mereka hadapi.
2.2. Pendidikan dan Pengaruh Awal
Meskipun menghadapi kesulitan finansial, Gyula Cseszneky menunjukkan kecemerlangan di sekolah dan memiliki minat besar dalam sastra dan puisi. Awalnya, keluarganya mendorongnya untuk menjadi seorang imam Katolik Roma, namun ia segera mengubah pikirannya dan memutuskan untuk mengejar karier militer. Dengan dukungan dari hibah Wangsa Boncompagni, ia melanjutkan pendidikan di sebuah akademi militer di Italia.
Di Italia, ia diperkenalkan kepada kalangan elit budaya dan masyarakat kelas atas oleh seorang teman lama keluarga dan senator Kerajaan Italia, Count Enrico San Martino di Valperga. Terpesona oleh bahasa dan budaya Italia, Cseszneky muda menerjemahkan beberapa puisi karya Gabriele D'Annunzio ke dalam bahasa ibunya. Ia sangat mengagumi penyair Italia tersebut, dan kemungkinan petualangannya di Balkan kemudian terinspirasi oleh Regency Carnaro D'Annunzio di Fiume.
3. Aktivitas Selama Perang Dunia II
3.1. Dinas di Hungaria
Pada tahun 1940, setelah Perjanjian Wina Kedua, Gyula Cseszneky, sebagai seorang perwira cadangan Hungaria, turut serta dalam pendudukan dan reintegrasi Transylvania Utara ke dalam wilayah Hungaria. Atas keberanian yang ditunjukkannya selama pergerakan pasukan, Miklós Horthy, Wali Penguasa Kerajaan Hungaria, menganugerahinya gelar Vitéz serta Medali Peringatan untuk Pembebasan Transylvania dan Medali Keberanian.
3.2. Peran di Kroasia
Pada tahun 1941, setelah runtuhnya Yugoslavia, Negara Merdeka Kroasia didirikan. Menyusul negosiasi antara Italia dan perwakilan negara baru tersebut, keponakan Raja Victor Emmanuel III dari Italia, Aimone, Adipati Spoleto, terpilih sebagai Raja Kroasia dengan nama takhta Tomislav II.
Gyula Cseszneky, yang fasih berbahasa Kroasia, Italia, Jerman, dan Hungaria, serta telah bertemu Pangeran Aimone selama tahun-tahunnya di Roma, diangkat sebagai ajudan (aide-de-camp) dan penasihat pribadi bagi penguasa baru tersebut. Pada periode ini, ia juga menerima gelar baron atau count di Kroasia. Namun, karena Raja Tomislav II tidak pernah benar-benar menduduki takhtanya di Zagreb, dan Cseszneky sendiri sangat kecewa dengan kebrutalan rezim Ustaše, ia memutuskan untuk meninggalkan jabatannya.
3.3. Peran dalam Kepangeranan Pindos dan Kepangeranan Makedonia
Pada Agustus 1941, Gyula Cseszneky diproklamasikan sebagai Adipati Agung atau Adipati Makedonia. Keluarganya memiliki wilayah kekuasaan feodal di Makedonia abad pertengahan dan memiliki hubungan kuat dengan otoritas Italia. Dengan dukungan kaum otonomis Makedonia setempat, ia mendirikan negara bagian Makedonia kecil di Makedonia Barat Daya. Namun, legitimasi gelar ini tetap kontroversial.
Pada tahun 1943, dengan dukungan dari teman-teman Italia yang berpengaruh dan koneksi keluarganya di Balkan, Count Cseszneky juga dinyatakan sebagai pangeran dari negara bagian Vlach yang terbentuk di sekitar lembah Pindos dan Moglena oleh kolaborator Italia, Alcibiade Diamandi. Ia dikenal sebagai Pangeran Julius I.
Peran kepemimpinannya dalam Kepangeranan Pindos dan Makedonia sebagian besar bersifat nominal, tanpa kekuasaan nyata. Ia dilaporkan menjalin kontak dengan pemerintah Sekutu, dengan tujuan untuk mengamankan wilayah otonom bagi kelompok Aromanian dan Megleno-Romania. Namun, pada tahun 1943, seiring dengan pengambilalihan wilayah tersebut oleh Jerman Nazi dari pasukan Italia, ia dipaksa untuk mengundurkan diri karena hubungan kekerabatannya dengan orang Yahudi dan sempat ditangkap oleh Gestapo. Setelah itu, ia berhasil melarikan diri kembali ke Hungaria.
3.4. Penentangan terhadap Nazisme dan Upaya Kemanusiaan
Meskipun Gyula Cseszneky adalah seorang monarkis konservatif dengan keyakinan antikomunis yang kuat, ia selalu membenci Nazisme dan antisemitisme. Salah satu saudara perempuannya menikah dengan seorang Yahudi Hungaria yang kemudian menjadi korban Holocaust.
Cseszneky dilaporkan menyelamatkan nyawa beberapa orang Yahudi di Kroasia dan Hungaria. Setelah ia berhasil melarikan diri dari penangkapan Gestapo di Balkan, ia kembali ke Hungaria dan terus terlibat dalam upaya penyelamatan orang Yahudi di sana, khususnya di Budapest. Atas jasa-jasanya ini, ia kemudian diakui di Israel setelah perang, bahkan dianugerahi gelar "Orang Benar di Antara Bangsa-Bangsa". Tindakan kemanusiaannya ini menunjukkan komitmen pribadinya terhadap nilai-nilai kemanusiaan di tengah kekejaman perang.
3.5. Aktivitas Politik dan Pengawasan
Gyula Cseszneky menyadari rencana rahasia Raja Tomislav II untuk membuat perjanjian damai terpisah dengan Sekutu. Ia berharap bahwa pembukaan jalur untuk intervensi Sekutu di Balkan tidak hanya akan mengamankan kebebasan bagi Makedonia, tetapi juga bagi Kroasia dan Hungaria, sekaligus menyelamatkan mereka dari Tentara Merah Soviet.
Dengan tujuan ini, Count Cseszneky juga bertindak sebagai penghubung antara pemerintah Hungaria di bawah Miklós Kállay dan para peserta Kudeta Lorković-Vokić di Kroasia, sebuah upaya untuk mengubah pihak dalam perang. Setelah upaya Wali Penguasa Horthy untuk membelot dari Poros gagal, Cseszneky menjadi buronan dan dicari oleh Gestapo karena aktivitas politiknya dan penentangannya terhadap rezim Nazi.
4. Kehidupan Pasca-Perang dan Pengasingan
4.1. Pengasingan
Setelah berakhirnya perang, Gyula Cseszneky berada di Budapest. Meskipun memiliki rekam jejak anti-Nazi, di Hungaria yang diduduki oleh Uni Soviet, ia dinyatakan sebagai musuh kelas pekerja dan dipaksa untuk mengasingkan diri. Ia pergi bersama Raja Tomislav II (yang kemudian dikenal sebagai Aimone, Adipati Aosta) ke Argentina.
4.2. Kematian
Gyula Cseszneky kemudian melanjutkan hidupnya di Brasil dan meninggal di sana pada tahun 1970, atau setelah tahun tersebut.
5. Penilaian dan Warisan
5.1. Pengakuan atas Karya Kemanusiaan
Atas perannya yang signifikan dalam menyelamatkan nyawa orang Yahudi selama Holocaust, jasa-jasa Gyula Cseszneky diakui secara luas. Secara khusus, Israel menganugerahinya gelar "Orang Benar di Antara Bangsa-Bangsa", sebuah penghargaan yang diberikan kepada non-Yahudi yang mempertaruhkan hidup mereka untuk menyelamatkan orang Yahudi dari penganiayaan Nazi. Pengakuan ini menggarisbawahi dampak positif dari tindakan kemanusiaannya di masa-masa paling gelap.
5.2. Warisan Keluarga
Sebagai anggota terkemuka Wangsa Cseszneky, Gyula Cseszneky meninggalkan warisan yang kompleks, di mana perannya sebagai bangsawan, penyair, dan perwira militer berpadu dengan tindakan kemanusiaannya yang luar biasa. Namanya tetap tercatat dalam sejarah keluarganya sebagai individu yang, di tengah gejolak perang, memilih untuk berdiri melawan kejahatan dan melindungi mereka yang rentan.